Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 22


__ADS_3

sore harinya, Ika sedang bersantai di ruang tamu sembari menotont drakor.


tk lama, tedenga pintu di ketuk dari luar "permisi assalamu'alaikum" ucap seseorang dari luar.


"w'wlaikum salam" ucap Ika seraya beranjak dari duduknya.


"siapa ya? " tanya Ika setelah membuka pintunya.


"saya Sumi nyonya Art yang di kirim tuan " ucap Wanita paruh baya tersebut.


" oh sebentar ya saya hubungi suami saya dulu" ucap Ika seraya mengeluarkan ponselnya dari dalam dompetnya.


"halo yah assalamu'alaikum" ucap Ika saat panggilan sudah di angkat.


"wa'alaikum salam bun ada apa? hmm " ucap Fadly dari seberang sana.


"enggak ada apa-apa kok yah cuma mau mastiin ayah beneran sewa Art? " tanya Ika seraya mengarahkan ponselnya kearah bi Sumi.


"iya sayang itu orangnya yasudah aku tutup ya soalnya lagi sibuk banget nih" ucap Fadly.


"oh yasudah kalau begitu aku matikan ya assalamu'alaikum" ucap Ika.


"wa'alaikum salam" ucap Fadly dari seberang sana.


setelah panggilan selesai, Ika menatap orang yang masih berdiri didepanya.


"ayo bi silahkan masuk ya" ucap Ika menarik tangan bi Sum.


bi Sum masuk dan menatap kagim kedalam rumah majikanya itu.


"bi kamar bibi ada di sebelah dapur itu ya bi" ucap Ika seraya menunjuk sebuah kamar yang terletak di samping dapur itu.


"iya nyonya kalau gitu saya permisi dulu" ucap Bi Sum berlalu pergi.


setelah itu, Ika menuju kamarnya untuk menunaikan sholat asharnya yang sedikit terlambat karena sekarang sudah menunjukan jam empat sore.


setelah selesai mandi dan melaksanakan sholat ashar, Ika membaca s


Alqur'an surah Yusuf dan surah maryam karena bagi ibu hamil, membaca kedua surah itu merupakan hal yang dianjurkan.


tok tok tok


terdengar suara ketukan pintu dari luar dan Ika segera membukanya.


"eh bi ada apa? " tanya Ika saat sudah berada di d3pan bi Sum.


"eh nyonya ini saya buatin makanan unyuk ibu hamil" ucap Bi Sum seraya menyerahkan Lele asam manis dan semangkuk sup wortel bayam


"wih enak banget itu bi " ucap Ika berbinar.


"iya nyonya supaya anak nyonya nanti tumbuh cerdas dan asi nyonya lancar" ucap bi Sum nenyerahkan npan berisi makanan dan segelas susu ibu hamil.


" iya bi makasih" ucap Ika menerima nampan tersebut dan mendadak menutup pintu kamarnya.


bi Sumi yang melihat itu, tampak kebingungan sendiri.

__ADS_1


"waduh kenapa si nyonya ya? apa aku salah bicara? " tanya bi Sum pada dirinya sendiri dia takut karena salah bicara ia akan di pecat.


sementara itu di dalam kamar, Ika menangis di bawah selimut. ia tidak menywngka akan menemui konflik dengan sang mama.


apa lagi, kini ia sedang berbadan dua dan seharusnya mendapatkan dukungan dari keluarganya. namun apalah daya ia harus menjalani ini semua dengan ikhlas.


setelah puas menanis, Ika segera menyantap makanan dan susu setelahitu ia membersihkan diri dan membaca novel kesukaanya.


puas dengan membaca novel, Ika meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"halo Fah loe bisa dateng gak kerumah gue? " tanya Ika saat sambungan telponya terhubung.


"........."


" oh ok gue tunggu ya" ucap Ika lalu menutup teleponya.


setelah itu, ia keluar dari kamar dan menuju lantai satu untuk meminta bi Sum membuatkan cake brownis.


"bi Sum" panggil Ika


"yaAllah non. non nggak papa kan? " tanya bi Sum khawatir.


