
membuat Fadly, nenoleh kearah sang istri dan menatap wanitanya itu dengan perasaan cemas.
Ika yang menyadari raut wajah suaminya itu, memutar bola mata malas. karena pasti, mode posesifnya akan keluar.
"mau kemana,?" tanya Fadly setelah terdiam cukup lama.
"mau kekantin sebentar," ucap Ika sedikit ketus. karena sikap suaminya itu.
"kamu nggak akan ninggalin aku kan,?" tanya Fadly serius.
membuat Ika menghela nafas berat mendengar ucapan suaminya itu.
berapa kali, dirinya harus mengatakan, jjka sampai kapanpun, tak akan pernah meninggalkannya. tapi sepertinya, sang suami memiliki trauma mendalam akibat kejadian beberapa bulan itu.
"Ayah, aku hanya ingin membeli makanan aja," ucap Ika tersenyum tipis. swjujurnya, dirinya sangat gemas dengan kelakuan suaminya itu.
Fadly hanya mengangguk dan tersenyum tipis dan kemudian, Ika melangkah keluar dari ruang rawat suaminya. menuju kantin rumah sakit.
setelah beberapa saat, Ika kembali kedalam kamar rawat dan menghampiri sang suami dengan membawa sekantung plastik berwarna putih.
"banyak sekali sayang, apa isinya,?" tanya Fadly saat sang istri sudah berada di sampingnya.
"nih aku lagu pengen makan ini semua," ucap Ika seraya mengeluarkan semua isi di plastik.
Fadly tertegun sesaat karena melihat banyaknya barang aang istri.
"sayang, kamu serius mau makan ini semua,?" tanya Fadly.
"emm emang kenapa,?" tanya Ika seraya sibuk memakan cemilanya. " udah lama aku nggak makan cemilan ini semua," lanjutnua seraya memasukan kue pukis kedalam mulutnya.
baru beberapa saat memakanya, Ika keluar dari kamar rawat menuju kamar mandi.
__ADS_1
karena meman, ruang kamar mandi berada di samping kamar suaminya.
Fadly yang melihatnya, segera menyusul sang istri. tak lupa, ia menaruh bantal di kedua sisi bayi itu.
lalu, Fadly beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. menghampiri sang istri yang masing muntah muntah.
hoek hoek hoek
Ika memuntahkan semua makananya dan setelah merasa lega, Ika menyandarkan tubuhnya di dinding. tubuhnya merasa gemeteran.
dan hampir saja, tubuhnya ambruk jika tidak di tahan oleh Fadly.
"sayang, kamu kenapa,?" tanya Fadly mengusap sudut bibir sang istri.
"hmm aku udah hampir dua bulan seoerti ini," ucap Ika seraya menyandarkan kepalanya pada sang suami.
"kita ke Dokter sekarang ya, mumpung kita sedang berada di rumah sakit," ucap Fadly membawa istrinya masuk ke dalam ruangan.
karena takut, anaknya akan jatuh. mengingat, bayi kecil itu sekarang sudah bisa merambat.
Fadly segera memberikan segelas air pada sang istri dan segera meminumnya.
"terimakasih, aku mau istirahat dulu ya, Ayah bisakan jagain baby Nisa sebentar,?" tanya Ika.
ia merasa tidak enak karena membebani sang suami dengan menjaga Nisa. karena memang, Fadly belum sepenuhnya pulih.
tapi, rasa mual dan pusingnya, tak bisa ia tqhan. sehingga terpaksa, dirinya harus beristirahat.
"iya bun, nggak papa kok, kamu istirqhat aja biar baby Nisa aku yang jaga.
Ika hanya tersenyum. dan mulai memejamkan mata. tak lama, Ikapun tertidur.
__ADS_1
Fadly beranjak dari ranjang, dan menghampiri istrinya. ia berjongkok di depan wanitanya itu. mengelus tangan lembutnya. kemudian, mengecupnya.
"maaf, maafkan aku yang menggores luka di hatimu sayang, aku berjanji, akan selalu ada di samping kamu," ucap Fadly seraya mengecup pipi Ika.
kemudian, pindah ke mata hidung, dan berakhir di bibir sang istri. lama, dirinya memwndang, Fadly mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.
cup
Fadly mengecup bibir istrinya dan sedikit melu**tnya. membuat si empunya, merasa terusik dan menggeliat. kemudian, membalikan tubuhnya. membelakangi sang suami.
membuat Fadly, tersenyum geli atas apa yang di lakukan istrinya itu.
kemudian ia bangkit dan menghampiri anaknya untuk ikut beristirahat.
karena memang, tubuhbya masih sangat lemah untuk sekedar beraktivitas. dan akhirnya, merekapun tertidur.
sore harinya, Ika dan Fafly mendatangi Dokter Obgyn untuk mengecek kesehatanya. awalnya, Ika menolak saat sang suami mengajaknya ke Dokter Obgyn.
karena Ika merasa hanya mengalami magh saja. dan dengan Kuat, Fadly berpendapat, jika Istrinya itu sedang hamil.
akhirnya, mau tidak mau Ika menuruti kemauan sang suami yang memang sangat keras kepala itu.
"selamat ya Pak Bu, kalian akan segera mempunyai anak," ucap sang Dokter. seraya memperlihatkan alat usg yang tedapat di atas perut Ika.
sontak saja, hal itu membuat Ika dan Fadly terkejut karena, mereka melakukanya, hampir dua bulan yang lalu, dan itu hanya sekali.
"bagaimana bisa Dok,?" tanya Ika bingung.
"maksudnya,?" tanya Dokter itu lebih bingung.
lah, kan mereka suami istri, kok kaget bisa hamil,? ada ada saja. fikir Dokter itu.
__ADS_1
"karena saya pakai IUD Dok, kok bisa kebobolan,?" tanya Ika memperjelas.
BERSAMBUNG......