Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 49


__ADS_3

seminggu kemudian...


rasanya, Ika sudah tak tahan di diamkan oleh suaminya itu.


ia berdiri di depan Fadly yang sedang menatap lurus kedepan.


dengan perlahan, tangan lentiknya memeluk perut suami dari belakang.


"ayah, maafin bunda" ucapnya seraya mengeratkan pelukan di sertai isakan tangis.


Fadly menghirup nafas dalam dan menghembuskanya kasar.


lalu, ia berbalik menatap sang isteri yang sudqh menunduk


Fadly mengangkat dagu sang isteri dan menatap dalam manik indah itu.


"bagaimana,? " tanya Fadly seraya menatap dalam mata sang isteri.


"apa,? " ucap Ika lirih.


"bagaimana rasanya jika tak di hiraukan orang yang kita sayang,? " tanya Fadly sekuat tenaga agar tak meninggikan suaranya.


"maaf, " ucap Ika seraya lqngsung memeluk tubuh kekar yang berada di depanya itu.


"sebenarnya ayah merasa sakit hati atas perlakuan bunda yang tanpa sebab seperti memusuhi ayah. tapi, ayah berusaha sekuat tenaga untuk sabar, " ucap Fadly membuat Ika semakin sesenggukan.


Fadly mengangkat dagu isterinya itu dan tersenyum hangat.


"ayah nggak marah bun, ayah hanya mau memberikan sebuah pelajaran untuk bunda, jangan menyakiti seseorang jika bunda tak mau di sakiti orang karena hukum tabur tuai itu berlaku, " ucap Fadly dan membalas pelukan isterinya.


Fadly mengecup kening Ika dengan begitu lama hingga Ika memejamkan mata karena merasa nyaman.


"kita turun yuk kebawah, ayah lapar mau makan makanan yang bunda buat, " ucap Fadly tersenyum.


"iih ayah, ayah nyebelin " ucapnya seraya mengerucutkan bibir.


karena suaminya itu tahu jika dirinya tak bisa memasak. jangankan mamasak, menyentuh dapur saja ia jarang.


walaupun ia sering membantu sang mama masak, namun ia tak pernah memperhatikanya.


ada sedikit menyesal saat menyadari jika dirinya tak bisa memasak.


perempuan itu harus pandai memasak supaya bisa masakin suami.


dan nyatanya ia belum bisa memasak sampai saat ini dan Fadlypun tak mempermasalahkan itu.

__ADS_1


membuat Fadly tertawa. "iya sayang aku cuma bercanda yasudah ayo turun mumpung baby Nisa masih tidur.


mereka berdua keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju lqntai bawah.


sesampainya di meja makan, Ika tampak berbinar karena menemukan makanan yang sudah lama ia ingin kan.


"wuah ini mie goreng kesukaan aku, " ucapnya girang membuat Fadly menatap poring yang berada di depanya.


"sejak kapan ada mie disini,!?" ucap Fadly yang tiba-tiba berubah menjadi dingin.


"i-itu tuan ini dari nyonya besar dan katanya nyonya Ika menyukainya, " ucap bi Sumi gugup karena tatapan Fadly.


Ika yang melihat itu, segera mengelus lengan suaminya guna menenangkan emosi Fadly


"tenang yah mie ini terbuat dari sayuran kok jadi aman" ucap Ika tersenyum kearahnya.


Fadly menoleh dan menatap wajah sang isteri meatap kedalam mata hitam itu, berusaha mencari kebohongan di dalamnya. namun, ia tak melihatnya sama sekali.


"kamu yakin mau makan itu, ?" tanya Fadly memastikan.


"iya ayah sayang, ini terbuat dari bayam jadi cocok untuk aku yang sedang menyusui, "ucap Ika tersenyum hangat.


Fadly mengangguk dan kemudian duduk di samping sang isteri.


"terserah kamu bun, " ucap Fadly tersenyum.


setelah Ika memberikan makanan pada sang suami, kini giliran dirinya yang mengambil mie goreng beserta telur mata sapi tersebut.


"sayang, kok nggak pakai nasi,? " tanya Fadly yang melihat sang isteri hanya menuangkan mie goreng dan telur mata sapi kedalam piringnya.


