Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 38


__ADS_3

setelah merasa tenang, Ika mendongak menatap mata sang suami.


Fadlypun tersenyum kearah isterinya seraya mrnghapus airmata yang membasahi pipi.


"bunda kenapa? hmm" tanya Fadly seraya menangkup pipi sang isteri.


Ika menggelengkan kepala. dia masih merasa enggan untuk bercerita pada sang suami.


"ya udah kalo bunda gak mau cerita sekarang, sekarang bunda istirahat ya " ucap Fadly mulai membaringkan sang isteri dan menyelimuti sampai batas leher.


lalu mengecup keningnya dan hendak pergi. namun, tangan laki-laki itu di tahan oleh Ika. Fadly menoleh. mendapati isterinya menggelengkan kepala.


"temani aku di sini ya yah " pinta Ika pada sang suami.


Fadly hanya mengangguk dengan segala isi kepalanya. ia merasa aneh saja. sang isteri tak pernah seperti ini sebelumnya.


rencananya, Fadly akan mendatangi Dr. Julia nanti sore. Fadly melihat sang isteri dan putri kecilnya sudah tertidur nyenyak.


lalu dengan perlahan, Fadly melepaskan genggaman sang isteri. lalu keluar kamar untuk menemui bi Sumi Art-nya.


"bi Sumi, nanti kalau isteri saya bangun, bilang saja saya keluar sebentar ya." ucap Fadly yang menghampiri Art-nya di dapur.


"baik tuan, nanti saya sampaikan" ucap bi Sumi mengangguk.


* * * *


"jadi sebenarnya isteri saya kenapa Dok? kok bisa tiba-tiba nangis? " tanya Fadly saat ia sudah berada di ruangan Dr. Julia.


"menurut pengamatan saya, mungkin isteri anda terkena baby blush" ucap Dr Julia


"baby blush? itu apa Dok? " tanya Fadly bingung


"baby blus adalah gangguan mental yang di sebabkan oleh gangguan emosional yang di sebabkan oleh tekanan dari luar" ucap Dr. Julia menjelaskan.


"lalu, saya harus bagaimana Dok? " tanya Fadly yang masih tampak kebingungan.


"anda harus sering mengajaknya bicara. dan jangan biarkan Ny. Ika sendiri karena bisa fatal akibatnya" ucap Dr. Julia.


"fatal, memang apa akibatnya Dok? " tanya Fadly.


"akibatnya bisa menyakiti diri sendiri. bahkan bisa menyakiti anaknya" terang Dr. Julia.


"astaghfirullah. berarti bisa bahaya sekali ya Dok? " tanya Fadly


"benar tuan. di sarankan untuk mengawasi setiap gerqk-gerik isteri anda selama tiga bulan kedepan" ucap Dr. Julia.


setelah itu, Fadly meninggalkan ruang Dr. Julia. disepanjang koridor rumah sakit ia mengenang perkataan Dr. Julia. hingga tak aadar, dirinya menabrqk seseorang.

__ADS_1


brukk


membuat seseorang yang ia tabrak terpental kebelakang.


"maaf saya tidak sengaja" sahut seorang wanita yang menunduk memunguti plastiknya.


Fadly hanya terdiam karena ia tau siapa yang menabraknya.


wanita itu mendongak dan menatap orang yang ia tabrak barusan.


"Fadly, " lirih si wanita. siaoa lagi jika bukan Diana Sari.


Fadly tak menjawab. ia malah bergegas meninggalkan wanita yang bernama Diana itu sendiri.


dengan tak tau malunya, ia mengejar Fadly hingga sampai di parkiran.


"Fadly, tunggu" ucap Diana seraya menarik tangan Fadly.


Dengan kasar, Fadly menghempaskan tangan Diana secara kasar. hingga membuat dirinya dan Diana menjadi pusat perhatian.


"Dly, kenapa kamu berubah? " tanya Diana dengan wajah menahan tangis.


"jangan jadi ratu drama deh Di. " sentak Fadly membuat Diana tersenyum tipis.


"aku gak Drama Fadly antonio. memang itu kenyataanya" ucap Diana


"heh, loe yakin tentang kenyataan yang loe bilang? " tanya Fadly seakan meremehkan.


