Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 75


__ADS_3

"biasalah Dly, kaya loe nggak tau aja Doni ngapaian," ucap Riko menyela.


membuat Doni hanya bisa tersenyum tipis seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Fadly yang tau kemana arah pembicaraan sahabatnya itu, hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala.


"gue kira, loe bakalan berhenti main cewek, " ucap Fadly seraya memasukan nasi kedalam mulut.


"emm mungkin kemarin bisa gue tahan, tapi setelah gue fikir fikir, setia dengan satu wanita, ternyata menyakitkan, " ucap Doni seraya tersenyum getir


membuat Fadly dan Riko saling pandang dan tersenyum kaku kearah Doni


"ya mungkin saja, dia bukan jodoh loe, nasih banyak kali perempuan yang mau sama loe, " ucap Fadly memberikan semangat pada sahabatnya itu.


"hmm mungkin nanti bisa di coba kalau gue mau nemuin yang pas, " ucap Doni kembali tersenyum.


"widih kepedean banget loe, keburu loe tuir terus gak ada yang mau tau rasa loe, " ucao Riko mencibir.


"heleh, kayak loe laku aja, " Doni mebcibir balik Riko membuat mereka tertawa bersamaan.


tak lama, makanan Doni dan Riko datang. membuat mereka sejenak, menghentikan perdebatan yang tak berfaedah itu.


Doni dan Riko, segera menyantap makanan mereka dengan diiringi pembicaraan ringan.


"semoga, pertemanan kita, bisa terus berjalan, walaupun kita sudah tak lagi se tempat kerja, " ucap Fadly tiba tiba.


membuat Riko dan Doni menatap Fadly dengan tatapan bingung karena tak mengerti apa yang di bicarakan oleh sahabatnya itu.


"loe ngomong apa ,?" tanya Doni masih tidak mengerti.


"mungkin gue akan mengundurkan diri, " ucap Fadly membuat Doni dan Riko sangat terkejut.


hingga Doni menyemburkan isi mulutnya membuat semua orang menoleh dan menatap laki laki itu dengan tatapan aneh.


"loe serius,? " tanya Doni.


Fadly menganggukkan kepala kemudian kembali menyantap makanan itu.


"kapan,? " tanya Riko.


"mungkin tiga hari lagi, " jawab Fadly.


merekapun makan dengan kesunyian. tawa yang sedari tadi hadir, kini berubah menjadi keheningan yang sangat terasa.


mereka tenggelam dalam lamunan masing masing. hingga ponsel milik Doni berbunyi.


dengan malas, Doni segera merogoh saku celananya dan mendapati nama Diana di sana.


"nih, ada panggilan dari Diana, " ucap Doni seraya menyerahkan ponsel android miliknya, pada Fadly.

__ADS_1


Fadly mendorong pelan tangan sahabatnya itu seraya menggelengkan kepala.


"loe aja yang angkat, "ucap Fadly.


membuat Doni dengan terpaksa, mengangkat panggilan itu.


"halo, loe ngapain lagi sih nelpon gue!! kalau loe mau ngomong sama Fadly, ya loe ngomong sama orangnya, " ucap Doni berbicara ketus dan dingin pada Diana.


membuat semua orang yang berada di sana, merasa heran sekaligus terkejut. karena biasanya, Doni tak pernah seketus itu pada orang lain. apalagi, dengan seorang wanita.


"loe kelapa,? " tanya Diana dsri seberang sana.


"gak papa!! udah cepat ngomong, " ucap Doni kembali kwtus.


"oke oke, bilang sama Fadly gue pengen ketemu sama Dia. ada yang perlu gue omongin sama dia, " ucap Diana.


membuat Fadly yang mendengarnya, mengerutkan kening, kenapa sampai swgitunya, Diana ingin bertemu dengan dirinya,


"kenapa loe mau ketemu gue,? "tanya Fadly oada akhirnya membuat Diana tersenyum tipis di seberang sana.


"hey sayang ternyata, loe ada di sana,? " tanya Diana terkekeh pelan.


membuat ketiga laki laki itu, ingin muntah mendengarnya.


