
seminggu kemudian...
kini rumah Fadly dan Ika telah di penuhi orang-orang yang membantunya dalam mempersiapkan acara nanti malam.
"Nyonya ini acaranya sudah siap " ucap Bi Sumi seraya memberikan potongan buah mangga kepada Ika
"oh iya bi nanti bibi buatin bingkisan pada anak panti ya bi " ucap Ika seraya menerima piring dan gelas lalu di letakan di atas nakas sebelah ranjang.
"emm memang ada berapa anwk panti asuhanya nyonya ?" tanya bi Sumi.
"emm kira-kira tiga ratusan bi" ucap Ika seraya mengambil piring dan menyantap buah mangga.
"baik kalau begitu nanti saya persiapkan"ucap bi Sumi berlalu pergi.
setelah pembantunya keluar dari kamar, Ika nenghubungi teman-temanya satu persatu untuk datang kerumahnya nanti malam.
"halo Fah nanti mqlam loe datang kan? " tanya Ika
"....."
"oh oke gue tunggu nanti malam" ucap Ika mengakhiri percakapanya dengan Afifah di telpon.
"hmm semoga saja mama bisa datang" gumam Ika seraya memandang hamparan kebun teh dari atas balkon rumahnya.
🌸🌸🌸
sementara itu, Fadly yang berada di kantor merasa khawatir dan was-was saat dirinya akan memasuki ruang Direktur. tempat sang mertua.
perlahan ia mulai mengetuk pintu.
tok tok tok
masuk!!
ter dengar perintah dari dalam yqng membuat Fadly memberanikan diri untuk masuk.
melihat sang bos sekaligus mertuanya yang wedang sibuk di dwpan computer, membuat Fadly memberanikan diri mengutarakan sesuatu.
"emm maaf pak ini laporan yang bapak minta" ucap Fadly seraya menyerahkan laporan keuangan pada bosnya.
"hmm taruh saja di situ" ucap Papa Yasinu seraya menunjuk tempat kosong di samping komputer.
Fadly hanya mengangguk dan pamit undur diri untuk kembali keruanganya.
namun sebuah suara. enghentikan langkahnya
" tunngu" ucap Papa Yasinu membuat Fadly berhenti dan berbalik arah.
"kapan acara tujuh bulan isterimu? " tanya Papa Yasinu.
"nanti malam pah aku berharap papa sama mama bisa hadir" ucap Fadly menunduk.
"tentu saja papa pasti datang. tapi kalau mamah jangan terlalu berharap" ucap Papa Yasinu datar.
__ADS_1
"papa tau kamu merasa bersalah pada kami dan berniat meninggalkan putriku " ucap Papa Yasinu tenang membuat Fadly semakin gugup di buatnya. 1
"bagaimana papa bisa tahu? apa dari Ika? " tanya Fadly.
"bukan Ika tidak pernah berbicara apapun pada Papa jangqnkan masalah pribadi kwlian, masalah pekerjaan dia yang seorang penulis novel saja papa baru tahu" ucap Papa Yasinu tersenyum tipis.
"jadi papa baru mengetahuinya? " tanya Fadly
"hmm dan satu yang papa minta kamu jaga baik baik keluarga kecilmu jangan sampai ada yang merusaknya atau mempengaruhi kamu karena Ika sekarang menjadi tanggung jawabmu" ucap Papa Yasinu menepuk bahu menantunya itu.
"baik pah kalau begitu aku keluar dulu" ucap Fadly berlalu meninggalkan ruang Papa Yasinu.
Fadly melangkah menuju ruanganya dengan sedikit bersemangat membuat Doni dan Riko yang berpapasan denganya menjadi heran.
"kenapa tuh orang? " tanya Doni
"entah lah ayo kerja gak usah ngegosip " ucap Riko yang langsung menarik tangan Doni memasuki ruangan masing-masing..
🌸🌸🌸
sore harinya...
semua tamu sudah mulai berdatangan termasuk teman-temanya.
"ayo silahkan masuk" ucap Ika nempersilahkan teman-temanya menempati karpet yang telah di sediakan.
"wiih gak nyangka sebentar lagi loe bakal jadi mahmud " ucap Indah seraya mengelus perut besar Ika.