"ya gue dulu emang bodoh mau aja ngakuin semuanya karena gue masih belum punya apa-apa. tapi sekarang gue bisa menemukan fakta apapun itu" ucap Fadly menekan kata-kata terakhirnya.


"lihat saja, gue pasti bisa buat loe kembali sama gue " ucap Diana seraya berlalu pergi.


Fadlypun mengendarai kuda besinya untuk pulang kerumah. ia takut jika sang isteri mencarinya dan menambah baby blus bertambah parah.


sebelum ia sampai dirumah, ia menyempatkan mampir di toko kue. untuk membeli sesuatu untuk sang isteri.


"mbak, ada yang rasa tiramisu? " tanya Fadly pada penjaga toko kue.


"oh ada mas, mau berapa? " tanya Penjaga toko.


"dua box besar ya mbak. sama kue kacang almond dua kotak ya" ucap Fadly.


setelah berapa lama, pesananya pun siap dan segera Fadly memberikan uang seratus ribu.


"eh mas uangnya lebih" ucap penjaga toko saat melihat Fadly mengendarai motornya.


"udah mbak ambil aja " ucap Fadly. lalu berlalu meninggalkan toko kue.

__ADS_1


twk lama, Fadly sampai di rumah. dengan cepat ia turun dari kuda besi yang ia naiki.


baru saja turun dari motornya, Fadly sudah disambut oleh sang isteri. yang berlari kearahnya dan langsung memeluknya erat seperti anak kecil.


Fadly yang mulai faham akan tingkah sang isteri, membalas pelukan isterinya seraya mengelus kepala sang isteri.


"kenapa nangis? hmm" tanya Fadly mengurai pelukanya. " masuk yuk ayah bawain makanan kesukaan bunda " lanjut Fadly seraya memperlihatkan kantong plastik berwarna putih.


Ika mengangguk dan menggandeng tangan sang suami memasuki rumah.


didalam sana terlihat bi Sumi sedang menggendong baby Nisa yang terlihat sedang meminum asi dari botol.


Fadly segera mencuci tangannya. sebelum menggendong baby Nisa.


"bi sini. biar saya gendong" ucap Fadly seraya meraih sang putri dari gendongan Artnya.


sementara itu, Ika sedang asyik memakan roti rasa tiramisu dan kue kacang almond yang Fadly bawa.


"ayah mau? " ucap Ika seraya menyodorkan roti di depan mulut Fadly.


Fadly menggeleng dan tersenyum seraya menimang baby Nisa yang mulai tertidur karena kekenyangan.


"engfak. ayah udah kenyang bunda aja yang makan" ucap Fadly.


Ikapun mengangguk dan melanjutkan acara makannya.


bi Sumi yang melihat itu, merasa sedikit heran. pasalnya, selama ua bekerja hampir lima bulan, ia belum pernah melihat tingkah aneh sang nyonya.


"maaf tuan, maaf jika saya lancang tapi kok nyonya jadi aneh? " Bi Sumi memberanikan diri untuk bertanya saat Ika berada di dapur.


"hmm dia sepertinya terkena baby blus bi" ucap Fadly yang membuat Bi Sumi mengernyitkan kening. tak mengerti istilah jaman sekarang.


"apa itu baby blus tuan? " tanya Bi Sumi


Fadly pun menjelaskan apa itu baby blus yang ia tangkap dari penjelasan dr. Julia.


"oh begitu ya tuan, jadi saya harus bisa menjaga hati nyonya? " tanya Bi Sumi setelah mendengar penuturan majikanya.


"iya Bi. kalo begitu saya kekamar dulu" ucap Fadly melangkah menaiki anak tangga menuju kamar pribadi mereka.


sesampainya di dalam kamar, segera Fadly menaruh baby Nisa di dalam box baby dan ia segera mandi karena sudah mau sore.


tak lama, ia keluar dari kamar mandi dan mendapati sang isteri tengah tertegun di tepi ranjang.


"sayang kamu kenapa? " tanya Fadly berjalan menghampiri sang isteri.


ia tidak ingin ucapan Dr. Julia menjadi kenyataan. maka dari itu ia akan menjadi pendengar setia.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GAES**


__ADS_2