SMA, Tapi Menikah

SMA, Tapi Menikah
Episode 18


__ADS_3

Pintu kamar Azahra dibuka oleh pemilik kamar. Nyatanya, saat Azahra masuk ke kamar, tubuhnya lemas hingga ia jatuh pingsan. Saat dirinya membuka mata, dirinya masih tergeletak di lantai. Berusaha untuk bangun tanpa bersuara, Azahra naik di atas tempat tidur. Luka yang tak berdarah itu membuatnya malas makan, apalagi keluar kamar. Dia tahu, Zulfikar memanggilnya tapi rasa kecewa membuatnya malas bersua.


Andai, pria di hadapannya ini tidak mendobrak pintu, maka Azahra takkan membuka pintu kamar hingga perasaannya membaik.


"Kamu ngapain di kamar? Kenapa nggak jawab saat aku panggil?" tanya Zulfikar menatap lekat Azahra yang pucat.


"Tidur" jawab Azahra sekenanya saja sebelum meninggalkan Zul di ambang pintu.


Menggiring langkah ke dapur, Azahra membuka tudung saji di atas meja. Makanan yang ada di atas meja mengundang nafsu makannya yang sempat hilang. Segera ia mencuci tangan sebelum memulai makan. Menahan haus dan lapar di kamar, membuat Azahra menghabiskan dua ekor ikan merah saos panggang.


Sesudah makan, Azahra kembali masuk ke kamar untuk mengambil ponsel lalu kembali keluar mengambil tempat di sofa ruang keluarga. Menghidupkan layar, Azahra dibuat diam oleh pesan masuk dari Asna, sahabatnya.


"Kak Zul ..." panggi Azahra. Walau dia kesal dan marah, tapi mau tidak mau dia harus memanggil pria itu.


"Ya ..." sahut Zul yang sementara di kamarnya.


"Boleh teman-teman ku datang kesini? Sekarang mereka ada diperjalanan" ungkap Azahra menjelaskan.


Zul menghampiri Azahra di sofa. Sepertinya emosi pria itu mulai mereda. Dari nada bicaranya dia tak sedingin kemarin dan tadi.


"Untuk apa meminta izin jika mereka sudah di jalan?" kata Zul mendudukkan bokongnya di sofa.


Azahra terdiam. Kalimat itu seakan memojokkan Azahra.


"Nggak Papa, datang aja kalau mau datang" sambung Zul menyalakan televisi.


Azahra menarik senyum–dengan semangat 45 nya, dia beranjak dari sofa kembali ke kamar. beberapa saat kemudian, dia keluar membawa obat yang akan dia minum.


Mendengar motor berhenti di depan rumah, Zulfikar segera ke ruang tamu mengintip ke luar lewat jendela kaca. Di luar, ada beberapa siswa laki-laki dan perempuan yang sangat tampan dan cantik. Selang beberapa detik, seorang pria datang sendirian. Dialah Faisal, pria yang dilihat Zul pada unggahan Azahra di akun Instagram wanita itu.


"Ternyata aslinya tampan sekali" gumam Zulfikar tanpa mengalihkan pandangannya pada Faisal.

__ADS_1


"Yang mana, Kak? Yang pakai baju seragam sekolah atau yang kemeja abu-abu itu?" tanya Azahra yang ikut mengintip.


Zulfikar belum sadar, pria itu masih menatap teman Azahra di luar. "Yang kemeja abu-abu" jawabnya.


Deg!! Mata Zulfikar membulat saat menyadari kehadiran Azahra juga apa yang dia bicarakan. Salah tingkah, pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu masuk ke kamarnya. Melihat tingkah Zulfikar, Azahra menarik senyum sambil menggelengkan kepala.


Azahra membuka pintu rumah lalu membukakan gerbang untuk teman-temanya. "Ayo masuk" ucapnya mempersilahkan.


"Zah, kok kamu sih yang sambut kedatangan kami. Kan kamu lagi sakit. Dimana Kakakmu?" Haikal bertanya.


"Hah?" Azahra mengerutkan keningnya


"Ditanya malah bingung" cetus Haikal segera memarkirkan motornya di garasi samping motor Azahra.


