
sikap Ika yang seperti itu, membuat Fadly semakin gusar di buatnya.
"bun, kenapa sih harus seperti ini,? " tanya Fadly seraya menggenggam tangan sang isteri.
Ika meringis. sebenarnya, ia merasa sangat tersiksa berpura puramemusuhi sang suami.
dengan hati gundah, ia menepis tangan suaminya. lalu, menidurkan sang anak dan meletakkannya di dalam box bayi.
setelah itu, ia kembali kekamar mandi dan mengganti pakaian tidur
setelah selesai, ia bergegas langsung menuju ranjang dan berbaring memunggungi sang suami.
Fadly meremas rambutnya sendiri. merasa frustasi dengan sikap sang isteri.
lalu, ia dengan perlahan merebahkan tubuhnya di samping sang isteri dan memeluk tubuh Ika dari belakang.
"tidur bun, tidak usah di fikirkan" ucap Fadly mengecup pipi isterinya.
pagi harinya...
Ika bangun lebih awal dan langsung menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk semuanya
"semoga, semuanya cepat berlalu, " gumam Ika seraya terus menumis.
tak lama, Fadly turun seraya menggendong baby Nisa yang sama-sama belum mandi.
"pagi bun, " ucap Fadly seraya mengecup pipi sang isteri.
"pagi yah, " sapa Ika seraya tersenyum kearah sang suami. namun teringat akan petuah Dokter kemarin, senyuman itu hilang.
dan senyuman yang mengembang di wajah Fadly tiba-tiba menghilang.
lalu, ia berlaku dingin pada sang isteri. "kalau begitu, ayah pergi dulu, " ucap Fadly melangkah pergi.
setelah kepergian sang suami, Ika berlari kekamarnya seraya menggendong baby Nisa menuju kamar.
sesampainya di kamar, tangis Ika pun pecak, "hiks hiks hiks mafin bunda yah, " ucap Ika sesenggukan.
lalu, ia memeluk putrinya seraya mengecup pipi bayi mungil itu beberapa kali, " maafin bunda ya nak, " ucap Ika.
sungguh, ia merasa sangat berdosa sekali trlah melakukan ini. ia hanya berharap suatu saat jika kebohongan itu terbongkar, sang suami bisa memaafkanya.
🌸🌸🌸
sementara itu, di kantor Fadly merasa sangat frustasi dengan sikap Ika sekarang ini.
"kenapa jadi seperti ini sih, " ucapnya seraya mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
__ADS_1
lalu, ia melangkah menuju ruangan dan melewati loby kantor.
sesampainya di ruangannya, ia langsung fokus pada pekerjaanya.
setelah berkutat dengan komputer sekian lama, Fadly memutuskan untuk kekantin dan memesan makanan karena ia belum sempat sarapan.
"loe, kenapa lagi Dly,? kusut amat tuh muka,? " tanya Riko saat melihat temanya itu makan siang dengan tidak fokus.
"entahlah, Ika seperti memiliki kepribadian yang berbeda, " ucap Fadly. membuat Riko dan Doni saling berpandangan.
lalu, Fadly menceritakan semuanya pada sahabat-sahabatnya.
"mungkin saja Ika masih belum mau menyinggung doal anak Dly, lagian Nisa kan baru usia dua bulan, " ucap Doni
Fadly hanya mengangguk lemah dan menghembuskan nafas kasar.
sementara itu, Ika yang merasa gelisah, menelpon Afifah untuk meminta solusi dan masukanya.
walaupun ia tau pasti akan berakhir sia-sia belaka karena sahabatnya itu belum berumah tangga.
"haloo Fah, loe dimana,? lagi sibuk gak,? " tanya Ika
"oh, gue lagi senggang nih, ada apa,? " tanya Afifah dari srberang sana.
"gue butuh temen curhat, loe kesini ya," pinta Ika pada sahabatnya itu.
setelah itu, Ika mulai membuka pesan dari sang suami.
ia tersenyum miris pada diri sendiri." semoga ini yang terbaik, " gumamnya dalam hati.
setelah itu, ia mencoba menghubungi sang suami, namun tak pernah ada jawaban dan malah di riject panggilanya.
dan Ika tahu, jika sudah seperti ini, berarti sang suami sedang marah besar padanya.
tak lama, Afifah datang dan segera, Ika turun dan menemuinya.
