Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 34


__ADS_3

setelah beberapa kali mengatur nafas, Dr. Julia memerintahkan Ika untuk mendorong.


"ayo nyonya sekarang dorong" titah Dr. Julia. Ika menghirup udara sebanyak mungkin lalu menghembuskan.


"egghh" deru nafas Ika sempat terengah saat ia measa ada yang sudah setengah keluar.


"ayo nyonya semangat dorongnya " ucap Dr. Julia seraya membuka selimut.


"ayo sayang kamu pasti kuat " bisik Fadly srraya menggenggam tangan sang isteri.


"heghh" satu dorongan kuat yang di lakukan Ika, membuat bayi mungil itu terlahir.


oek oek oek


terdengar suara tangisan bayi yang sangat nyaring. Dr. Julia segera mengambil alih bayi merah tersebut dari tangan perawat.


lalu berjalan untuk membersihkan tubuh bayi itu yang masih berlumuran darah.


sementara itu di luar kamar persalinan, terlihat antusias dari keluarga Ika dan Fadly yang merasakan kecemasan.


tak lama, mereka semua mengucap syukur tatkala mendengar suara tangis bayi dari dalam ruangan.


"alhamdulillah " ucap mbak Minah seraya meneteskan air mata. begitupun dengan mbak Putri yang juga tampak terharu.


"sekarang adik kalian udah jadi ibu ya " ucap Mas Surya.


tiba-tiba mbak Putri tampak bersedih. Mas Wisnu menyadari itu ia segera merangkul sang isteri dan memberi semangat.


"sayangnya tante Erika masih saja membatu hatinya sampai sekarang" ucap Stevia.


"ya kamu benar Stev semoga dengan hadirnya cucu membuat tante Erika sedikit melunak" ucap mbak Minah.


"aamiin" ucap semua orang yang berada di sana termaduk keluarga Fadly.


ya. mereka semua sudah mengetahui masalah yang di hadapi oleh Fadly dan Ika. awalnya keluarga Fadly sedikit kecewa dengan sikap mama Ika dan menyuruh untuk meninggalkan Ika. namun dengan tegas Fadly berkata tidak akan melepaskan sang isteri.


"sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan isteriku" ucap Fadly saat mereka tengah berdebat dengan keluarga besarnya.


"tapi nak dia--ucapan bude Fadly terhenti saat Fadly mengisyaratkan tanganya.


"bukan Ika yang salah bude ini hanya murni karena kesalah fahaman saja" ucap Fadly pergi meninggalkan kediaman budenya.


tak lama, papa Yasinu datang dengan wajah tegangnya.


"bagaimana? " tanya Papa Yasinu menghampiri kursi tunggu.

__ADS_1


"alhamdulillah om bayinya sudah lahir" ucap mbak Putri


"alhamdulilah. lalu kenapa belum masuk? "tanya Papa Yasinu


"nanti om nunggu Ika di pindahkan keruang rawat" jawab mbak Minah.


membuat Papah Yasinu menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"oh ya om, tante Erika gak ikut? " tanya Stevia yang menyadari jika omnya hanya datang seorang diri.


Papa Yasinu hanya bisa menggeleng lemah. membuat seseorang berjalan menghampiri Papa Yasinu.


"sudah saya duga " ucap suara dari belakang. membuat Papa Yasinu menoleh dan mendapati bude Nirmala berdiri di belakangnya.


"kenapa? " tanya bude Nirmala pada Papa Yasinu. "kenapa isteri anda berubah secepat ini? apa karena keponakan saya orang twk punya? tapi anda bisa lihatkan sekarang keponakan saya bisa membeli rumah? " tanya budhe Nirmala berapi-api.


membuat Papa Yasinu semakin bungkam. tak lama, suami dari budhe Nirmala menghampiri sang isteri untuk menenangkanya.


"sudah lah buk itu urusan anak muda kita yang sudah tua jangan ikut campur" ucap Pakde Imam menasehati.


"gak bisa gitu pak aku sakit hati Fadly di perlakukan semena-mena sama keluarga mereka" ucap bude Nirmala masih berapi-api.