"Ayo kita masuk" Asna mengajak teman-temannya. Tak lupa mengambil minuman dingin dan juga gorengan yang mereka beli, gadis berseragam putih abu-abu itu mengarahkan pandangannya pada Haikal yang menyebalkan baginya. Mendapatkan ejekan dari Haikal, dia kesal setengah mati.


Kak Faisal, Irwan, Gea, Geovani, mereka semua masuk ke rumah lalu duduk di ruang tamu.


"Makasih ya, kalian udah mau jenguk aku" ucap Azahra merasa terharu. Anak SMA berstatus istri duduk di samping Asna.


"Santai aja kali, kita kan keluarga. Udah seharusnya saling mengunjungi" ucap Gea sebelum menyeruput pop ice stroberi yang kini dia pegang.


"Tahu ni anak. Bdw, kok bisa sih kamu kesenggol motor" timpal Geovani penasaran.


"Ya bisa aja, Geva ..." Irwan menimpali.


"Maksud aku kenapa bisa dia kesenggol?" Geovani mencubit lengan Irwan, membuat Irwan meringis kesakitan sambil mengelus pelan bagian yang dicubit Geovani. "Ceritanya kek mana. Kok bisa dia kesenggol motor" sambung Geovani geram.


Azahra mengambil napas panjang sebelum bercerita. Didesak oleh Geovani, Zahra pun mulai bercerita hingga dia yang bertujuan ke Apotek 24 jam, bermalam di Rumah Sakit.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau sakit? Kan Kakak bisa kesini bawakan obat untuk kamu" ucap Faisal setelah mendengar cerita dari Azahra.

__ADS_1


"Cie cie ... ada yang cemas ni ..." Irwan meledek.


"Apaan sih" Azahra memelototi Irwan.


Faisal terkekeh. Di saat mereka semua sedang bercanda gurau di ruang tamu, Zulfikar di kamar memasang telinga untuk mendengarkan apa yang anak-anak SMA itu bahas. Nyatanya, selain membahasa penyebab Azahra masuk rumah sakit, mereka juga menjodohkan Azahra dengan Faisal.


"Kak Zul ... Kakak dimana?" terdengar Haikal mencari Zulfikar di ruang keluarga.


"Kak Zul lagi tidur" Azahra menjawab.


"Pandai sekali anak itu berbohong" gumam Zulfikar masih setia di kamar.


"Kak Zul ..." Haikal kembali memanggil.


Memikirkan kebaikan Haikal, Zul keluar dari kamar. Tapi sebelum itu, dia mengenakan baju dan celana yang layak digunakan saat ada tamu.


Melihat Zulfikar keluar kamar, Haikal menarik senyum menatap pria yang dia cari. Juga pria yang membuatnya tidur di emperan rumah sakit.


"Kak, ayo gabung di sini. Kebetulan, kedatangan kami kesini selain membesuk Azahra, kami juga mau melamar Azahra untuk Kakak senior kami, Kak Faisal. Itu dia orangnya" jari telunjuk Haikal terarah pada Faisal yang tersenyum. "Dia kuliah di UNM, jurusan Kedokteran" sambungnya membanggakan walau tujuannya bukan itu.


Zulfikar menatap Faisal. Tatapan pria itu membuat Haikal menarik senyum. Bagus, sepertinya rencana Haikal berhasil.


"Dilihat dari ketampanannya, Azahra nggak mungkin nggak tertarik pada pria ini. Dia tampan dan bersih. Anak kedokteran lagi" batin Zulfikar.


"Kak, kenalin, aku Faisal Addar. Kakak Senior Azahra, juga pria yang mengagumi adik sepupu Kakak" ungkap Faisal secara terang terangan sambil mengulurkan tangan pada Zulfikar.


Asna, Gea, Geovani dan juga Azahra menatap Zul yang tak kunjung menjabat tangan Faisal.


"Aku Zulfikar, Kakak sepupu Azahra" Zulfikar menjabat tangan Faisal.


"Jika benar kamu mengagumi adik aku, maka kuliah lah dengan baik, jangan pacaran mulu" sambung Zulfikar bersikap santai. Mereka tidak boleh tahu siapa Zulfikar. Kakak sepupu Azahra atau suami Azahra.

__ADS_1


__ADS_2