
Ika yang mendengar pertanyaan sang suami, segera menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.
"nggak papa Yah, Ayah nggak usah khawatir sama Bunda, " ucap Ika.
"kalau ini menyangkut masalah ekonomi, bunda nggak usah khawatir, Insyaallah, Ayah bisa memenuhi kebutuhan hidup kita semya, " ucapFadly yang seakan tau isi hati dan pikiran sang istri.
Ika hanya mengangguk dan kembali terdiam memandangi aktivitas antara Ayah dan Anak itu.
"sayang, baik baik ya sama Bunda, " ucap Fadly mengecup kening putrinya. yang di balas dengan tawa renyah oleh bayi itu.
membuat kedua orang tuanya, ikut tersenyum tipis melihat perkembangan sang buah hati saat ini.
Fafly melajukkan motornya, untuk menuju perusahaan sang mertua.
sesampainya di parkiran perusahaan, Fadly segera turun dan langsung menuju ruangan sang papa mertua.
tok tok tok
suara pintu, diketuk pelan oleh Fadly dan langsung mendapatkan jawaban dari dalam ruangan.
"masuk!! " sahut daru dalam
membuat Fadly segera melangkahkan kakinya, memasuki ruangan sang papa mertua.
"ada apa,? " tanya Paoa Yasinu saat melihat sang menanru seoweti sedang mengatur kata kata yang pantas di katakan.
"emm begini Pah, Fadly mau resign dari perusahaan ini, " ucap Fadly seraya menunfukan kepala.
entah mengapa, dirinya merasa segan dan sungkan pada pria paruh baya yang berada di depannya itu.
"kenapa resign,? " tanya Papa Yasinu seraya menatap bingung arah menantunya itu. "apa ini berkaitan dengan keinginan Papa yang menginginkan kamu untuk memegang perusahaan Papa,? " tanya Papa Yasinu pada akhirnya.
saat dirinya mengingat beberapa hari yang lalu, pernah membahas tentang hal ini pada menantunya itu.
Fadly menganggukkan kepala kemudian menundukan kepala. karena rasa hormat pada ayah mertuanya itu.
'salah satunya itu Pah, tapi yang jelas Fadly ingin mandiri dalam hal ekonomi, " ucap Fadly tersenyum tipis.
membuat Papa Yasinu sedikit bingung karena mendengar jawaban sang istri
"memang, kamu sudah memiliki usaha apa,? " tanya Papa Yasinu hati hati karena tidak ingin menyakiti hati menantunya itu.
__ADS_1
bukan maksud Papa Yasinu menghina atau merendahkan menantunya itu, taoi Beliau hanya ingin masa depan Anak dan Cucunya terjamin.
walaupun beliau tau, jika masalah ekonomi itu, adalah tanggung jawab suami dan beliau juga faham tak sepantasnya menanyakan hal itu oada menantunya itu.
"aku punya usaha restaurant yang alhamdulillah rame dikota B, " ucap Fadly tersenyum tipis.
ucapan Fadly yang baru saja terucap itu, membuat Paoa Yasinu terkejut.
bagimama bisa menantu dan putrinya tak menceritakan apapun padanya dan Fadly kini menghadap dininya dan mengatakan jika dirinya, ingin keluar dari kantor dan memiliki usaha sendiri.
"bagaimana bisa, kalian tidak memberitahu Papa soal ini,? " tanya Papa sedikit kecewa.
membuat Fadly menundukkan kepala karena merasa takut dan bersalah yang menghampiri relung hatinya.
"maaf Pah, tapi Fadly belum sempat memberitahukan pada Papa " ucap Fadly tersenyum kaku.
membuat Papa Yasinu mendengus kesal mendengar ucapan menantunya itu.
"huh kau ini, ya sudah, kapan kau ingin resign,? " tanya Papa Yasinu pada menantunya itu.
"mengkin sekitar tiga hari lagi Pa, "ucap Fadly tersenyum tipis.
"baiklah jika itu keputusan yang kamu inginkan, Papah tak bisa melarang dan mencegah keinginan kamu, "ucap Papa Yqsinu menjeda ucapannya. " tapi nanti, jika suatu saat nanti kamu butuh bantuan, jangan sungkan untuk memberitahu pada Papa, " lanjutnya.
membuat Fadly tersenyum tipis mendengar ucapan Papa mertuanya itu.
