Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 33


__ADS_3

dua bulan kemudian...


sore harinya, Ika tengah duduk di taman belakang tengqh mengemil kacang almond dansegelas susu ibu hamil.


" awh " pekik Ika. tiba-tiba ia merasa sedikit nyeri di perut bagian bawahnya. lalu ia mengelus perutnya dan mengajak bayinya mengobrol.


"kenapa sayang? " tanya Ika pada perut buncitnya. tak lama, Fadly pulang dari kantor dan langsung memeluknya.


"kenapa? hmm" tanya Fadly yang sebetulnya melihat sang isteri seperti kesakitan.


Ika menoleh dan tersenyum manis pada sang suami" gak papa yah agak nyeri aja mungkin lagi mau di ajak ngobrol ayahnya " Ika nengelus perutnya dan menarik tangan sang suami untuk menyentuh perutnya.


sebenarnya Ika sedari pagi sudah merasakan perutnya sedikit sakit dan agak mulas seperti ingin BAB. namun setiap kali pergi ke toilet, tak pernah bisa.


"ayo masuk yah mandi dan makan " ucap Ika seraya menarik tangan suaminya untuk masuk kedalam rumah.


baru saja menaiki satu anak tangga, Ika merasa perutnya merasa melilit. dengan kuat ia meremas anak tangga dan tangan yang lain merenas gamis yang ia kenakan.


Fadly melihat ekspresi sang isteri, lalu menggenggam tangan dan merangkulnya. membawanya menuju kamar mereka.


setelah masuk kedalam kamar, Fadly mendudukan sang Isteri di sofa dan segera mengambilkqn air di atas nakas samping ranjang. lalu meminumkanya pada sang isteri.


"kamu kenapa? apa yang sakit? " tanya Fadly menggenggam tangan sang isteri.


"perut aku sakit yah " ucap Ika seraya meringis


Fadly yang menyadari itu, segera menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian.


tak lama, ia kembali dan mendekati sang isteri yang masih kesakitan di sofa dan langsung memapah Ika untuk membawanya kerumah sakit.


sesampainya di bawah, Fadly berpapasan dengan Bi Sumi yang selesai mengepel dapur.


"bi tolong nanti persiapkan semua pakaian saya dan Ika. saya akan membawanya kerumah sakit sekarang" ucap Fadly seraya melangkah menuju pintu.


"baik tuan. tapi tuan sama nyonya akan kemana? " tanya bi Sumi.


"saya dan Ika akan menuju rumah sakit sepertinya Ika akan segera melahirkan " ucap Fadly dengan setengah berlari menuju mobil dan segera masuk. melajukanya kerumah sakit ibu dan anak di kota S.


"ayah sakit " keluh Ika seraya mengelus perut buncitnya dan sesekali mengatur nafas.


"sabar sayang sebentar lagi kita sampai" ucap Fadly yang merasa khawatir dengan keadaan sang isteri yang masih meringis.


lima belas menit, mereka sampai di rumah sakit. para perawat membawa brankar dan menggotong tubuh Ika yang mulai lemas.


mereka memasuki ruang persalinan. didalam perawat mengecek pembukaan pada Ika.

__ADS_1


"ini sudah bukaan lima nyonya " ucap Dr. Julia seraya mengecek suhu tubuh Ika.


"berapa lama Dok kira-kira akan lahir ?" tanya Fadly yang duduk di samping sang isteri.


"mungkin jika prosesnya cepat, akan lahir pada pukul sepuluh malam ini" ucap Dr. Julia seraya menutup selimut yang sempat terbuka.


"duh lama banget" gumam Ika seraya matanya tak lepas dari jam yang bertengger di dinding.


"sekarang nyonya jalan-jalan saja nanti saya kembali lagi nanti" ucap Dr. Julia berlalu pergi.


Ika turun dari ranjang dan segera melaksanakan perintah sang Dokter untuk berjalan-jalan. lalu iaberjalan seraya memeluk sang suami yang setia mendampingi.


tak lama, bi Sumi masuk kedalam seraya membawa dua tas besar berisi baju bayi dan baju ganti untuk kedua majikanya.


