Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 54


__ADS_3

kini pasangan suami istri muda itu, tangah berada di kamar.


Ika sedang menidurkan baby Nisa karena saat ini, sudah jam delapan malam.


karena Ika membiasakan sang putri tidur tepat waktu.


setelah selesai menidurkan sang anak, Ika menuju balkon kamarnya. seraya menghirup udara malam yangbegitu menyegarkan baginya.


ia memainkan ponselnya, membuka aplikasi novel online dan menulis cerita novelnya yang sempat terbengkalai, karena terhenti saat dirinya melahirkan.


lama, ia memandang langit malam, hingga dirinya tak menyadari jika, tangan sang Suami telah melingkar di pinggang rampingnya.


"lagi apa,? " tanya sang suami yang memangku dagunya di pundak sang istri.


"hmm lagi ngelanjutin nulis novel onlineku yang sempat terbengkalai," ucapnya seraya mengelus tangan kekar suaminya itu.


"bun, besok kita pulang ke kota S. gak papa kan,? " tanya Fadly dengan hati-hati.


karena seoertinya isterinya masih nyaman berada di kota ini dan berada di keluarga besarnya itu.


Ika membalikan badan dan kini menatap sang suami, dengan wajah tersenyum, " dimanapun ayah berada, di situ ada bunda, " ucapnya tersenyum.


Fadly membalas senyuman manis itu. ia merasa bersyukur karena sang isteri begitu pengertian. karena biasanya wanita akan mementingkan ego dan perasaanya sendiri..


"sekalian kita membeli makanan di minimarket terdekat karena semua bahan sudah mulai habis," lanjutnya seraya mengerjakan novel onlinenya.


tiba-tiba, sang siami merebut ponselnya. untung saja ia sudah selesai memperbarui bab baru.


"gak baik main ponsel terus, lebih baik kita tidur dan mulai... " Fadly membisikan sesuatu dan langsung mendapatkan cubitan panas dari sang isteri.


"aww, " ringisnya seraya meraba perutnya yang terasa panas. " sayang, kenapa kamu hoby sekali menganiayaku, " gerutunya.


Ika mengulum senyum dan kemudian mengelus pinggang sang suami yang tadi ia cubit.


"biarin, biar ayah sadar kalau hidup nggak melulu soal belaian. masih banyak hal lain yang harus di fikirkan, " ucapnya seraya tersenyum manis.


membuat Fadly yang tadinya cemberut, menjadi adem hati dan fikiranya.


memang benar, apa yang di katakan oleh isterinya itu bahwa hidup memang tak selamanya soal belaian. walau memang itu penting dan di butuhkan oleh manusia normal.


tapi, jangan menjadikan hal itu menjadi prioritas yang mengalahkan hati dan akal manusia.


"tidur yuk, udah malam besok kita berangkat pagi, " ucap Fadly menarik isterinya. dan mereka terlelap di malam itu, tanpa ritual suami isteri.

__ADS_1


cieleh otornya ngomong apa sih,? emang mau ngusir hantu pakai acara ritual.


pagi harinya, Fadly dan Ika sudah bersiap untuk berangkat. setelah ia menyelesaikan semua kegiatanya.


mereka berdua keluar dari kamar untuk menuju lantai bawah dengan Fadly menggeret koper, sementara Ika, mengfendong baby Nisa.


"mah, kami pulang dulu ya, " ucap Ika saat mereka sudah berada di ruang keluarga.


"lho, kok cepat sekali pulangnya, padahal mamah masih kangen dengan cucu mamah, " ucap mama Erika.


"kapan-kapan kita main kemari lagi, " ucap Ika tersenyum manis kearah sang mamah.


"ya sudah kalian hati-hati ya, " ucap mamah Erika seraya mengecup pipi sang cucu.


mama Erika mengantarkan anak dan menantunya hingga kedepan rumah.


"eh, kalian mau kemana,? " tanya bibi Niara yang jebetulan baru keluar dari rumah.