"bai oah, kalau begitu, saya oamit dulu assalamualaikum, "ucap Fadky seraya menudukan kepala dan pergi keluar dari ruangan mertuanya.
Fadly kembali melangkah, menuju ruang kerjanya dengqn sefikut melenggangkan kski. karena mungkin efek bahagia karena bisa berdiri sendiri di atas usaha sendiri.
Fadly segera mengerjakan tugas dan langsung fokus pada pekerjaan yang menumpuk itu. karena pekerjaan ini, harus selesai sebelum dirinya resign dari kantor Papanya .
saking seriusnya bekerja, Fadly sampai lupa waktu, hingga tak terasa perutnya berbunyi, menandakan bahwa kini dia sedang lapar.
dengan tersenyum geli entah pada siapa, Fadly mendorong kursi dan segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju pintu keluar.
dan di ambang pintu, dirinya bertemu dengan kedua sahabatnya itu yang sepertinya juga ingin pergi ke kantin.
"halo gaes, kalian mau ke kantin kan,? ' tanya Fadly saat mereka sudah sama sama sejajar.
Riko dan Doni saling berpandangan dan kompak menganggukkan kepala.
__ADS_1
"ayo!! gue traktir malam ini, " ucap Fadly seraya berlalu terlebih dahulu.
membuat kedua orang di belakang sana, semakin heran di buatnya.
"kenapa tuh si Fadly? " tanya Riko yang masih tak percaya.
"entahlah mungkin dia lagi bahagia, " ucap Doni yang berlalu pergi dari hadapan Riko. membuat Rikopun, akhirnya menyusul.
mereka merasuki kantin dan langsung duduk di tempat biasanya.
"loe berdua pesen aja apa yang kalian mau, tapi ingat jangan sampai, melebihi lima puluh ribu, " ucap Fadly memberikan pesan terakhinya.
yailah author mau kemana emqng si Fadly pajai acara pesan terakhir segala.
dahlah lanjut kita bahas para trio tampan nan rupawan ini. 😉 (kedipan mata mwnja dari author) hihi.
"yaelah loe Dly katanya ntraktir taoi kok cuma lima puluh ribu,? " tanya Riko dan diangguki oleh Doni yang merasa setuju dengan omongan satu sahabatnya itu.
"hei kalian lupa kalau makanan di sini hanya seharga sepuluh ribu,? "tanya Fadly menatap mereka dengan tatapan horor
hingga membuat kedua laki laki itu, tersenyum kikuk seraya mulai memesan makanan.. sementara Fadly sendiri, dirinya hanya memesan nasi goreng cumi saus tiram seperti biasa.
tak lama, kedua sahabatnya itu sudah kembali dengan sepiring ayam goreng sambel ijo di tangan masing masing.
"akhirnya, hari ini bisa makan enak juga setelah hampir satu bulan makan mie rebus mulu, " ucap Doni berbinar seraya menatap makanan yang ada di piring.
membuat Riko dan Fadly yang mendengarnya, menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.
"lagian loe kwn masih muda, madih sendiri pula, tetus kemana tuh duit kok bisa cepet habus,? " tanya Fadly.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA MAMPIR YA KE KARYA TEMAN AKU judunya. :ranjang pengkhianatan
Karena pengkhiatan istrinya, Axel terluka, hingga luka itu mendarah daging. Memperegoki istrinya yang tengah bercinta dengan sahabatnya sendiri. Tak cukup sampai disitu, Hanna yang merupakan istrinya harus pergi selama-lamanya akibat perkelahian antar suami dan selingkuhannya.
Berimbas, Axel yang menjadi tersangka akan pembunuhan yang dilakukan sahabatnya sendiri. Axel mendekam selama 15 tahun di penjara. Saat terbebas, ia akan membalaskan dendamnya pada sahabat sekaligus pembunuh yang sebenarnya. Hasil dari perselingkuhan, hadirlah sosok wanita cantik yang menjadi incaran Axel untuk membalaskan dendamnya.
RANJANG PENGKHIANTAN (balas dendam)
__ADS_1