Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 46


__ADS_3

Ika masuk kedalam rumah dan langsung masuk kedalam kamarnya, untuk membersihkan diri. karena ia baru saja dari rumah sakit dan itu adalah salah satu tempat yang tidak steril.


setelah selesai membersihkan diri, Ika segera menghampiri bi Sumi yang berada di ruangan dapur.


"duh, ngerepotin ya bi, ?" tanya Ika yang merasa tidak enak. dan mengambil baby Nisa dari gendongan bi Sumi.


"eh, nyonya. tidak kok nya, bibi malah seneng di repotin soalnya bibu udah gak punya anak kecil lagi, " ucap bi Sumi tersebyum seraya menyerahkan baby Nisa pada sang majikan.


Ikapun terswnyum dan merekapun mengobrol seperti biasa.


tak lama, terdengar bel rumah yang berbunyi. menandakan jika di depan sana ada tamu.


"sebentar nyonya, sepertinya ada tamu, " ucap bi Sumi. lalu bangkit dari duduknya dan nenuju pintu depan.


tak lama, bi Sumi datang dengan seseorang di belakangnya.


"siapa bi,? " tanya Ika seraya mendongakan kepala. " eh, mama. sini mah, " ucap Ika menepuk sofa sebelahnya.


karena ia sedang menyusui baby Nisa, ia tak bisa berdiri untuk menyambut sang ibu.


mama Erika mengangguk dan duduk di samping putrinya.


"kesini sama siapa, ?" tanya Ika sesekali menoleh pada mamahnya.


"sama adik kamu, " ucap mama Erika yang sedang memperhatikan baby Nisa.


"lho, si Zaka belum balik kah mah,? " tanya Ika


"baru hari ini balik. makanya mamah ikut sama dia, " ucap mama Erika terswnyum saat bayi mungil itu selesai minum asi. " sini yuk sama Oma, " ucapnya seraya mengulurkan tangan pada bayi tersebut.


Ika menyerahkan pada sang mama dan mereka mulai mengobrol.


"mama mau minum apa,? " tanya Ika saat menyadari tidak ada minuman di atas meja.


"terserah kamu aja, " ucap mama Erika menoleh sebentar, dan kemudian, kembali fokus pada sang cucu.


Ika mengangguk dan segera memanggil bi Sumi. tak lama, bi Sumi datang menghampirinya.


"bi, tolong buatkan minuman dan ambilkan cemilan yang ada di lemari ya, ' ucap Ika.


'baik nya, " ucap bi Sumi seraya berlalu pergi kedapur untuk mengambil makanan dan minuman.


"oh iya Ka, Fadly kemana, ?" tanya mama Erika yang tidak melihat menantunya.


"oh, mas Fadly sudah berangkat kerja mah, nggak enak udah lama cuti, " ucap Ika.

__ADS_1


tak lama, bi Sumu datang seraya membawa cemilan dan minuman.


"silahkan di nikmati nyonya, " ucap bi Sumi meletakan di atas meja.


"terimakasih ya bi, " ucap Ika pada bi Sumi dan di angguki oleh bi Sumi.


dan mereka kembali berbincang-bincang, menghangatkan kembali rasa yang hampir membrku akibat terkikis oleh jarak yang membentang.


🌸🌸🌸


sementara di kantor, Fadly yang baru saja tiba, langsung menemui sang mertua yang berada diruangannya.


"selamat pagi Pak, " ucap Fadly bersikap formal jika verada di kantor dan akan bersikap biasa saja jika sang papa mertuanya yang meminta.


"pagi Fadly, silahkan duduk, " ucap Papa Yasinu mempersilahkan menantunya duduk.


Fadly menurut dan mendudukan dirinya di kursi drpan sang mertua.


"bagaimana, isterimu sudah lebih baik,? " tanya Papa Yasinu.


"alhamdulillah sudah lebih baik pa, " ucap Fadly memberi jawaban.


Papa Yasinu menganggukan kepala mengerti. "hmm baiklah, kamu boleh kembali bekerja semoga lancar, " ucap Papa Yasinu.


setelah keluar dari ruangan mertuanya, Fadly menyusuri koridor dan menuju ruang kerjanya.


ia berpapasan dengan beberapa karyawan dan menyapanya.


