Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 52


__ADS_3

pagi harinya, Ika bangun sedikit kesiangan. ia menoleh kesamping karena sedari malam, Ika tak merubah posisi tidurnya.


ia menatap sang suami yang sudah membuka matanya seraya tersenyum.


"pagi, bunda sayang, " ucap Fadly mengecup kening, bibr dan pipi sang isteri.


Ika tertegun sesaat, kemudian tersadar dan membslas sapaan suaminya itu.


"pagi ayah, " ucapnya seraya turun dari ranjang. namu, gerakanya langsung terhenti saat tangan besar suaminya menarik tangan mungilnya. hingga Ikapun terjatuh dalam pelukan sang suami.


"maaf ya sayang, " ucapnya seraya mengecup puncak kepala sang isteri.


Ika menoleh dan menatap lekat wajah suaminya itu.


"kenapa minta maaf, " tanya Ika tersenyum pada sang suami.


Fadly tak menjawab justeru malah mengeratkan pelukanya dan segera nenindih sang isteri.


"ayah ini masih pagi lho, " ucap Ika berusaha menolak halus.


"justru karena masih pagi, bibitnya bagus untuk anak cowok, " ucap Fadly mulai menciumi wajah sang isteri.


"ah" ******* itu lolos begitu saja. padahal Ika berusaha menahanya sekuat tenaga.


karena Ika tau, semakin wanita mengeluarkan suara seksinya, itu menandakan jika mereka juga menikmati.


dan Ika ingin menahan suara itu agar tidak keluar dan agarvsang suami segera menyudahi kegiatanya.


namun, wacana hanyalah wacana. karena justeru sekarang, Ika sudah terhanyut akan gairah yang memabukan.


Fadly tersenyum simpul melihat reaksi dari wanita pujaanya itu.


ah wanita pujaan, ya. sekarang Fadly sudah mulai yakin dengan hatinya. jika Ika merupakan wanita pujaan dan ratu di hatinya saat ini.


mungkin, mereka menikah tanpa cinta, tapi lihat sekarang, mereka bisa membangun rumah tangga yang bahagia.


Fadly segera menyalutkan aliran-aliran yang memabukan bagi sang isteri. ini adalah kesempatan baginya. untuk bermesraan dengan sang isteri.


karena jika sudah dirumah, mereka susah sekali meluangkan waktunya berdua karena sudah ada anak.


dan sekarang, mumpung sang anak masih tidur dan pasti nanti ada yang menjaga, jadi Fadly memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.


setelah selesai, mereka berdua memutuskan untuk mandi dan segera turun.


setelah tiga puluh menit, Ika dan Fadly keluar dari kamar mandi.


"yah, mau di masakin nasi goreng,?" tanya Ika srraya mengeringkan rambut dengan handuknya.

__ADS_1


"boleh, tapi jangan yang pakai kecap, " ucsp Fadly memperingati.


"siap pokoknya " ucap Ika srgera keluar dari kamar dan segera menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


"udah bangun nih yang pengantin baru, " ucap Stevia dengan gaya cengengesan


"siapa yang pengantin baru,? " tanya Ika


"ya kamu lah Ka, " ucap mbak Minah.


"oh, kirain si Stevia, " ucapnya seraya berlalu pergi untuk segera membuaykan sarapan pada suaminya.


"enak aja" ucapnya seeot membuat Ika tertawa terbahak-bahak.


tak lama, masakan Ika telqh selesai dan di tata di meja makan bertepatan drngan turunya sang suami dan putri mereka yang tampak sudah mandi.


"eh, cucu Oma udah bangun udah mandi lagi, " ucap mama Erika seraya mengulurkan tanganya meraih sang cucu.


mereka semua berkumpul di meja makan dan segera menyantap makanan.


"ini kok enak, " ucap Stevia masih saja menggoda Ika.


"ya iyalah enak gue bisa masak tau" ucap Ika ketus dan melanjutkan acara makanya.


setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga. dengan baby Nisa berada di tengah-tengah orang dewasa.