" kenapa loe mau ktemuan sama gue,? " tanyanya tanpa basa-basi,
"ish loe ya, udah ketularan Adit nih pasti, " ucap Ika mencibir.
" ya enggak gitu maksud gue Ka, jan nggak biasanya loe ngajakin gue ketemuan tanpa temen-temen yang lain, " ucap Afifah.
"hmm gue pengen curhat sama loe, " ucapnya dengan ekspresi gugupnya.
"loe mau curhat apa sampai gugup begitu,? " tanya Afifah curiga.
Ika menarik nafas, sebelum ia mengatajan sesuatu, "jadi gue,.. " Ika nenceritakan semuanya pada Afifah berharap sahabatnya itu bisa memberikanya solusi yang terbaik.
__ADS_1
"hmm gue sih nggak bisa ngasih masukan, soalnya gue masih single, lebih baik loe, bicarakan sama Fadly jalan tengahnya, " ucap Afifah.
Ika mengangguk dan merekapun mengobrol seperti biasa membahas sesuatu. seraya sesekali, Afifah menggoda baby Nisa yang berada di gendongan sang ibu.
setelah selesai berbincang-bincang, Afifahpun pamit pulang karena hari sudah mulai gelap.
"gue harus jujur sama dia, " gumam Ika setelah merasa yakin.
malam harinya, Ika nenunggu sang suani pulang dengan baby Nisa yang sudah cantik dan wangi itu di teras rumahnya.
tak berapa lama, motor yang di kendarai Fadlypun, sudah sampai depan rumah.
dengan segera, Ika menghampiri dan hendak menyambut sang suami. namun, diluar dugaanya, Fadly malah menepis tanganya dan segera mengambil baby Nisa yang berada di gendonganya.
Deg
jantungnya serasa ingin lepas saat tanganya di tepis secara kasar oleh sang suami.
apa seoerti ini, rasanya rak dianggap,? sungguh ia sangat menyesal dengan perbuatanya itu.
"a-ayah " ucap Ika terbata. Fadly menoleh sesaat dan langsung berlalu pergi menuju kamar mereka.
"ayah, maafin bunda, " ucapnya seraya berlari mengejar sang suami
sesampainya di kamar, Ika melihat suami dan anaknya tengah bernain dan sesekali baby Nisa tertawa.
karma nemang cepat swkali berlaku. baru saja semalam ia yang menjaga jarak dengan suaminya dan mengabaikanya. namun, kini malah dia yang di beri jarak oleh suami.
Ika duduk di samping suaminya, " ayah, ayah marah sama bunda,? " tanya Ika pada suaminya.
nah kan, adeganya persis dengan yang baru saja terjadi namun, dengan orang yang tertukar.
memang kadabg karma itu nyata bestie hehehe maka dari itu, jangan bermain-main dengan karma.
"gak! " ucap Fadly dingin, " udah, sana tidur udah malam," ucapnya dingin saat melihat isterinya akan membuka suara.
lalu, Fadly meletakan baby Nisa yang sudah tertidur di gendongan sang ayah. bayi usia dua bulan itu, sangat merip dengan sang ayah yang ***** ( nempel molor)
Ika menurut dan langsung nenuju kamar ma di dan membersihkan diri..setelah selesai, Ika keluar dan mendapati sang suami sedang bermain ponsel.
Ika berniat ingin masuk kedalam lengan sang suami. namun, niatnya di urungkan, saat ia melihat Fadly memiringkan tubuhnya membelakangi dirinya.
lantas, Ikapun berbaring di samping suaminya dan menatap langit-langit kamarnya. entah apa ya g Ika fikirkan,. sejenak, Ika memandangi punggung suaminya dan tersenyum miris.
baru saja akan bahagia, namun sudah di uji oleh hal seperti ini.
tanganya terulur dan mengusap punggung kokoh Fadly dan tak lama, Ikapun terlelap.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....