"enggak. tapi gue udah sangat yakin kalau anak gue cewek" ucap Ika seraya mengelus perutnya.
"nih gue bawa hadiah buat calon ponakan gue" ucap Afifah menyodorkan bingkisan pada Ika.
"aduh makasih tate"ucap Ika seraya menerima bingkisan dari Afifah.
sementara itu, Ilham Aris dan Adit tengah sibuk membantu Fadly untuk menggelar tenda untuk anak-anak panti asuhan.
tak lama, semua tamu telah hadir termasuk keluarga besarnya.
"selamat ya Ika atas tujuh bulan kwndunganya semoga semua sehat sehat sampai persalinan" ucap mbak Putri seraya memeluk Ika.
"makasih mbak kalian semua mau hadir " ucap Ika meneteskan airmatanya.
"sudahlah jangan nangis " kata Mbak Minah seraya menggendong si kembar.
tak lama, acara tujuh bulanan di mulai semua orang mengumandangkan Sholawat termasuk para anak panti asuhan yang Ika dan Fadly undang.
setelah acara selesai mereka srmua mrnyantap hidangan yang telah di sediakan. dan semua makan dengan lahap.
namun tidak dengan Ika wanita itu malah memilih menjauh menyendiri dibtaman belakang.
"sudah biar mbak saja yang menemui Ika" ucap mbak Minah saat melihat Fadly ingin menyusul isterinya di taman belakang
Fadly menurut dan memuju teman-temanya
__ADS_1
Ika duduk sendiri di bangku taman seraya menatap bintang-bintang yang bertaburan indah di langit.
"semua keluarga intiku tidak ada yang datang " ucap Ika lirih seraya menatap keatas langit.
"gak baik wanita hamil malam-malam di luar" ucap Mbak Minah menepuk bahu Ika.
Ika menoleh dan tersenyum kecut "apa sebegitu bencinya mama padaku mbak? sampai-sampai tidak sudi datang kemari? " tanya Ika pada mbak Minah.
"kamu jangan bicara sembarangan Ika mungkin Tante Erika perlu waktu lebih baik kamu berdoa saja" ucap Mbak Minah.
sebenarnya ia merasa kasihan pada adik sepupunya itu. tapi apa yang bisa ia lakukan? sungguh tidak bisa apa-apa.
"maafkan mamahmu nak" muncul sebuah suara dari belakang membuat mereka berdua menoleh.
"papa" ucap Ika dan langsung memeluk sang ayah menangis sejadi-jadinya sepertibanak kecil yang di sakiti temanya.
"jangan menangis sayang gak baik untuk kandungan kamu" ucap Papa Yasinu mengusap air mata putrinya.
"aku kira Papa nggak akan datang"ucap Ika mengurai pelukanya dan menatap sendu papanya.
"gak mungkin Papa gak datang sayang" ucap Papa Yasinu gemas.
"Zaka gak ikut pah? " tanya Ika Yang mencari sang adik.
"adikmu tokonya sedang ramai sayang jadi gak jadi datang" ucap Papa Yasinu membelai kepala sang anak.
tak lama, ponsel Ika berdering menampilkan nama adiknya disana.
"assalamu'alaikum" ucap Zaka
"wa'alaikum salam" ucap Ika dan Papa Yasinu .
:maaf ya mbak gak sempet hadir di sana soalnya banyak pelanggan di sini" ucap Zaka.
"iya gak papa Zaka" ucap Ika tersenyum manis.
"oh iya aku udah ngirim kado buat calon keponakan aku" ucap Zaka.
"iya udah sampai nih barangnya" ucap Ika mengarahkan ponselnya pada sebuah kotak besar di sampingnya.
"makasih om Zaka" ucap Ika menirukan suara anak kecil.
"sama-sama yaudah aku tutup ya assalamu'slaikum " ucap Zskariya seraya menutup teleponya.
"wa'alaikum salam " ucap Ika
tak lama, keluarga dan teman-temanya pamit untuk pulang karena sudah malam.
"dah sayang" ucap Mbak Putri memeluk Ika. begitupun dengan yang lain.
BERSAMBUNG...........
Tinggalkan jejak kalian gaes
__ADS_1