Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 65


__ADS_3

sontak saja, cubitan panas itupun, membuat Fadly berteiak dan saat itu juga, Ika membungkam suara sang suami, dengan sebuah kecupan.


membuat Fadly tertegun sesaat, karena ternyata sang istri sangat lihai dalam ehem ehem.


"jangan teiak Yah, nanti baby Nisa bangun, " ucap Ika membuat sang suami menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis.


"maaf Bun, Ayah hanya kaget aja, ternyata isteri Ayah sangat pintar dan berpengalaman, " ucap Fadly tersenyum menggoda sang isteri.


membuat Ika tersadar akan kelakuanya tadi. membuat pipi wanita itu, memerah karena menahan malu.


"ish Ayah mah, " ucap Ika seraya menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.


"cie, istri Ayah malu nih ye, " ucapnya seraya madih terus menggoda sang Istri.


"Ayah!! " ucapnya seraya memukul lengan suaminya. membuat Fadly tertawa pelan. karena takut, suaranya akan membuat Nisa terbangun.


"iya iya sayang, ayo kita tidur udah malam, " ucap Fadly. setelah puas tertawa.


membuat Ika menurut dan mereka tidur dengan posisi sama seperti biasanya.


pagi harinya, Ika terbangun untuk menjalankan aktivitas seperti biasa.


"Yah, nanti malam, kita pergi kan ke acara Afifah,? " tanya Ika saat mereka sudah bersiap siap akan pergi beraktivitas.


karena saat ini, Ika akan pergi ke Cafe milik suaminya, untuk mengawasi kegiatan di cafe. karena sang suami ada pekerjaan mendadak di luar kota.


"iya sayang, nanti malam kita pergi ke acara teman kamu itu, " ucap Fadly seraya membereskan data data yang akan ia bawa ke kota A.


mereka turun menuju lantai bawah dan segera berangkat menuju kantor.


"ya sudah kalau begitu, Ayah berangkat dulu ya, assalamualaikum, " ucapnya seraya mengecup kening istri dan pipi anaknya.


"wa'alaikum salam, " ucap Ika seraya melwmbaikan tangan saat Fadly mulai menaiki motornya.


"jangan cspek capek, kalau nanti di Cafe ramai, kamu nggak usah bantu bantu, " ucap Fadly memperingati.


Ika hanya terswnyum seraya menganggukkan kepala. " iya Ayah, bawel banget sih suami aku, " ucap Ika.


Fadly hanya tersenyum dan segera menjalankan mobilnya, menuju perusahaan milik mertuanya.


setelah Suaminya pergi, Ika segera bersiap siap untuk menuju restaurant milik suaminya .


"Bi, titip rumah ya, saya mau pergi sebentar, " ucap Ika saat melihat Bi Sumii melintas di depannya.


"eh iya Nyonya, hati hati ya,"ucap Bi Sumi seraya menganggukkan kepala.

__ADS_1


Ika segera keluar dari rumah dengan beby Nisa berada di gendongan depan.


setelah masuk ke dalam mobil, baby Nisa di taruh di baby care. setelah itu, Ika mengendarai mobilnya menuju restaurant sang suami.


setelah lima belas menit, akhirnya mereka sudah sampai di depan restaurant 'Pinky Nisa' itu.


yap. Fadly membuat nama baru untuk restaurant miliknya itu.


"eh Ibu sudah datang, mari kita antar ke ruangan Pak Fadly, " ucap seseorang pelayan yang langsung menyambutnya


bahkan, Ika sampai di bawakan tas dan sroler baby Nisa. membuat wanita muda itu, merasa keheranan karena di perlakukan seperti ini.


"kalian kenapa,? " tanya Ika saat nwreka sudah berada di depan ruangan Fadly.


"tidak papa bu, kalau begitu, saya permisi, " ucap si pelayan dan segera berlalu pergi.


Ika menghembuskan nafas panjang dan segera masuk keruang kerja sang suami.


"aneh sekali, ada apa sebenarnya,? " tanya Ika pada dirinya sendiri.


tiba tiba, dirinya ingin ketoilet dan langsung menuju kesana. meninggalkan baby Nisa sendiri di dalam sroler.


