SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Episode 19


__ADS_3

"Kakak tenang saja, selain menjomblo, aku juga pria setia. Sejak dulu hingga kini bahkan sampai nanti, aku hanya mencintai Azahra, adik sepupu Kakak" jelas Faisal melirik Azahra sekilas sebelum menatap serius Zulfikar.


Mendengar itu, Azahra senyam-senyum, sementara Asna mencubit pelan lengan Azahra. Asna takut, takut Zulfikar meninju Faisal saat ini juga. Suami mana yang tidak cemburu saat ada pria lain dengan terang terangan berkata dia mencintai istrinya.


"Lalu kapan kamu akan melamar adikku?" tanya Zulfikar setenang mungkin. Tatapan nya masih tertuju penuh pada Faisal yang duduk dengan tenang.


Degh!! Mata Azahra, Asna, Gea Geovani, bahkan Irwan membulat sempurna. Tidak terkecuali Haikal yang tetap santai.


"Sekarang juga bisa" balas Faisal cepat.


"Sial! Ternyata anak ini benar-benar mencintai Azahra" batin Zulfikar. Zulfikar kehabisan kata, dia harus jawab apa? Pria yang kini berucap serius tengah menunggu respon darinya.


"Kak Zul, bagaimana? Kak Faisal itu serius loh. Oh iya, aku lupa beritahu Kakak, siapa tahu kenyataan ini akan membuat Kakak menerima niat baik Kak Faisal. Jadi, selain Kak Faisal kuliah kedokteran, Kak Faisal juga punya usaha. Beberapa bulan yang lalu, Kak Faisal mendirikan sebuah Apotek terlengkap di Kota kita. Akulah salah satu pegawainya" ungkap Haikal menjelaskan.


Jleb!! Zulfikar semakin terpojok. "Bagaimana ini? Tenang Zulfikar, coba pikirkan baik-baik" batin Zul.


"Ternyata kamu sudah siap, tapi untuk saat ini, aku ingin adikku sekolah dulu. Saat dia sudah lulus, kamu bisa datang melamarnya" jelas Zulfikar.


Faisal dan yang lainnya menarik senyum, begitu juga dengan Azahra. Tidak terkecuali Zulfikar yang ingin pergi dari ruang tamu.


"Ya sudah, aku ke kamar dulu. Banyak tugas kampus yang harus aku kerjakan" sambung Zul menarik senyum.


Setelah undur diri, Zulfikar masuk ke dalam kamar. Tugas kampus yang tadi dia katakan, hanyalah asalan semata. Memasang kuping di balik pintu, Zulfikar mendengar Faisal menggombal. Gombalan pria itu cukup diakui oleh Zulfikar. Nyatanya, selain tampan, pria itu juga pandai merayu. Namun, saat gombalan itu ditunjukan pada Azahra, Zulfikar tak terima. Ingin sekali lagi dia bergabung tapi dia malu.


Bisakah Haikal memanggilnya kembali? Pikir Zulfikar.


Lama berbincang, Asna dan teman-temannya pamit pulang. Begitu juga dengan Faisal yang berhasil membuat Zulfikar kesal, atau bisa dibilang cemburu.


"Kak Zul .. Kami pulang dulu ya" pamit Haikal mengambil kunci motor di atas meja samping gelas minuman pop ice.


Zulfikar yang sedari tadi menguping, segera membuka pintu kamar. Melihat Azahra berdiri di samping Faisal, Zulfikar menggertak kan giginya. Segera pria itu memelototi Azahra. Sadar diri, Azahra segera menghampirinya.

__ADS_1


"Hati-hati ya, kapan-kapan kesini lagi" ucap Zulfikar.


"Malam minggu kami kesini ya, Kak. Boleh?" Irwan menatap Zulfikar.


"Boleh, tapi nggak boleh bawa Azahra keluar" balas Zulfikar.


"Yes!!" Irwan dan Haikal juga Gea dan Geovani menarik senyum. Begitu juga dengan Faisal dan Azahra. Tetapi tidak dengan Asna.


"Kasihan Kak Zul, bakalan dibuat kesal sama Haikal dan Kak Faisal, nantinya" batin Asna.


"Zah, aku pulang dulu ya. Nanti malam minggu baru kami kesini lagi. Gunakan waktu besok untuk kamu istirahat. Oh iya, jangan lupa minum obatnya" ucap Faisal kembali menarik senyum.


"Iya, Kak. Sampai jumpa nanti. Hati-hati di jalan ya, jangan lupa berkabar jika kalian sudah sampai di rumah masing-masing" balas Azahra.


