Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 77


__ADS_3

di sepanjang lagu itu, sesekali Doni menyeka air matanya agar tidak jatuh.


karena jika sampai di ketahui oleh orang lain, bisa di oastikan kedua sahabatnya itu, akan meledeknya dan menertawakan dirinya.


karena dalam kamusnya, tidak akan ada yang namanya menangis karena cinta.


"udahlah , ngapain juga gue nangisin orang yang udah nikah,? jelas jelas mereka lagi bahagia, " gumam Doni.


sementara itu, di ruangan Fadly, laki laki itu, tengah merenungi sesuatu.


"gimana ini, apa aku harus bertemu dengan Diana,? " tanya Fadly pada dirinya sendiri. tak lama, dirinya bangkit dqn menuju ruangan Doni.


"Don, " ucap Fadly saat merekq sudah saling berhadapan.


membuat Doni yang tadinya melamun, menjadi terkejut akibat panggilan sahabatnya itu.


"k4mpr3t loe kaget gue, " seru Doni seraya mengelus dadanya.


"loe pasti nglamun ya, sampai kaget gitu gue panggil,? " tanya Fadly menggoda sahabatnya itu.


membuat laki-laki itu, mendengus kesal dan. menatap Fadly dengan tatapan tak bersahabat.


"kenapa,? " tanya Doni ketus karena mungkin, masih dalam rangka bersedih karena di tinggal mantan eeeyqak hehe.


"eh, santai aja kali bro, gue cuma mau bilang, kalau gue setuju dengan tawaran Diana untuk bertemu, " ucap Fadly.


membuat Doni menghela nafas lega, karena sekarang, dirinya tak akan pernah di ganggu oleh wanita s!4l4n itu lagi.


"baguslah jadi, gue nggak akan pernah di ganggu dia lagi, capek tau di teror mulu sama dia, " ucap Doni mengeluh.


"iya iya maaf lain kali, nggak akan lagi deh ngelibatin loe, " ucap Fadly tersenyum kecil.


dan setelah mengatakan hal itu, Fadly kembali ke ruangan kerjanya.


jam lima sore, mereka semua, pulang ke rumah masing masing. begitu juga dengan Fadly.


laki laki itu, juga pulang kerumah karena m3rasa caoek dan lelah akibat seharuan bekerja.


namun, di tengah jalan, ponsel Fadly berdering dan menampilkan nama Doni di sana. dengan segera, Fadly mengangkatnya


"halo, " sapa Fadly.

__ADS_1


"halo bro, kata Diana dia ngajakin ketemu sekarang," ucapnya dari seberang sana.


"hmm baiklah, dimana,? " tanya Fadly. bukan tanpa alasan, Fadly nenerima permintaan wanita itu, ia sudah merasa lelah dan ingin segera terbebas dari wanita licik itu


"di Cafe xx" jawab Doni. membuat Fadly menganggukkan kepala. kemudian memutuskan panggilan dan mulai melajukan motornya menuju tempat tersebut.


sekalian aja, dia ingin menyerahkan bukti tes dna kepada wanita itu.


setelah lima belas menit, darinya sampai di Cafe yang sudah mereka janjikan.


Fadly segara memarkir motor miliknya dan segera turun agar, masalahnya bisa cepat selesai.


Fadly melangkahkan kakinya, memasuki cafe tersebut dan segera mencari sosok yang meneror dirinyq beberapa bulan ini.


tiba tiba, seorang pelayan datang menghampirinya dan mengatakan bahwa, bahwa dirinya sudah du tunggu oleh Diana si ruang Vvip.


"permisi, " ucap seseorang dari belakang, membuat Fadly menileh.


"iya kenapa,? " tanya Fadly.


"mm Bapak sudah di tunggu oleh bu Diana di ruangan yang sudah di persiapkan " ucap pelayan itu.


Fadly hanya mengangguk dan menurut saja saat pelayan itu, membawanya ke ruangan vvip tersebut.


sesaat, dirinya sempat bingung karena pelayan itu, mengetahui namanya. tapi dengan cepat, dirinya mwnfedikan bahu karena tak peduli.