"nggak papa kali ya, kalau aku tinggal sebentar baby Nisa di sini,? " tanya Ika yang lagi lagi, entah pada siapa,?


setelah selesai dengan panggilan alamnya, Ika segera keluar dari jamar mandi.


di saat dirinyq hendak melewati dapur, dieinya tak swngaja mendengar obrolan karyawan restaurant.


"eh denger denger si Lidya di keluarin loh dari restaurant ini, " ucao salah satu karyawan.


"iya aku juga denger, katanya karena menghina pak Fadly dan berkata jumawa, jika dirinya gak level bekerja di sini, " timpal yang lain.


"ish rasain sombong sih, " ucapnya mencibir.


Ika yang mendengarnya hanya bisa tertegun karena tak menyangka, jika suaminya bisa setega itu kakau marah.


dengan terburu buru, Ika segera kembali jeruangan suaminya dan melewati dua karyawan yang sedang bergosip itu. tanpa merwka tau.


sesampainya di dalam ruangan, Ika segera menghubungi sang suami untuk menanyakan, apakah berita itu benar atau tidak.


"halo yah, assalamualaikum, " ucsp Ika saat panggilan di terima.


"wa'alaikum salam, ada apa bun,? " tanya Fadly.


"yah, bunda mau tanya apa benar, ayah memecat karyawan bernama Lidya,? " tanya Ika.

__ADS_1


"iya bun. kenapa,? " tanya Fadly.


"kenapa ayah memecatnya,?" tanya Ika merasa kasihan.


"ayah hanya tidak mau menerima orang yang merendahkan harga diri orang lain, apalagi, orang itu, isteri ayah, " jelas Fadly seraya menekankan kata terakhirnya.


membuat Ika menghembuskan nafas kasar. jika sudah seperti ini, suaminya itu, sangat sulit di bantah.


"ya bunda hanya merasa kasihan aja sama dia, " ucap Ika jujur membuat Fadly tersenyum tipis.


selalu, saja isterinya merasa tak tega jika menyangkut soal ekonomi.


"eh, tapi hanya Lidya kan Yqh yang di pecat,? " tanya Ika memastikan.


karena dalam hal ini juga ada yang bernama Chika.


🌸🌸🌸


sementara itu, di kantor, Fadly yang baru saja turun dari motornya, langsung di hampiri oleh Doni dan Riko.


"bro, " ucap Doni seraya menepuk bahu Fadly. membuat laki-laki itu, menoleh ke belakang.


"kenapa,? " tanya Fadly.


"nih, " ucap Riko seraya menyerahkan sebuah amplop coklat pada Fadly.


"apa ini,? " tanya Fadly lagi. Fadly mah nanya mulu kayak emak emak nawar tukang sayur hehe.


" itu hasil tes DNA yang loe minta, ' ucap Doni membuat Fadly berbinar bahagia. dengan segera, laki laki itu, nembuka amplop coklat itu dan membacanya dengan seksama.


tak lama kemudian, terdengar Fadly mengucapkan kalimat hamdalah setelah membacanya.


"alhamdulillah, ternyata benar, dia memang bukan anak gue Ko Don, " ucap Fadly berbinar.


BERSAMBUNG........


note : mampir sini kak ke karya Julia Fajar



Zero, nama yang di berikan oleh mak Salmah, wanita yang menemukan bayi merah diantara onggokan sampah. Dia di besarkan di perkampungan kumuh, tempat para pemulung tinggal.


tubuhnya yang bulat, Pendek, karena pertumbuhan yang tidak sempurna membuat dirinya, di panggil si kerdil oleh teman temannya.


seiring berjalanya waktu, Zero tumbuh menjadi pemuda yang sangat baik dan menjadi tulang punggung keluarga. saat Zero sedang mengais samph, dia menemukan sebuah Ponsel jadul yang memberinya berbagai misi. Dari misi misi itu, Zero bisa menolong banyak orang dan akhirnya akan membuat Zero menjadi seorang yang kaya raya. hingga bisa mengentaskan kemiiskinan di sekitar tempat tinnggalnya

__ADS_1


__ADS_2