"Dasar wanita!" batin Zul kesal.


Faisal pamit, mereka semua mencium tangan Zulfikar sebelum mereka pulang. Sepeninggal teman-teman Azahra, juga pria yang Azahra idolakan atau bisa dibilang pria yang mengidolakan Azahra, Zulfikar masuk ke dalam rumah meninggalkan Azahra di depan.


"Kak Zul ..." panggil Azahra menghampiri Zulfikar.


Kedua kening Zulfikar terangkat naik, menatap Azahra yang duduk di sampingnya, menatapnya serius. "Bagaimana bagaimana? Aku nggak paham"


Azahra membenarkan cara duduknya, menghadap Zul yang tak lagi menatapnya. "Pria yang tadi, yang namanya Faisal itu, menurut Kakak dia cocok nggak sama aku?"


Degh!! Zulfikar segera menatap Azahra yang juga serius menatapnya. "Kamu suka laki-laki yang tadi?" tanya Zul penasaran.


Azahra mendengus kesal. "Kakak, dikasi pertanyaan apa jawabnya apa!" ketusnya.


Zulfikar berdeham seraya membenarkan cara duduknya. "Emang kalau cocok kamu mau sama dia?" tanya Zul serius menatap manik mata Azahra.


Azahra menarik senyum, lalu mengangguk cepat. "Iya, dia idola aku. Siapa juga yang nggak mau nikah sama idolanya. Iya kan, Kak. Menurut Kakak gimana, cocok nggak?"

__ADS_1


"Bukannya kamu sudah menikah?" ucap Zul dengan santainya.


Kembali kedua kening Azahra yang menukik naik. "Loh, kok itu sih yang dibahas. Bukannya Kakak sendiri yang bilang aku harus dandan cantik biar ada yang naksir. Dan Kakak juga kan yang bilang, jika nanti aku sudah menemukan pria yang aku cintai, maka Kakak akan membiarkan aku pergi. Masih ingat kan?"


"Oke, tapi untuk sekarang kamu dilarang pacaran" ucap Zul kembali memalingkan wajah.


Azahra tertawa. "Kak, untuk itu Kakak nggak perlu ingatin aku. Aku tahu kok, pria yang mengajak wanita pacaran, dia bukanlah pria baik-baik. Karena pria sejati, mengajak nikah, bukannya mengajak pacaran. Tapi makasih untuk perhatiannya"


"Itu mulut bisa di filter nggak sih!" ketus Zulfikar.


Jleb!! Azahra baru menyadari ucapannya. "Kak, jangan marah lagi" Zahra menarik tangan Zul yang hendak beranjak.


"Lepasin nggak?" Zul menatap tangan Azahra.


Azahra menggeleng. "Nggak"


"Lepasin!" Zul memelototi Azahra.


Pasrah, Azahra menjauhkan tangan dari tangan Zulfikar. "Salah lagi" lirihnya.


"Cepat mandi, udah adzan" titah Zul sebelum meninggalkan Azahra di sofa.


Azahra yang sedang haid, tak mengindahkan perintah Zulfikar. Dengan santai, wanita itu memainkan gawai nya. Membuka aplikasi WA, Azahra dibuat senyum oleh pesan Haikal.


"Sampai jumpa di malam minggu nanti, Bro. Nanti aku buatin makanan yang enak untuk kalian. Biar Kak Faisal juga bisa makan masakan aku" ucap Azahra pada pesan suara yang dikirim untuk Haikal.


"Hahahahaha. Jangan lupa, makanan kesukaan aku. Awas loh kalau nggak dibuatin, aku nggak ngasih tahu makanan favorit Kak Faisal nanti"


"Hahaha. Siap-siap, Bos. Beritahu aku maka makanan kesukaanmu akan aku sajikan di atas meja"


Dikamar, Zul mengumpat. Mengingat seberapa kayanya Faisal, juga seberapa tampannya pria itu, dia geram bukan main. Belum lagi pengakuan Azahra yang tadi. Dan sekarang, Zahra berkata akan membuatkan makanan favorit Faisal di sabtu sore nanti!

__ADS_1


"Enak benar itu cowok, belum nikah juga udah mau dibuatkan makanan favorit nya. Lah aku, nggak pernah ditanya apa makanan favorit aku" gumam Zul kesal. Segera pria itu membuka pintu.


"Zahra ... sana mandi ... Jangan main hp mulu" tegur Zulfikar berdiri di ambang pintu.


__ADS_2