Ika mrngerutkan dahinya bingung merasa aneh pada bi Sum.


"tadi saya kira nyonya marah sama saya karena saya salah omong" ucap bi Sum menunduk takut.


Ika tertawa kecil melihat tingkah pembantunya yang sedikit lucu itu.


"saya tidak apa-apa bi saya tadi cuma pengen istirahat aja" ucap Ika.


"oh gitu emm nuonya ada apa memanggil saya? " tanya bi Sum


"baik nyonya" ucap Bi Sumi segera mengerjakan apa yang Ika perintahkan.


sementara itu, Ika menuju ruang keluarga seraya menonton drakor kesukaanya.


tak lama, terdengar ponsel Ika berderong dan terdapat nqma seseorang.


segera Ika menggeser tombol berwarna hijau dan nampaklah wajah sang suami memenuhi layar ponselnya.


"halo assalamu'alaikum" ucap Ika seraya tersenyum


"wa'alaikum salam lagi apa? " tanya Fadly di seberang sana.


"emm ini lagi nunggu Afifah katanya dia mau kesini" ucap Ika.


"oh ya udah hati-hati ya jangan lupa nanti malam ayah pulang tunggu ayah " ucap Fadly.


"iya ayah sayang yasudah sepertinya Afifah sudah datang assalamu'alaikum " ucap Ika tersenyum.


"wa'alaikum salam " ucap Fadly dan mematikan panggilanya


tak lama, terdengar suara mobil matic memasuki halaman rumahnya.


segera Ika menuju halaman rumahnya. ia tersenyum karena sahabatnya sudah datang.

__ADS_1


"assalamu'alaikum bestie "ucap Afifah memeluk sahabatnya


"wa'alaikum salam ayo masuk kita ketaman belakang sajq karena udaranya segar" ucap Ika menarik tangan Afifah menuju taman belakang rumahnya.


"wuih indahnya pemandangan di sini" ucap Afifah merentangkan tanganya.


"duduk nih gue udah siapin cemilan kesukaan loe " ucap Ika


membuat Afifah menoleh dan seketika matanya berbinar menatap sesuatu di depanya.


"wiih kue lumpur "ucap Afifah girang mendekati mqkanan favoritnya tersebut.


"yee giliran makanan aja girang giliran di deketin cowok aja gak peka" ucap Ika menyindir.


"yee kan makanan lebih gue cintai dari pada cowok" ucap Afifah.


"huh dasar" ucap Ika


pasalnya pagi tadi Ika di beritahu oleh Ilham jika si Adit kacau berat. ia yang tak pernah m3nyentuh apapun jenis alkohol, malam itu untuk pertama kalinya Afit mengenal barang memabukan tersebut.


alasanya tak lain dan tak bukan, karena Afifah.


"huh andai saja gue bisa jujur sama loe Fah "keluh Ika.


lalu mereka berdua makan cemilan masing-masing seraya mengobrol.


"nyonya ini brownisnya " ucap bi Sumi


"iya bi terimakasih" ucap Ika


setelah itu, bi Sumi pergi menuju dapur karena masih banyak pekerjaan.


"emm itu tadi p3mbantu loe Ka? " tanya Afifah.


"hmm "


"sejak kapan? "


" baru tadi pagi mas Fadly yang memesanya dari agen terpercaya " ucap Ika karena melihat tatapan khawatir di matanya.


"huh syukur lah" guman Afifah lega


"hmm sebenarnya loe gimana sih sama Adit? " tanya Ika.


"hah? gue sama dia? " ucap Afifah bingung


"ya loe masa gqk tau kalau si Adit naksir sama loe? " tanya Ika gemas.


"gue--" ucapan Afifah menggantung di udara saat Ika memotong pembicaraanya.


"gue tau kok perasaan loe. loe takut kan di permainkan seperti waktu SMU? " tanya Ika.


"ya loe tau sendiri gue masih trauma takut terulang kembali" ucap Afifah.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMENT AND VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA.


MATUR SUWUN


__ADS_2