"kapan kamu mulai masuk kerja,? " tanya bi Tiara.


"emm mungkin hari senin bi, makanya Ika meminta untuk berlibur di sini, " ucap Fadly seraya tersenyum.


selama mereka berada di sana, Ika dan Fadly tampak hepy dan sesekali mereka mengunjungi tempat-trmpat wisata yang ada di kota K.


dan tepat hari ketiga, mendadak baby Nisa sakit dan membuat pasangan muda itu kualahan karena sejak lahir, belum pernah sakit.


"duh sayang cup-cup" ucap Ika seraya menimang-nimang tubuh mungil itu.


oek oek oek.


bukanya tenang bayi mungil itu, malah semakin histeris membuat Ika juga ikut menangis


"jangan ikut menangis sayang, " ucap seseorang yang menghampirinya. Ika menoleh dan mendapati bibi Niara yang berdiri di belakangnya


"hiks hiks ini bagaimana bi Nisa tidak mau berhenti menangis,? " tanya Ika yang sepertinya sudah kualahan.


"sini biar bibi yang menenangkan. jika nanti masoh belum reda juga demamnya, kamu bawa dia kerumah sakit di kota P karena di sana peralatanya lebih lengkap. " ucap bibi Niara dan langsung membawa baby Nisa keluar kamar.


dan benar apa kata bibi Niara ternyata, demam yang di derita baby Nisa belum juga turun dan terpaksa membawa bayi mungil itu ke rumwh sakit yang ada di kota P.

__ADS_1


sepanjang perjalanan, Ika tak henti-hentinya menangis.


membuat Fadly merasa kasihan pada sang isteri "sudah jangan menangis yakin saja sama Allah putri kita baik-baik saja, " ucapnya seraya mengelus pundak isterinya.


"aku takut yah, anak kita masih kecil, hiks" ucap Ika di sela-sela isakan tangisnya.


Fadly hanya bisa memandangi sang istri dengan perasaan berkecamuk di dalam dada. setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, Ika dan Fadly sampai di rumasakit ternama di kota P.


"sus, tolong anak saya, " teriak Ika seraya menqngis.


tak lama, para suster datang seraya membawa brankar.


segera di bawa ke ruang ICU dan Ika di minta menunggu di luar ruangan.


"hiks maafkan bunda sayang" ucap Ika seraya menabgis di pelukan suaminya.


"sstt sayang, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, " ucap Fadly mencoba menenangkan sang isteri.


tak lama, Dokter keluar dari ruang icu. dengan segera, Ika menghampiri sang Dokter.


"Dok, bagaimana keadaan anak saya, " ucap Ika.


"kami harus melakukan cek up lanjutan untuk mengetahui penyakit anak ibu. tapi, saya menduga anak ibu terkena tifus. " ucap Dokter tersebut.


membuat Ika, hampir saja pingsan jika saja tidak di tangkap oleh sang suami.


"hiks Nisa, " ucap Ika histeris dalam pelukan sang suami.


"sabar bun, doakan saja anak kita akan baik-baik saja, " ucap Fadly mengelus kepala istrinya


"lalu, apa yang akan di lakukan Dok,? " tanya Fadly


"mungkin akan di lakukan cek darah," ucap sang Dokter.


"lakukan apa saja untuk menyelamatkan anak saya, " ucap Fadly. membuat sang Dokter mengangguk dan kembali kedalam ruang ICU.


srtelah dua jam, Dokter tersebut keluar ruangan dan membawa selembar kertas di tanganya.


"bagaimana Dok, ?" tanya Ika.


"tidak perlu khawatir bu, anak anda hanya terserang demqm biasa dan sedikit luka di lambungnya.


"apa perlu di rawat Dok,? " tanya Fadly.


"tidak perlu karena kami sudah mrmberikan obat dan sebentar lagi pasti akan sembuh," ucap Dokter tersebut.


Ika dan Fadly kembali duduk di kursi tunggu di depan ruang ICU.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2