Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 87


__ADS_3

Fadly dengan cepat, segera meraih tangan istrinya itu dan menggenggamnya erat sakan tak rela, jika sang istri pergi.


"aku hanya ingin keluar ayah, " ucap Ika seraya berusaha melepaskan tanganya dari Fadly.


namun, dengan cepat Fadly mwkah semakin mendekatkan tubuhnya dan memeluknya. seakan laki laki itu, merasa takut dan trauma dengan kata perpisahan.


"jangan pernah, kamu pergi dari sisiku, apapun yang terjadi, " ucaonya seraya mengratkan pelukanya.


membuat dua perawat yang sedang berada di belakang mereka, hanya bisa mengulum swnyum seraya menggelengkan kepala. karena melihat pemandangan di depan mata mereka.


"Ayah, jangan seperti ini, Bunda malu, " ucap Ika berbisik. karena mendapatkan tatapan yang menggambarkan kalau ada kejadian yang lucu di depan mata mereka.


bukannya menurut, Fadly mskah dengan sengaja mengecup pipi sang istri di depan para perawat itu. membuat Ika seketika membulatkan matanya karena merasa terkejut.


"Ayah!!, " teriak Ika tertahan. karena jika dirinya bisa berteriak, maka akan langsung Ika lalukan karena rasa malu yang menyelimuti hatinya.


Fadly hanya tersenyum kecil mendengar ucapan istrinya itu. ia kemudian, menoleh ke belakang, menatap kedua perawat itu, dengan tatapan datar.


"saya sudah sembuh, jadi saya tidwk perlu di rawat lagi, " ucap Fadly seraya menatap lurus ke depan. dirinya tak ingin menatap kedua perawat itu.


"tapi Tuan, anda.. " ucapan salah satu pesawat itu terhenti saat melihat tangan Fadly yang diangkat satu.


menandakan jika, ia tak memerlukan ucapan dari para perawat itu. yang membuat Ika semakin malu di buatnya.


seakan, dirinya ingin menghilang dari muka bumi ini. dengan terburu buru, Ika melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


namun, lagi dsn lagi, Fadly menariknya hingga dirinya terjerembab ke dalam pelukan Fadly.


"kita keluar sama sama, " ucap Fadly berbisik di telinga istrinya.


membuat Ika segara menggelengkan kepala karena merasa, Fadly masih sakit dan masih membutuhkan perawatan.


"nggak, Ayah gak usah aneh aneh deh, orang baru sembuh juga, " ucapnya seraya menarik tangan suaminya untuk kembali berbaring, di kasur rumah sakit.


"tapi Bun, " ucapan Fadly terhenti saat melihat tatapan tajam sang istri.


maaf pendek ya gaes mampir sini di karya aku yang lain



cuplikan bab


hari ini, adalah hari membahagiakan bagi semua Siswa di Sekolah SMU PERMATA.


karena hari ini adalah hri kelulusan siswa kelas tiga. setelah tiga tahun mengenyam pendidikan dalam satu atap yang sama dengan puluhan siswa lainya.


termasuk juga, seorang gadis cantik yang sedari oagi sudah menghebohkan seisi rumah sederhana miliknya.


ia adalah. Fitriatul Iklimatus Zahra. seorang gadis cantik yang memiliki kecerdasan rata rata dan sebenarnya bisa menyaingi siswa lain untuk masuk perguruan tinggi.


namun, apalah daya, ia hanya seorang gadis polos yang terlahir dari keluarga kurang mampu.


karena kedua orang tuanya hanya seorang buruh cuci dari kampung ke kampung. sementara sang ayah, hanya seorang kuli bangunan dan sudah hampir satu tahun ini tak bekerja. karena penyakitnya sedang kambuh.


"bu, pak, Fitri pamit kesekolah dulu ya," ucapnya seraya menyambut tangan kedua orangtuanya.

__ADS_1


"iya, kamu hati-hati ya, " ucap sang ibu mengelus rambut anaknya dengan sayang.


"Fitri, " ucap sang bapak yang berada di kursi ruang tamu.


Fitri menoleh dan berjalan menghampiri sang ayah di kursi ruang tamu.


"iya pak ada apa,? " tanya Fitri seraya berjongkok di depan sang ayah.


"maafkan bapak ya, belum bisa membahagiakan kamu. belum bisa menyekolahkan kamu sampai sarjana, " ucap sang ayah seraya tersenyum di sela batuknua.


Fitri menggeleng kuat dan menatap mata keriput ayahnya itu.


"bapak nggak perlu minta maaf. kan bapak sama ibu idah memberikan pendidikan wajib selama dua belas taun pada Fitri, dan itu sudah lebih dari cukup buat Fitri, " ucap Fitri seraya memeluk sang ayah dan menangis di sana.


sang ibupun menghampiri suami dan anaknya itu srraya tersenyum.


"kamu memang anak yang baik sayang, " ucap sang ibu yang merasa bangga.


karena, disaat remaja seusianya sedang susahnya di atur, justru berbeda dengan Fitri gadis itu sangat penurut. dan tak pernah membantah jika di mintai tolong.


taklama, munculah seorang pemuda dari dalam kamar yang lain.


"eh, ada apa ini kok pada pelukan," celetuknya. membuat semua orang menoleh kearah sumber suara.


"abang, " teriak Fitri dan langsung memeluk sang kakak yang sepertinya baru sampai.


di susul oleh sang ibu yang juga menghampiri pemuda itu dan langsung memeluk sang anak dengan erat.


