
ucapan Fadly itu, membuat Doni dan Riko menggelengkan kepala.
"jangan berbicara omong kosong!! " sentak Riko tak suka.
dan ucapan Fadly itu, membuat kedua sahabatnya semakin takut dibuatnya.
"gue cuma buruh Ika, " ucapnya kembali berbaring di ranjang rumah sakit itu.
membuat Doni dan Riko, menghela nafas panjang seraya melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
dua bulan kemudian...
Kondisi Fadly terlihat semakin parah dan mau tidak mau, Riko dan Doni harus menghubungi mertua Fadly.
dan tak lama, terdengar langkah kaki, mendekat kearah mereka berdua.
"kenapa kalian tidak memberitahu saya, atas musibah yang menimpa anak dan menantu saya,? " tanya Papa Yasinu, tanpa basa basi.
membuat Riko dan Doni, menelan salivanya kasar. mereka saling senggol bahu, seakan memberikan kode kepada satu sama lain, agar berbicara.
"jawab!! " bentak Papa Yasinu kepada dua bawahannya itu.
membuat mereka gelagapan sendiri.
"Fa-Fadly yang melarang kami bicara Pak, " ucap Doni gemetar.
"sekarang juga, kamu jelaskan! " ucap Papa Yasinu tegas.
membuat Doni dan Riko, segera menceritakan semua pada orang tua Ika.
"jadi mereka sudah bertengkar hampir dua bulan dan sekarang, Ika tidak di ketahui keberadaannya,? " tanya Papa Yasinu setelah mendengarkan cerita dari Doni dqn juga Riko.
"kenapa kalian diam saja,? " tanya Papa Yasinu pada akhirnya.
membuat mereka berdua gelagapan dibayarnya.
"i-itu karena Fadly sendiri yang tidak ingin, masalah pribadinya, di ketahui oleh orang lain, " ucap Doni gagap.
"orang lain maksudnya,? dia tidak ingin memberitahu saya, sebagai mertuanya, karena menganggap saya orang lain, tapi malah memberitahukan kepada kalian yang jelas jelas hanya temannya,? hah lelucon macam apa ini,? tanya Papa Yasinu seraya terkekeh pelan.
karena ternyata, menantunya lebih mempercayai orang lain dari pada dirinya, yang jelas jelas orang terdekatnya.
mereka berdua hanya menundukkan kepala karena takut akan kemarahan bos sekaligus mertua sahabatnya itu.
tak lama, para Dokter dan perawat berlari kearah ruang UGD, ruang dimsna Fadly berada.
__ADS_1
"ada apa,? " tanya Papa Yasinu saat berpapasan dengan seorang suster.
"pasien sepertinya kondisinya memburuk, " ucap perawat itu, yang kembali mengayunkan langkahnya menuju ruangan UGD itu.
sontak saja, perkataan Perawat tadi, membuat ketiga laki laki yang berada di sana, terperanjat kaget karena mendengar hal itu.
"ini nggak mungkin terjadi kan, " ucap Doni lirih. tubuhnya merosot ke lantai, seakan tak memiliki tulang untuk menyanggah tubuhnya.
"tenanglah semua akan baik baik saja, " ucap Riko mencoba menguatkan sahabatnya itu. padahal, dirinya sendiri merasa rapuh dan tak kuasa menahan kesedihan.
tak lama, seorang Dokter wanita keluar dari ruang tersebut dan menghampiri ketiga laki laki itu.
"permisi, apa di sini ada yang bernama Ika,? " tanya Dokter itu oada ketiga laki laki itu.
yee si Dokter ada ada aja sih, di sini kan adanya laki laki semua, hehe maap ya Dok, piss.
"memang, ada apa ya Dok,? " tanya Papa Yasinu khawatir.
meski tadi,baru saja dirinya menggerutu saat mengetahui kebohongan yang di lakukan oleh menantunya itu, tapi Dirinya tak menampik, ada rasa khawatir yang terselip di dalam hatinya.
"pasien, ingin bertemu dengan orang yang bernama Ika, " ucap sang Dokter.
membuat ketiga laki laki itu, kalang kabut di buatnya. bagaimana bisa mereka mempertemukan Ika dan Fadly, sedangkan sampai sekarang, Riko dan Doni, masih mencari keberadaan wanita itu.