Fadly hanya menganggukan kepala. di sini, memang Fadly hanya karyawan biasa. namun sebagian karyawan di kantor ini, mengetahui statusnya yang seorang menantu dari pemilik perusahaan.


hingga Fadly sampai di depan ruanganya. dengan perlahan, ia membuka pintu, dan menyalakan lampu dan mulai duduk di meja kerjanya, untuk memulai berkutat dengan komputer di depan matanya.


sekitar satu jam ia berkutat dengan pekerjaanya, pintu ruanganya di ketuk oleh seseorang dari luar. membuatnya menghentikan aktivitasnya.


"permisi pak, saya mau menyerahkan laporan keuangan yang bapak minta, " ucap karyawan wanita seraya menyodorkan map kuning.


dengan cepat, Fadly menerimanya dan karyawan itu, langsung pamit undur diri.


setelah kurang lebih dua jam berkutat dengan pekerjaanya, Fadly menghentikan aktifitasnya dan segera melirik jam tanganya.


ternyata sudah masuk waktu jam makan siang. segera ia bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju pintu keluar.


bersamaa'aan dengan Riko dan Doni yang juga baru keluar dari ruangan masing-masing.


yap. di perusahaan itu, memang semua karyawanya nendapatkan fasilitas terbaik

__ADS_1


diantaranya makan gratis selama tiga bulan, ruang terpisah dan masih banyak lagi fasilitas-fasilitas wao lainya.


"eh, Dly loe udah masuk kerja, gimana isteri loe udah sembuh,? " tanya Doni saat mereka sama-sama keluar dari ruangan masing-masing.


"hmm iya Don alhamdulillah isteri gue udah sembuh dan mertua gue udah bisa nwnerima gue kembali, " ucap Fadly tersenyum tipis.


"wah syukurlah, gimana ceritanya, " ucap Riko penasaran.


Fadly tak menjawab ia melangkahkan kaki menuju kantin dan di ikuti oleh kedua sahabatnya.


sesampainya di kantin, Doni dan Riko langsung duduk di tempat biasa dan memesan makanan kesukaan mereka


yaitu mie ayam pangsit. sementara Fadly hanya memesan nasi putih dan ayam goreng saja.


membuat kedua temanya menatap heran karena, biasanya teman yang satu ini, paling banyak makanya.


"tumben loe makan hanya itu,? " tanya Riko.


"hmm lagi belajar hemat buat masadepan, " ucap Fadly seraya fokus bermain ponselnya.


"aje gile masa depan, emang loe mau punya anak berapa sih,? kalau cuma satu atau dua, masih bisalah sekarang makan enak gak usah irit-irit amat" ucap Doni.


"hmm gue berharap biaa punya anak minimal lima sih sama Ika, " ucap Fadly membuat kedua temanya melongo.


"whatt,? lima,? loe kira isteri loe pabrik apa? " ucap Riko memekik.


hingga membuat sebagian karyawan menatap mereka dan Fadly langsung melempar botol aqua yang berada di depanya.


"jan kenceng-kenceng bego! " ucap Fadly memaki.


"sory-sory kaget, ya habisnya loe ada-ada aja, memiliki anak itu kesepakatan bersama. jangan sampai, Ika merasa keberatan, " ucap Riko menasehati.


sementara Fadly hanya diam mencerna apa yang temanya katakan.


"eh iya Dly terus mertua loe kok bisa baik lagi,? " pertanyaan yang di lontarkan Riko, membuat Fadly menoleh kearahnya.


"oh ity, karena bieliau sudah mengetahui belangnya, " ucap Fadly santai membuat mereka semua kembali diam seraya melanjutkan makanya.


sore harinya, tepat pukul lima sore, Fadly baru pulang dari kantor, dan kebetulan berpapasan dengan mamah mertuanya yang hendak pulang.


"eh mah, mau pulang, Fadly antar ya, " ucap Fadly yabg langsung menyalami sang mama mertua.


"enggak usah Dly, mamah sudah memesan taxi, " ucap mama Erika tersenyum.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2