Fadly segera menekan tombol merah pada pintu dan tak lama, pintu i4 terbuka otomatis.


saat Fadly mencoba masuk, dirinya tertegun sesaat, saat melihat pemandangan di sana sini yang menampilkan banyak sekali bunga mawar dan lampu kerlap kerlip.


Fadly tersenyum sinis seraya berjalan mendekati meja yang berada di tengah ruangan. dimana di sana, ada Diana yang tersenyum tipis seraya memandangnya.


"sayang, akhirnya kamu datang juga, " ucap Diana serya berdiri dwn merentangkan tangannya, hendak memeluk Fadly.


dengan cepat, Fadly menepis tangan wanita itu dan segera duduk di kursi yang memang sudah di persiapkan oleh Diana.


Diana mengepalkan tangannya kuat karena rasa kesal akibat penolakan dari Fadly tersebut.


"langsung saja, apa yang mau loe omongin,?" tanya Fadly seraya menatap lurus ke depan.


sepertinya, laki laki itu, tak ingin menatap ke arah wanita itu walaupun hanya sesaat.

__ADS_1


"kenapa loe jadi seperti ini, sama gue,? " tanya Diana pada akhirnya.


membuat Fadly menoleh sesaat dan tersenyum sinis seraya memandangi wajah wanita yang ada di depanya itu.


"loe masih tanya gue kenapa sama loe,? loe nggak nyadar apa yang udah loe lakuin sama gue,?" tanya Fadly dengan tatapan tajam penuh amarah.


"gue nglakuin ini, karena gue sayang sama loe, gue nggak mau loe pergi dari hidup gue, " ucap Diana penuh emosi.


Fadly menatapnya sekilas dan kembali mematap arah lain.


"seharusnya, loe tau kalau cinta itu mggak bisa di paksa gue sekarang udah memiliki keluarga yang gue cintai, jadi gue berharap, loe nggak akan ganggu gue lagi, " ucap Fadly seraya bangkit dari duduknya dan hendak melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


sebelum bangkit dari duduknya, Fadly merigoh saku kemejanya, dan mengambil sesatu dari sana. dan meletakan di meja itu.


"itu hasil tes dna yang menunjukkan bahwa Disy bukan anak gue, jadi gie harap, loe nggak usah ganggu gue lagi" ucapnya seraya berbalik badan hendak melangkah kembali.


dan surat itu, sukses membuat Diana mematung bagaimana bisa, Fadly mendapatkan DNA Disy? sedangkan anak itu, tak pernah lepas dari genggamannya.


"kenapa loe bisa mendapatkan DNA Disy,? " tanya Diana mulai khawatir.


"heh, itu tidak penting, yang jelas loe nggak bisa lagi, ganggu gue, "lanjutnya.


"apa jika istri loe melakukan kebohongan, loe bakal maafin dia gitu aja,? " tanya Diana. masih mencoba menahan Fadly agar berada di sisinya.


"apa maksud loe,? ' tanya Fadly seraya membalkan tubuhnya dan menatap tajam wanita didepanya itu.


Diana tersenyum tipis dan bangkit dari kursi. berjalan menghampiri Fadly.


"gue tau sesuatu, sesuatu yang membuat loe pasti akan langsung membenci istri loe itu, " ucap Fiana seraya betbusik di telinga Fadly.


membuat Fadly memundukan tubuhnya karena saat ini, jarak mereka begitu dekat hingga membuat Fadly tak nyaman.


"loe pasti akan kaget dengan apa yang akan gue tunjukin sama loe " ucap Diana seraya memajukan tubuhnya.


membuat Fadly mendorong kasar tubuh wanita itu. "jaga sikap loe Diana! " bentak Fadly.


bukannya semakin takut, Diana justru semakin memajukan tubuhnya di hadapan Fadly. benar benar Definisi wanita mu**n


karena tak mengindahkan ucapannya, Fadly mendorong kasar tubuh Diana hingga wanita itu, terjengkang ke belakang.


membuat Diana meringis kesakitan. "loe kenapa kasar sekali sama gue,? ' tanya Diana seraya bangkit dan mengusap bokongnya yang terasa sakit.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2