Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
Bab 30


__ADS_3

kini Ika dan Fadly sedang berada di ruangan Dr. Julia Dokter spesialis kandungan.


awalnya Dokter yang akan menangani kehamilan Ika adalah Dr. Justin. namun, dengan cepat Fadly menolak dengan tegas.


walaupun ia dulu berasal dari orang tidak baik, namun kini ia ingin menjaga isteri dengan sebaik mungkin.


salah satunya dengqn memilihkan Dr. untuk menangani kehamilan isterinya dengan menunjuk seorang wanita.


"selamat pagi Tuan Nyonya apa ada keluhan? " tanya Dr. Julia seraya mempersilahkan keduanya ubtuk duduk.


"pagi Dok " ucap mereka serempak.


"emm apa ada keluhan? " tanya Dr. Julia.


Ika menjawab dengan sedikit perasaan malu karena ini menyangkut kedalam area sensitifnya.


"emm sebenarnya di sini terasa sakit Dok seperti di tusuk-tusuk" ucap Ika seraya nenunjuk kearah dimana yang dirasa sakit dengan sedikit gugup dan salah tingkah.


Dr. Julia tersenyum melihat sikap malu-malu pasienya " oh itu wajar Nyonya itu artinya bayi anda sedang berusaha mecari jalan" ucap Dr. Julia tersenyum.


"ada yang di tanyakan lagi? " tanya Dr. Julia dan di jawab gelengan oleh Ika.


"baik kalau begitu silahkan ikut saya " ucap Dr. Julia mempersikahkan Ika berbaring dan perawat sudah mengolesi gel pada perut Ika.


"gimana Dok? " tanya Fadly saat alat usg berada di perut Ika.


"semua bagus Tuan" ucap Dr. Julia seraya mengelap gel pada perut Ika.


" terimakasih Dokter " ucap Ika Dan Fadly saat selesai pemeriksaan.


"sama-sama setelah ini tolong di tebus resep Vitaminya " ucap Dr. Julia seraya menyodorkan kertas resep pada Fadly dan Ika.


"baik Dok terimakasih. kalau begitu saya permisi ya" ucap Ika seraya beranjak dari tempat duduk.


dan mereka keluar dari ruang Dr. Julia dan menuju apotek.


"kamu tunggu di sini" ucap Fadly lalu berlalu menuju apotek. Ika hanya mengangguk dan duduk di ruang tunggu.


tak lama, setelah Fadly berlalu pergi seseorang menghampiri Ika yang sedang duduk.


"hay boleh gabung? " tanya seorwng wanita Ika mendongak menatap siapa lawan bicaranya.


"dia kan wanita tadi " ucwp Ika dalam hati.


"eh iya silahkan duduk saja" ucap Ika seraya bergeser dari tempat.


"kamu isterinya Fadly kan? " tanya wanita itu menatap Ika dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"iya saya isterinya Fadly emm mbak siapa ya kok tahu nama suami saya? " tanya Ika menatap wanita di sampingnya itu.


wanita itu tersenyum kearah Ika lalu pandanganya lurus kedepan " kami hwnya berteman " ucap wanita itu " teman tapi mesra" lanjutnya. namun sayang itu hanya bisa wanita itu ucapkan dalam hati.


"namamu siapa? " tanya Ika mengalihkan fikiran negatifnya pada wanita di sebelahnya.


karena Ika tahu jika tatapan wanita itu berbeda saat menyebut nqma suaminya.


"saya Diana Sari" ucapnya mengulurkan tangan.


"saya Yulianika Diva Anastasya Yasinu" ucap Ika menyambut uluran tangan wanita itu.


mereka mengobrol wqlau ada kecanggungan satu sama lain.


tak lama, Fadly datang dan menghampiri sang Isteri langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok wanita disamping isterinya.