"kenapa abang baru pulang, ? hiks ibu rindu sama abang, " ucapnya seraya mengeratkan pemulanya.


membuat sang ibu langsung mengangkat tubuh putranya agar berdiri.


ya, Fitri memiliki seorang abang dan seorang adik laki-laki yang masih verusia sebelas tahun dan tahun depan sudah masuk Sekolah Menengah Pertama. atau SMP.


maka dari itu, ia memilih mengalah dan tak melanjutkan oendidikanya di jenjang kuliah.


toh, sma pun sudah cukup baginya yang berasal dari kampung terpencil itu.


setelah puas menghilangkan rasa rindu, Fitri berpamitan pada keluarganya untuk berangkat kesekolah.


karena hari ini adalah pengumuman ketulusan.


"pak, bu, bang, Fitri pamit dulu ya, doain semoga Fitri lulus biar bisa langsung kerja, " ucap Fitri seraya mencium punggung tabgan orang tuanya dan abangnya itu.


"mau abang anter nggak dek,? "tanya si abang yang bernama Gio.


"enggak usah bang makasih, " ucap Fitri menolak secara halus. karena ia tau, jika abangnya itu masih merindukan kedua orang tuanya.


setelah itu, Fitria berangkat dengan berjalan kaki. karena selain memang tak mempunyai ongkos, jarak sekolahnya juga lumayan dekat hanya sekitar lima kilo.


hah, lima kilo itu kamu bilang dekat,? aduh Fitri itu juga lumayan lho, bisa buat orang pegal kaki.


setelah sekian lama, berjalan kaki, akhirnya dirinya sampai di depan gerbang sekolah SMU PERMATA. dengan segera, ia mrlangkahkan masuk dan langsung menunu kelasnya.


"Fitri, sini " sebuah suara dari belakang yang membuat gadis cantik itu menoleh seketika.

__ADS_1


"Anggi " ucapnya seraya berjalan mendekati orang tersebut.


"kamu kesini naik apa,? " tanya Anggi saat Fitri sudah mendekati dirunyq.


"biasa naik sepatu, " jawab Fitri tersenyum manis.


"huh, dasar ya kamu, kenapa sih kamu menolak kalau bareng sama aku, kan biar nggak capek, " ucapnya seraya menatap iba pada sahabatnya itu.


"aku nggak mau ngerepotin kalian semua, biar aku aja yang menanggung semuanya, lagipula aku iklas, " ucap Fitri tersenyum manis kearah Anggi.


membuat Anggi menghela nafas pqnjangnya. temanya yang satu ini memang sulit untuk di bujuk apalagi jika soal materi. karena memang Fitri adalah siswa berprestasi disini.


tak lama, dua orang teman Fitri juga datang menghampirinya.


"eh, kalian ada disini, kita cariin tau, " ucap salah satu gadis yang memqkai bando di kepalanya.


membuat Fitri dan Anggi menoleh kearah gadis itu. lalu saling oandang dan sama sama tersenyum kearahnya.


membuat gadis itu mendegus kesal karena sudah dapat menebak jika mereka berdua pasti menertawakan dirinya yang menakai bandoo kupu-kupu.


memangnya sakah ya, jika memakai bandoo kupu-kupu kan lucu kayak Chibi Chibi hah hah hah.


"memang kenapa cari kita,?" tanya Anggi.


"katanya akan ada pengumuman kelulusan dan juga ada siswa teladan yang akan mendapatkan beasiswa ke kota, " ucap si gadis yang tak lain bernama Karla.


membuat Anggi menoleh kearah Fitri dan tersenyum penuh arti.


"kenapa kamu senyum sendiri,? " tanya Fitri bingung.


"semoga, kamu yang dapet ya Fit, biar kita bisa kuliah sama sama" ucap Anggi tersenyum cerah.


"hmm entahlah jika aku dapat, aku terima atau nggak, " ucapnya sendu.


"ish nanti itu kita fikirkan balik Fit, sekarang kita kelapangan aja karena sepertinya kepala sekolah sudah memanggil kita.


Fitri hanya mengangguk dan mengikuti langkah ketiga temanya itu.


yaitu, Fitri, Anggi, Amel dan juga Karla. mereka adalah termasuk bidadari sekolah karena kecantikan yang alami tanpa dempulan dan apapun.


namun, dari keempat gadis cantik itu, hanya Fitri yang kurang beruntung. karena semua siswa di sini termasuk anak orang berada. walaupun hanya di kampung terpencil.


karena Fitri masuk kesekolah inipun dengan perjuangan yang keras.


yaitu mengikuti beasiswa yang membuatnya bisa berada di sini.


mereka semua masuk kedalam barisan masing masing dan mulai mendengarkan pidato dari kepala sekolah.


"anak anaku sekalian srperti tahun sebelumnya, kita juga memiliki kandidat yang akan terpilih masuk kedalam Fakutas RAJAWALI di kota B dan nama itu adalah... " ucap pak kepala sekolah menjeda kata-katanya.


"Fitriatul Iklimatus Zahra." teriak pak kepala sekolah diiringi tepukan keras pada seluruh siswa.


sementara Fitri, gadis itu hanya mematung saat namanya di sebut antara percaya atau tidak, dan tepukan lembut pada pundaknya menyadarkan Fitri dari lamunanya.


dengan segera, ia maju keatas podium dengan masih tak percaya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2