🌸🌸🌸


sementara itu di dalam ruangan tampak sepasang orang tua baru sedang berbahagia


Ika tersenyum menatap sang suami dan menganggukqn kepala. " terimakasih atas semua perhatianya ayah sayang" ucap Ika berbicara lemah karena memang kehabisan tenaga setelah melahirkan.


"seharusnya aku yang berterimakasih karena kamu mau melahirkan anak aku. terimakasih ya sudah berjuang sebesar ini" ucap Fadly seraya terisak.


Ika tersenyum melihat sang suami yang menangis. "jangan nangis ah masa udah jadi ayah masih nangis" ucap Ika meledek sang suami.


Fadly tersenyum menanggapi ledekan sang isteri. tak lama, Dr. Julia datang seraya membawa bayi mungil yang terbalut kain jarik.


"selamat ya tuan, nyonya anaknya cantik seperti ibunya" ucap Dr. Julia seraya menyerahkan bayi mungil tersebut kepada Ika.


Ika menyambutnya dengan perasaan berkecamuk di dada. ada rasa bahagia, terharu, dan juga sedih.


bahagia dan terharu karena ia sudah menjadi seorang bunda, sedih karena sampai saat dirinya melahirkan sang mama belum jiga melunak.


entah bagaimana ia harus menyikapi ini semua dan bagaimana cara agar bisa tegar.


Fadly yang melihat wajah sang isteri segera menggenggamnya.


"gak usah di fikirkqn semua akan baik-baik saja " ucap Fadly seraya menciumi tangan isterinya.

__ADS_1


Ika menoleh kearah sang suami dan mengangguk seraya tersenyum. lalu beralih menatap sang buah hati yang masih brrada di gendongan Dr. Julia.


"sini dok saya mau lihat " ucap Ika berusaha duduk dan merentangkan tanganya. ingin menggendong malaikat kecilnya.


Dr. Julia segera menyerahkan bayi mungil tersebut untuk segera di beri asi.


"kalau begitu saya permisi dulu nanti suster akan membawa anda keruang perawatan" ucap Dr. Julia. Ika dan Fadly mengangguk.


"terimakasih sekali lagi Dok" ucap Fadly menyalami Dr. Julia. dan di angguki oleh beliau. dan meninggalkan ruang persalinan.


"sakit ya sayang? " tanya Fadly saat sang isteri tampak meringis menahan sesuatu saat mulut mungil itu mulai menyedot.


Ika menoleh seraya menggelengkan kepala. " enggak kok yah cuma agak nyeri aja kan baru pertama kali soalnya nanti juga hilang dan terbiasa " Ika kembali fokus meng-asihi sang putri.


Fadly tak henti-hentinya memandangi wajah putri cantiknya.


tak lama, perawat datang dan menghampiri pasangan orang tua baru tersebut.


"kita pindah ya nyonya" ucap si perawat seraya nendorong brankar dan membuka pintu. di depan ruang persalinan, sudah menunggu mereka berdua.


"wah selamat ya Dly loe akhirnya sudah menjadi seorang ayah" ucap Reyhan sepupu Fadly.


"thanks bro akhirnya gue jadi ayah " ucap Fadly.


sementara itu, Papa Yasinu menghampiri brankar yqng di tempati sang putri. lalu mendekat dan mengelus kepala Ika yang berbalut kalin pashmina.


"selamat ya sayang atas kelahiran anak pertamanya" ucap Papa Yasinu tersenyum seraya menyeka airmatanya.


"terimakaaih pah" ucap Ika yabg sedang menggendong bayi mungil tersebut.


"maaf semua, saya bawa dulu pasienya ya " ucap sang perawat meminta izin.


"silahkan sus" ucap Papa Yasinu dan sang perawat membawanya ke ruang rawat yang sudah di persiapkan.


sesampainya di ruang rawat, mereka semua masuk kedalam ruangan vvip yang di persiapkan Fadly.


"gimana rasanya Ka? " tanya Mbak Puteri.


"rasanya ah mantap " ucap Ika terkekeh " oh iya mamah gak ikut pah " pertanyaan itu sukses membuat ruangan menjadi berbeda.


hening...


satu kata itu yang tergambar setelah Ika mengucapkan satu kalimat.


BERSAMBUNG............

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES


__ADS_2