"apa yang dia lakukan? " tanya Fadly menatap wanita itu bergantian dengan isterinya..


lalu dengan crpat, ia menghampiri sang isteri dan merangkulnya. "sayang ayo kita pulang " ucap Fadly menggandeng tangan sang isteri membawanya menjauh dari sosok wwnita itu.


entah apa yang terjadi di masalalu hingga Fadly merasa cemas saat sang isteri bertemu dengan masalalunya.


sesampainya di parkiran, Ika dan Fadly langsung memasuki mobol dan Fadly segera menjalankanya menuju kerumah.


sepanjang perjalanan, Ika dan Fafly hanya saling berdiam diri hingga Ika memberanikan diri untuk bertanya.


"mengatakan apa sayang" tanya Fadly dan di bslas gelengan oleh Ika.


"ternyata kamu gak mau jujur yah " ucap Ija dalam hati tersenyum getir.


sedangkan Fadly sebenarnya menyadari arah pembicaraan sang isteri tapi ia masih belum siap untuk mengatakan semuanya.


sesampainya di rumah, Ika dan Fadly turun dari mobil dan langsung masuk kedalam kamar.


"sayang aku mau ketemu sama Riko dan Doni sebentar ya " ucap Fadly saat selesai menjalankan sholat dzuhur.


"ayah mau pergi sekarang? gak mau makan siang dulu?" tanya Ika.


dan Fadly hanya menggeleng saja "nanti saja aku belum lapar" ucap Fadly mengecup kening sang isteri. "baik baik ya di perut bunda ayah pergi dulu" ucap Fadly mengecup Perut sang isteri.


dan Fadly memasuki mobilnya lalu menghubungi dua sahabatnya itu.


"loe dimana?" tanya Fadly saat sambungan telepon terhubung.


"......"


" oke kita ketemuan di tempat biasa" ucap Fadly lalu menutup panggilan.

__ADS_1


lima belas menit Fadly mengendarai mobilnya dan kini ia sudah sampai di tempat mereka janjian


"hai bro ada apa? pasti ada masalah lagi" ucap Riko yang mulai menyadari raut wajah sahabatnya itu.


"Diana" ucapa Fadly yang membuat kedua sahabatnya membelalak lebar dengan mulut terbuka.


"dia datang lagi? " tanya Doni dan Fadly mengangguk lemah.


sontak swja mereka berekspresi kaget. " gila tuh cewek udah nyakitin sekarang berani nongol " ucap Riko menggelengkan kepala.


"dasar nenek sihir " ucap Doni seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


"terus loe mau menceritakan srmua pada Ika? " tanya Riko.


"entahlah gue masih bingung" ucap Fadly meminum minumanya.


"saran aja lebih baik loe jujur aja sama Ika apapun rewksinya loe harus terima karena dalam sebuqh hubungan harus ada kejujuran dan komunikasi apalagi hubungan rumahtangga" ucap Riko menasehati.


"iya loe bener apapun konsekuensinya gue harus terima tapi... " ucapan Fadly terhenti di udara dan tak melanjutkanya lagi


" tapi apa? " tanya Doni penasaran


"tapi gue ragu dia bener anak gue apa bukan" ucap Fadly.


"ya loe merasa gak waktu dulu ***nya?" tanya Riko.


entahlah gue lupa lagipun gue kan gak sadar dulu " ucap Fadly.


"loe udah pernah cari tahu? " tanya Doni.


" udah gue udah tanya kesiapapun termasuk orang tuanya tapi nihil" ucap Fadly menghembuskan nafas kasar.


"hmm sekarang kan loe udah ada uang coba loecsewa detektif untuk mengungkap semuanya.


"hmm ide loe boleh juga" ucap Fadly.


"sudahlah itu masalah belakangan sekarang loe temui isteri loe dulu jelasin kedia apa yang sebenarnya terjadi" ucap Riko.


"yaudah gue cabut thanks atas semua saranya" ucap Fadly berlalu pergi.


sementara itu di rumah, Ika tampak sedikit cemas dan entah apa penyebabnya ia juga tidak tahu yang jelas ia tampak sedikit gelisah.


"gue kenapa sih " gumam Ika lalu beranjak dari kamar dan turun kelantai bawah untuk mencari cemilan.


entah mengapa ia sedikit sensitif saat hamil dan membuat dirinya mood swing. padahal dulu ia adalah orang yang sangat amat cuek tapi semenjak hamil menjadi begitu sensitif.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian gaes


__ADS_2