"halo ada perkembangan apa,? " tanya Doni.
"kami sudah menemukan di mana nyonya Ika tinggal, " ucap seseorang dari seberang sana.
membuat Doni seketika berbinar bahagia. akhirnya, setelah sekian lama, Fadly akan bertemu dengan istri dan anaknya.
"baik akan segera kesana, " ucap Doni seraya memutuskan panggilan.
"ada apa,? " tanya Papa Yasinu. karena beliau sempat mendengar jika laki laki di depannya itu, menyebutkan nama Ika.
"anak buah kami, telah menemukan keberadaan Ika Pak, " jawab Doni Cepat.
membuat Papa Yasinu, langsung bergegas pergi untuk menjemput sang putri.
karena sekarang ini, kondisi menantunya sangat mengkhawatirkan. dan hanya Ika, yang bisa menyelamatkannya.
🌸🌸🌸
sementara itu, disebuah rumah kontrakan, seorang wanita tengah merasakan mual yang cukup hebat. hingga membuat wanita itu, kesulitan dalam segala aktivitasnya.
siapa lagi, jika bukan Ika. wanita itu hanya bisa berbaring lemas di kasur miliknya seraya sesekali bangun hanya untuk memberikan makanan pada putrinya.
__ADS_1
yap. kini usia Baby Nisa sudah menginjak tujuh bulan dan sebgai seorang Ibu, darinya wajib emberikan makanan yang bergizi untuk anaknya itu.
beruntungnya, sekarang ini, ada makanan khusus bayi yang bisa ia pesan lewat online. sehingga, memudahkan dirinya yang merasa mual hebat.
tak lama, seorang wanita muda, keluar dari kamar mandi, seraya membawa Baby Nisa yang sepertinya baru selesai mandi itu.
"nyonya, ini Non Nisa sudah selesai mandi dwn sudah berganti pakaian, kalau begitu, saya permisi ya, " ucap Sari. nama baby sitter Ika.
Ika hanya mengangguk dan kemudian, merogoh saku bajunya, untuk mengambil sesuatu.
"ini," ucap Ika seraya menyerahkan uang lima puluh ribu oada Sari.
dengan tersenyum tipis, Sari menerima uang pemberian itu, dengan senang hati. dsn berpamitan pulang. karena pekerjaan sudah selesai.
yap Ika memang memperkeerjakan seorang baby Siter untuk mengurus anaknya. karena dirinya, sekarang, sudah tidak bisa mengurusnya
apalagi, akhir akhir ini, Ika menjadi sering lemas dan kehilangan tenaganya secara tiba-tiba. membuat dirinya, semakin sulit mengurus Nisa sendirian.
maka dari itu, Ika mempekerjakan seorang baby siter dirumahnya untuk bisa membantu mengurus Baby Nisa yang sudah mulai aktif itu.
twk lama, terlihat Sari berjalan kembali kearahnya membuat Ika mengernyit karena merasa bingung.
"kenapa Sari, ?" tanya Ika yang melihat gelagat aneh dari baby siter anaknya itu.
"maaf Nyonya, itu di depan ada yang mencari Nyonya, " ucap Sari yang merasa ketakutan.
mendengar ucapan Sari, membuat Ika menjadi penasaran sekaligus takut. takut kalau yang menemui dirinya adalah orang jahat.
dengan segera, Ika bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju pintu keluar untuk membukanya.
dan setelah pintu di buka, Ika mematung karena melihat pemandangan di depan matanya.
"papa, "ucap Ika lirih.. dan dengan segera, Papa Yasinu, memeluk putrinya itu, dengan erat seakan tak mengizinkan Ika lepas dari genggamannyata.
"sayang, pulang yuk, " ajak Papa Yasinu.
membuat Ika seketika menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis dan menundukan kepalanya, untuk menyembunyikan luka hatinya.
"enggak Pah, Ika nggak mau pulang, Ika takut, " ucapnya seraya masih memeluk sang Papah.
'kenapa kamu nggak mau pulang,? " tanya Papa Yasinu, mencoba berbicara dari hati ke hati.
Ika masih tetap menggelengkan kepala seraya menunduk.
BERSAMBUNG....
__ADS_1