"enggak yah, nanti kalau makan nasi juga kekenyangan, " ucap Ika yang mulai memasukan makanan kedalam mulutnya.


Fadly hanya mengangguk lalu melanjutkan makan malamnya.


setelah selesai makan, Ika dan Fadly menuju kamar pribadi mereka.


Fadly menuju kamar mandi untuk mengganti baju tidur. sementara Ika, sudah berpakaian dinas ala emak-emak. apalagi jika bukan daster.


karena semenjak menyusui, dirinya semakin merasa kegerahan. apalagi jika sedang malam hari. maka dari itu, ia lebih memilih mengenakan daster..


setelah membersihkan diri, Ika dan Fadly menuju sofa yang berada di sisi ranjang.


mereka berdua duduk di sofa seraya membawa baby Nisa dalam gendongan sang isteri.


lalu mulai menonton drama korea kesukaan Ika tiiba, Fadly mengatakan sesuatu, "hmm enak kali yah kalau punya anak banyak,? " ucapnya seraya menoleh pada Ika.

__ADS_1


Ika sekuat mungkin tak menghiraukan ucapan suaminya itu. ia memilih fokus pada baby Nisa.


Fadly yang mengetahui itu, segera memegang pundak sang isteri dan " kemarin, sebenarnya bunda kenapa sih.?" tanya Fadly.


"aku belum mau hamil lagi ayah aku mau fokos sama baby Nisa, " akhirnya Ika mengutarakan isi hatinya pada suaminya.


Fadly mencoba memahami fikiran isterinya itu dan kemudian tersenyum kearah wanita itu.


"iya, bunda jangan khawatir lagian ayah gak terburu-buru kok bun, mungkin nunggu baby Nisa besar dulu, " ucapnya seraya tersenyum.


Ika hanya tersenyum hambar hatinya sedikit meringis nelihat itu, " sayangnya bunda benar-benar tidak mau memiliki anak lagi yah, " ucapnya. dan itu hanya bisa ia lakukan dalam hati.


"ayo kita tidur besok kita jalan-jalan" ucap Fadly membuyarkan lamunan wanita itu.


Ika hanya mengangguk dan memindahkan baby Nisa kedalam box bayi.


setelah itu, ia merangkak naik dan mulai menyelimuti dirinya dengan selimut dan mulai terpejam. namun, selimut yang hendak di pakai, segera jatuh kelantai.


siapa lagi pelakunya jika bukan suaminya. " yah, ucapnya seraya membuka mata dan mendapati Fadly sudah berada diatas tubuhnya.


"ayah rindu bun, sudqh seminggu ini, bunda menghindari ayah, " ucapnya seraya tanganya bergrilya.


Ika hanya pasrah dan menuruti keinginan sang suami dan malam itu, mulailah adegan ywng sudah seminggu itu tertunda.


paginya, Ika dan Fadly bersiap akan berkunjung kerumah sang mama yang berada di kota K. butuh waktu sekitar dua jam perjalanan untuk sampai di sana.


sesampainya di sana, Ika segera divsambut dengan hangat oleh keluarga itu.


"eh, ada tamu ternyata. kok kesini nggak bilang-bilang, " ucap bibi Tiara ywng kebetulan berada di depan rumah.


"iya bi, si mas Fadly mumpung libur. jadi, kita main deh di sini, " ucapnya seraya menyalami bibinya tersebut


"oh gitu, ya sudah masuk sana mereka semua lagi main di dalam.


"assalamu'alaikum, " sapa Ika dan Fadly dari luar. membuat semua orang menoleh kearah pintu.


"wa'alaikum salam eh, ada tamu ayo masuk " ucap mama Erika yang langsung berdiri dan mwmeluk sang putri.


"bagaimana, kalian sehat kan,? " tanya mama Erika. oadahal wanita paruh baya itu tau kondisinya dan keluarga kecilnya baik-baik saja.


"ih mama kan kemarin baru kerumah masak udah di tanyain kabar baik atau nggak, padahal kan udah tau kita baik-baik saja, " ucapnya cemberut.


"iya kan cuma nanya, " ucap mama Erika.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2