
setelah melihat lihat keadaan rumah ini, Ika segera memasukan kopernya kedalam kamarnya.
Ika hanya membawa tiga stel baju dan membaea br beberapa perlengkapan Nisa.
karena semua fasilitas dari suaminya, ia tinggalkan dirumah Fadly. Ika tidak mau membawa sedikitpun uang dari sang suami.
karena baginya, hubungan suami istri antara mereka, sudah selesai saat Dirinya di perlakukan kasar oleh suaminya itu.
"awh sakit banget sih," ucap Ika saat dirinya melangkahkan kakinya menuju pintu kamar.
namun, dengan segera Ika memaksakan diri agar bisa berjalan normal.
"aku nggak boleh lemah " ucap Ija seraya berjalan tertatih menuju kamar barunya.
Yap mulai sekarang Ika akan tinggal dan menetap disini. dirumah kontrakan ini.
dan dirinya akan kembali ke pekerjaannya yang dulu. yaitu menjadi penulis novel online.dan akan memulai hidup barunya, bersama sang putri.
setelah beberes kamarnya, Ika meletakkan baby Nisa di tempat tidur dan kemudian dirinya oun juga merebahkan dirinya.
tak lama, perutnya berbunyi dan Ija baru menyadari, jika dirinya belum sarapan. dan sekarang, sufah masuk jam makan siang.
dengan segera, Ika mengambil ponsel di dakam tasnya dan segera memesan makanan fia online.
"sampai lupa kalau aku belum sarapan, ' gumamnya seraya mengelus perutnya.
setelah ini, dieinya akan menuju rumah sakit terdekat, untuk memeriksa kondisinya.
apalagi, sepertinya di areanya, ada yang robek dsn itu sangat sakit sekali.
tak lama. pintu di ketuk oleh seseorang dan Ika segera bergegas membuka pintu rumah.
dan terlihat disana, kurir makanan yang dirinya pesan telah sampai.
"permisi, dengan Ibu Ika,? " tanya Kurir seraya menyerahkan bungkusan makanan pada Ika.
"oh, iya mas dengan saya sendiri, " ucapnya seraya menerimanya.
"berapa semuanya mas,? " twnya Ika. karena ternyata dirinya tak melakukan transaksi lewat online melainkan lewat sistem COD.
"semua lima ouluh ribu Bu, " ucap Si kurir. dengan segera, Ika nerogoh uang di dalam dompetnya dan menyerahkan uang pecahan berwarna biru.
setelah menutup pintu, Ika segera memakan makanan yang dirinya pesan.
"mm mungkin ini akan sampai nanti sore, " gumamnya seraya menatap sekilas Baby Nisa yang masih terlelap di kasur.
__ADS_1
Ika tersenyum kecut saat dirinya membayangkan, akan seperti apa masa depan anaknya. apalagi jika sampai Dirinya dan Fadly memutuskan untuk berpisah, ia tak bisa membayangkan, hancurnya hati putrinya itu..
setelah lama menyantap makanannya,Ika segera memesan taxi online untuk menuju rumah sakit terdekat.
tak lama kemudian, taxi yang di pesan oleh Ika sudah sampai divdepan rumahnya.
dengan segera, Wanita itu masuk kedalam dengan menggendong baby Nisa yang masih tertidur.
"pak kita kerumah sakit zz ya, " ucap Ika saat taxi sudah melaju meninggalkan. rumah kontrakan itu.
sopir itu hanya mengangguk dan segera melajukanya, sesuai dengan arwhan penumpangnya.
tak lama, taxi itu telah sampai di depan rumah sakit yang di tuju.
"terimakasih ," ucap Ika seraya memberi uang lima puluh ribu.
setelah itu, dirinya mssuk ke dalam rumah sakit itu, dan segera menuju ruang tunggu, sebelum nanti masuk, ke ruangan Dokter alat vital.
sembari menunggu, Ika mencoba membangunkan sang putri yang masih juga terlelap.
" sayang, kok tidur terus sih ayo bangun, " ucap Ika seraya mengecup seluruh wajah anaknya.
membuat bayi gembul itu, mengeliiat karena merasa terusik.
dan pemandangan itu, membuat Ika semakin gemas dan semakin gencar mengganggu sang bayi.. twk lama setelah itu, Ika di panggil oleh perawat.