"eh, bi kami akan pulang ke kota S, " ucap Ika yang menyalami sang bibi.


mereka masuk kedalam mobil dan Fadly segera melajukan mobil itu meninggalkan kediaman sang mama.


di sepanjang jalan, tangan pasutri itu tak pernah lepas dari genggwman satu sama lain. dan sesekali,Fadly mengecup kening sang istri.


Fadly menurut dan langsung menghentikan mobilnya. dengan segera, pasutri muda itu keluar mobil dan masuk kedalam mini market dengan baby Nisa yang masih anteng dengan alam mimpinya. dan tak terusik sama sekali.


setelah sampai di depan pintu masuk, Fadly mengambil alih baby Nisa dari gendongan sang isteri.


Ika dengan senang hati, membiarkan suaminya itu menggendong buah hati mereka.


karena jujur, ia akhir-akhir ini merasakan kelelahan. mungkin karena efek baby Nisa yang sudah mulai besar. otomatis, sudah mulai berat saat di gendang.


setelah masuk kedalam minimatket, Ika segera mengambil troli dan segera mengambil kebutuhan dapurnya.


berupa beras, minyak goreng dan lain sebagainya.


"sudah semua,? " tanya Fafly seraya melihat kearah troli.


Ika menganggukan kepala dan segera menuju kasir. namun, di tengah jalan, Fadly berhenti dan mengambil dua bok susu almon dan di masukin di trolinya.


"hampir saja lupa. kan, " ucap Fadly yang melirik sang isteri.


Ika hanya nyengir kuda mendapat sindiran dari sang suami.

__ADS_1


namun, ia juga merasa bersyukur karena suaminya itu sangat perhatian padanya.


selalu menyetok susu almond ywng memang di sarankan oleh Dokter.


ya selama ini memang yang mengingatkan semua asupan Ika memang sang suami. karena Ika sering kali melupakanya.


"udah semua kan,? " tanya Fadly.


"belum yah, nih bunda mau ambil kukis almond dulu buat cemilan di jalan, " ucap Ika seraya mengambil dua bok cemilan kesukaanya.


setelah selesai belanja bulanan, mereka menuju kasir untuk membayar.


dan saat sudah selesai membayar, tak sengaja Ika dan Fadly bertemu dengan Diana yang sedang bersama seorang anak laki-laki.


sejenak, ketiga orang dewasa itu saling pandang dan tertegun sesaat dan pandangan mereka saling bertemu satu sama lain.


dengan cepat, Fadly menarik sang isteti dan keluar dari minimarket itu. membuat Diana mengepalkan tangan geram.


"tunggu saja, jika waktunya sudah tiba, kau akan menjadi milikku, " gumanua dan berlalu pergi.


sementara Ika dan Fadly saling diam di dalam mobil meski dengann genggaman tangan masing masing.


sesampainya di kota S, Fadly segera turun dan membawa baby Nisa nasuk kedalam rumah terlebih dahulu.


setelah itu, ia menggendong sang isteri yang tamoak sedikit pucat. membuat Fadly merasa heran.


apakah karena ia bertemu dengan Diana, sehingga menjadi pucat begini.


segera, ia mengangkat tubuh isterinya dan masuk kedalam rumah. dan langsung nenuju kamar mereka.


Dengan perlahan, Fadly membaringkan tubuh istrinya agar tak terbangun.


lalu, ua keluar kamar untuk menghubungi seseorang.


"halo Ko, bagaimana,? semua bisa di buktikan,? " tanya Fadly saat sambungan teleon sudah tersambung.


"dikit lagi bro, loe tenang saja sebentar lagi kita akan mengetahui siapa ayah dari anak Diana, " ucap Riko dari seberang sana.


Fadly menghembuskan nafasnya kasar, " semoga saja semua akan cepat terbongkar. " ucapnya dan kemudian membuat susu untuk sang istri.


dia berjalan menuju kamar dan meletakan susu hangat itu, diatas nakas. lali, berbaring memeluk isterinya dan anaknya yang berada di tengah.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


da


__ADS_2