"nyonya, tuan ini barang-barangnya " ucap bi Sumi meletakan barang-barangnya di samping brankar.


"terimakasih bi " jawab Fadly seraya menerima tas " oh ya bi tolong belikan makanan ya karena Ika belum makan sore" sambung Fadly seraya memberikan uang lima puluh ribu.


"baik tuan. kalau begitu saya permisi "ucap bi Sumi berlalu pergi.


sepeninggal bi Sumi, Ika masih merintih kesakitan dan meremas tangan suaminya.


tak lama, Dr. Julia datang dan menyuruh Ika untuk berbaring karena akan mengecek bukaan.


"nyonya ini sudah bukaan tujuh terus di bawa jalan-jalan ya " ucap Dr. Julia berlalu pergi.


"sakit ya sayang? " tanya Fadly yang menyeka keringat sang isteri.


Ika hanya mampu menggeleng. tak lama, ponsel Ika berdering dan segera di raih ponsel itu.


tertera nama sang ayah mertua yang menghubungi. segera di angkat oleh Fadly.


"halo pah assalamu'alaikum " ucap Fadly saat telah tersambung.


"........"


"oh ini pah kita sedang berada di rumah sakit" jawab Fadly.


"......."


" iya pah Ika akan melahirkan sekarang kita berada di rumah sakit ibu dan anak yang berada di jalan X" ucap Fadly seraya tanganya sibuk memijat punggung sang isteri.


"....."


"baik pah Wa'alaikum salam" ucap Fadly menutup telfonya.

__ADS_1


taklama, bi Sumi datang dengan membawa makanan


"ini tuan makananya " ucap bi Sumi mrnyerahkan bungkusan makanan.


"terimakasih bi " ucap Fadly menerima dan membuka makanan.


"aku gak mau makan " ucap Ika saat Fadly menyodorkan makanan.


"sedikit saja sayang kamu kan belum makan " ucap Fadly yang kembali menuodorkan makanan.


lalu dengan perlahan, Ika membuka mulutnya dan menerima suapan sang dari sang suami.


Ika kembali berjalan-jalan sembari di suapi oleh sang suami. sementara bi Sumi menyiapkan kamar yang akan di huni oleh majikanya nanti setelah melahirkan.


tak lama, Dr. Julia datang dan mengecek kondisi Ika " ini sudah bukaan lengkap nyonya tapi harus menunggu sebentar lagi " ucap Dr. Julaia membuat Ika dan Fadly mengernyit.


"memang kenapa Dok? " tanya Fadly yang sedikit tau kalau sudah bukaan sepuluh itu tandanya sudah lengkap.


"kantong ketubanya belum pecah" ucap Dr. Julia membuat Fadly dan Ika yang tengah berbaring mengangguk lemah.


tak lama, terdengar suara berisik dari luar ruangan persalinan.


"sayang sebentar ya aku mau melihat keluar" ucap Fadly beranjak dari kursi samping brankar.


"jangan lama-lama" ucap Ika di sela-sela rintihanya. Fadly mengangguk dan tersenyum lalu segera membuka pintunya.


di depan terlihat keluarga besarnya dan keluarga besar sang isteri.


"gimana kondisi isterimu? " tanya bude Yusra pada keponakanya itu.


"hmm dia baik-baik saja bude bukaanya juga sudah lengkap tapi.. " ucapan Fadly terhenti membuat semua orang penasaran.


"tapi apa? " tanya mbak Minah.


"tapi kata Dr. Julia belum bisa mengejan karena kantungnya belum pecah padahal sudah bukaan lengkap " sambung Fadly yang membuat mereka semua menatap Fadly dengan berbagai ekspresi.


tak lama, perawat menghampiri Fadly dan memberitahunya jika sang isteri sudah akan melahirkan.


Fadly segera memasuki ruang persalinan dan disana sudah terlihat Ika sedang bersiap untuk mengejan.


"ayo nyonya tarik nafas dan lepaskan" ucap Dr. Julia memberikan aba-aba.


Ika segera menurut dan mulai mengatur nafasnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK GAES


__ADS_2