"selamat siang, ada yang bisa saya bantu,? " tanya Dokter itu.
membuat aika nerasa gelisah dan malu untuk menceritakan semuanya pada Dokter tersebut.
"tidak usah malu bu, ayo katakan saja, siapa tau, saya bisa membantu anda, " ucap sang Dokter kembali, saat melihat kegelisahan wanita di depannya itu.
"emm begini Dok, " ucap Ika kemudian menceritakan semuanya pada sang Dokter.
membuat Dokter itu, menahan senyuman karena merasa geli tapi juga merasa kasihan.
"begini Bu, Sebenarnya hal seperti ini, tidak akan membuat akat kontrasepsi, yang di pasang rusak mungkin hanya bergeser dan menyebabkan anda hamil, " ucap sang dokter.
membuat Ika seketika, menelan ludahnya mendengar jawaban sang Dokter.
"hamil Dok,? " tanya Ika sedikit bergetar.
"iya bu," ucap Dokyrr itu, seraya tersenyum tipis dan segera menuliskan resep obat untuk segera Ika tebus.
"Dan ini adalah resep yang haris ibu tebus di apotek di depan sana, " ucap sang Dokter menyerahkan sebuah kertas pada Ika.
__ADS_1
dengan segera, Ija mengambilnya dan berlalu pergi. bahkan, dirinya lupa untuk mengucapkan terimakasih dan lain sebagainya, karena terlalu panik.
"bagaimana kalau aku beneran hamil karena kejadian semalam, " gumam Ika seraya berjalan menuju apotek.
setelah selesai menebus obatnya, Ika memutuskan untuk segera pulang dengan baby Nisa yang masih berada di gendongan depan.
sesampainya di depan rumah, Ika segera berjalan masuk dengan fikiran yang masih kalut.
"hsmil,? nggak gue nggak mau hamil lagi, " ucapnya dsn segera meletakkan baby Nisa di kasur.
sementara dirinya, segera meminum obat dan segera beristirahat di samping ansknya.
beruntungnya, bayi mungil itu, tak pernah rewel sama sekali.
bahkan, waktu dirinya sakit pun, bayi mengemaskan itu, tak pernah rewel sedikipun.
🌸🌸🌸
sementara itu, dilain tempat, terlihat seorang pria sedang kebingungan sendiri karena mencari sang istri yang sepertinya menghilang entah kemana.
"sayang, kamu kemana,?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"tolong maafkan aku, " lanjutnya seraya sesekali memukul kepalanya sendiri. karena merasa bersalah.
siapa lagi jika bukan Fadly. laki laki itu, sedari pagi, mencari keberadaan sang istri. dsn belum menemukan hasilnya.
ia sampai tak masuk ke kantor karena memang fikiranya masih buntu. beruntung, Doni dan Riko memberikan alasan yang sangat bagus untuk papa mertuanya
sehingga, mertuanya itu, tak menaruh kecurigaan sama sekali.
ia tidak mau sampai keluarga istrinya tau soal ini. karena jika mereka semua tau, bisa hilang rasa percaya mereka padanya.
apalagi, ini masalah merwka berdua dan mereka berdua yang harus menyelesaikan masalah mereka sendiri.
Fadly kembali bangkit dari duduknya dab segera melangkahkan kakinya, untuk kembali mencari keberadaan sang istri dan juga anaknya.
'kemana lagi aku harus mencarimu ssyang, maafkan aku, " ucap Fadly seraya meraup wajahnya kasar.
sungguh sekarang ini, dirinya hampir gila karena easa bersalah dan rasa khawatir yang bersatu menjadi satu.
ia seperti orang yang kehilangan arah karena mencari keberadaan sang istri dan anak mereka.
"maafkan aku, aku berjanji, jika kamu kembali, aku tidak akan menuntut kamu lagi, " ucapnya penuh penyesalan.
Fadly segera menaiki motornya menuju rumahnya untuk beristirahat sejenak. karena memang, entah mengapa, dirinya merasa kelelahan. dan tak seperti biasanya.
__ADS_1
B3RSAMBUNG