"yank yang pala loe beyang, " ucap Doni geram.


ia tak habis Fikir kenapa ada wanita yang semenjengkelkan itu.


"ada apa,? " tanya Fadly dingin. ia tak mempedulikan ucapan Diana dan teman temannya itu.


"santai dong sayang, terburu buru banget sih, " ucap Diana lembut dan terdengar manja.


membuat ketiga laki laki itu, merasa mual untuk mendengar ucapan wanita ular itu.


"jaga bicara loe, " ucap Doni memperingati Diana yang dengan lancang, memanggil Fadly dengan panggilan sayang.


padahal, Fadly sydah memiliki seorang istri. dan bahkan, sudah mempunyai seorang anak.


"hehe kenapa sayang, loe kok marah marah terus, " ucap Diana terkekeh geli.


"jaga ucapan loe, gue udah ada istri!! " ucap Fadly dingin.


bukanya membuat Diana gentar, justru ucapan Fadly itu, membuat wanita itu semakin. menggila di seberang sana.


"istri pembohong maksud loe,? " tanya Diana seraya tersenyum menyerigai.


"apa maksud loe,?" tanya Fadly. namun belum sempat ia menanyakan lebih banyak, Diana sudah mematikan panggilan.


membuat Fadly terdiam dan bertanya tanya. apa sebenarnya yang di maksud oleh Diana.

__ADS_1


Fadly melanjutkan pekerjaannya, dengan perasaan tak menentu. ia ingin segera sampai di rumah dan menanyakan hal itu pada sang istri.


tak kama, suara ketukan pintu, membuat lamunannya buyar.


dan tak lama, pintu terbuka dan menampilkan Doni yang berdiri di ambang pintu.


"loe nggak usah mikirin omongan wanita itu, " ucap Doni yang seakan mengetahui isi fikiran sahabatnya itu.


Fadly hanya menganggukkan kepala kemudian, melanjutkan aktivitas di deoan komputer.


Doni datang menghampiri keruangan Fadly untuk menyerahkan berkas pada laki-laki itu.


tak lama, jam lima sore datang dan mereka semua bergegas pulang kerumah masing masing.


"Don, Ko gue pulangdulu ya," ucap Fadly seraya berlalu pergi meninggalkan perusahaan mertuanya.


sepanjang perjalanan, Fadly selalu kepikiran dengan omongan Diana tadi siang.


"apa maksud Diana, ?apa yang di sembunyikan oleh Ika,? " tanya Fadly pada dirinya sendiri.


tak lama, Fadly sampai di kediamannya.


dengan segera, laki laki itu, masuk kedalam rumah dan segera mengucapkan salam.


"assalamualaikum, " ucap Fadly saat masuk ke dalam rumah.


"wa'alaikum salam, "ucso Ika seraya seperti biasa menghampiri sang suami dan mencium punggung tangannya.


"Ayah, kenapa mukanya seperti itu,? " tanya Ika yang menyadari jika wajah suaminya merah padam.


seperti orang yang sedang menahan kekesalan.


Fadly menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis dan melangkah menuju kamarnya.


lebih baik ia tahan dulu dan mencari kebenarannya dulu, sebelum dirinya mengintrogasi sang istri nanti.


sesampainya di kamar, Fadly segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari bau yang menyengat, akibat seharian berkutat dengan komputer.


sementara Ika, wanita itu menyiapkan baju ganti dan membuatkan secangkir teh manis hangat dan membawanya ke kamar.


setelah lima belas menit, Fadly keluar dari kamar mandi dan segera memakai baju yang sudah di siapkan oleh sang istri.


"Yah, ini Bunda siapkan teh hangat, " ucap Ika tersenyum tipis saat melihat sang suami keluar dari kamar mandi.


Fadly menoleh kearah sang istri dan tersenyum manis.


laki laki itu, berjalan menghampiri sang istri dan langsung memeluk tubuh mungil itu. seraya sesekali mengecup telinga sang istri.


"aku harap, Bunda nggak menyembunyikan sesuatu, " ucapnya seraya mengelus rambut istrinya.

__ADS_1


Ika tertegun sesaat dan langsung berbalik, menghadap suaminya itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2