Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 32


__ADS_3

"apa yang membuat kamu yakin mas?" pertanyaan itu keluar dari mulut Ika. membuat Fadly menoleh dan menatap isterinya dalam.


"hatiku yang berkata jika itu bukan anaku" ucap Fadly menggenggam tangan isterinya.


Ika sedikit menarik tanganya dari genggaman suaminya. entahlah tapi ia merasa sedikit ragu akan rasa yang diberikan oleh sang suami selama ini.


dengan reflek, ia mengelus perut buncitnya seraya menghela nafas.


Fadly yang peka atasvrespon sang isteri, kembali berucap. " jangan khawatir itu hanya masalalu dan sekarang aku sudah punya kamu" tangan Fadly mengelus perut Ika dengan sayang.


Ika mengangguk dan tersenyum. lalu bersandar di pundak suaminya.


"aku akan berusaha menerimanya. namun, jika masalalumu ingin kembali, maka aku akan mundur " ucap Ika seraya mengusap rahang kokoh suaminya itu.


"dia tidak akan berani sejauh itu sayang " tangan Fadly mengusap pipi sang isteri.


"jangan terlalu percaya diri yah karena kita tidak tahu sejauh apa orang memandang kita " ucap Ika yang kembali memeluk suaminya.


ya yang di katakan oleh Ika memang benar kita tidak pernah tahu akan hati seseorang. dan kita jangan memandang remeh akan sakit hati pada hati orwng lain.


karena ada pepatah mengatakan Cinta Di tolak Dukun Bertindak.


"sudahlah jangan di fikirkan sekarang kita masuk kedalam rumah soalnya hari sudah mulai gelap sebentar lagi maghrib" ucap Fadly seraya menarik tangan isterinya.


setelah di dalam kamar, Ika terlebih dahulu mandi setelah itu memakai daster dan langsung mengenakan mukenanya.


"Yah cepetan mandi udah mau malam gak baik mandi malam-malam. " ucap Ika yang menghampiri sang suami yang sedang asyik nonton bola di ponselnya.


"iya sayang " ucap Fadly meletakan ponselnya dan bangkit dari duduknya. menyambar handuk yang tergantung di dinding.


lima belas menit, Fadly keluar dengwn hanya lilitan handuk di pinggangnya.


lalu segera menuju almari dan mengambil baju koko sarung serta peci. dan setelah memakainya, Fadly menghampiri sang isteri di ranjang yang sedang membaca majalah bayi.


"lucu kan? " tanya Fadly yang membuat Ika terlonjak kaget.


" ish ayah kebiasaan ngagetin aja " omel Ika pada sang suami.


"ya lagian kamu fokus banget lihat apa sih? " tanya Fadly.


"nih yah aku lagi baca-baca nama bayi beserta artinya" ucap Ika seraya menunjukan halaman majalah yang ia baca.


" iya sayang sebentar lagi juga kita akan memilinya dan pasti lebih lucu " ucap Fadly mengelus perut sang isteri. "ayo sholat dulu nanti keburu waktu maghrib habis " ucap Fadly menuju tempat sholat.

__ADS_1


setelah lima belas menit, mereka mengaji dan Fadly mengusap perut isterinya dengan sayang.


"semoga kamu menjadi anak yang cantik dan cerdas sayang" mengelus perut Ika dan menciumnya.


"Aamiin" Ika mengelus rambut suaminya "ayo makan malam aku udah lapar" lanjutnya seraya beranjak dari duduknya setelah terlebih dulu melepas mukenanya.


mereka berdua menuruni anak tangga satu-persatu hingga sampai di lantai bawah.


"kamu duduk sini biar aku buatin kamu susu hamil" ucap Fadly menarik kursi makan dan mendudukan Ika di sana.


tak lama, bi Sumi datang seraya membawa beberapa makanan.


"masak apa bi? " tanya Ika.


"eh nyonya ini bibi masak tumis ikan salmon sama tahu goreng jesukaan nyonya" jawab bi Sumi menunjuk satu persatu makanan di meja makan.


tak lama, Fadly datang membawa susu hamil strowberi dan potongan buah apel.


"makan yang banyak bun biar anak kita sehat " ucap Fadly menyerahkan susu hamil dan meletakan piring di atas meja makan.


setelah itu, Ika mengambil piring dan meletakan nasi beserta lauknya dan di serahkan pada sang suami.


"terimakasih " ucap Ika seraya mula menyendokan nasi kemulutnya.


selesai makan, Ika dan Fadly menuju ruang keluarga seraya membawa cemilan kesukaanya.


mereka berdua mulai menonton tv seraya menikmati kacang almond dan buah kiwi.


sementara Fadly tidur di pangkuan sang isteri dan tanganya tak henti-hentinya mengelus perut buncit itu.


"bun kalo misalnya nanti perut ayah jadi buncit gini bunda masih sayang gak? " tanya Fadly seraya mendongak menatap sang isteri.


"emm ya tergantung " ucap Ika seraya memasukan kacang almon kedalam mulutnya.


alis Fadly mengerut mendengar perkataan sang isteri. " tergantung apa? " tanya nya.


" ya kalau buncitnya kayak orang hamil ya aku gak mau yah lagian geli juga ngebayanginya " ucap Ika cekikikan.


"oh gitu ya kanu hmm " ucap Fadly yang mulai menggelitiki pinggang sang isteri. hingga wanita itu terbahak-bahak.


"iya ampun ayah haha geli " teriak Ika seraya tertawa. setelah lelah tertawa, Ika mengajak suaminya untuk masuk kedalam kamar. karena belum melakukan sholat isya' .


setelah sholat Isya' mereka berdua bersantai di tempat tidur dan Ika berbaring menggunakan paha suaminya menjadi bantal.

__ADS_1


"semoga saja nanti waktu kamu melahirkan mama sudah memaafkanmu sayang" ucap Fadly mengelus rambut keriting Ika.


"sudahlah yah aku sudah tidak lagi berharap yang terpenting keluarga kecil kita sehat" ucap Ika enggan membahas masalah keluarganya.


"gak baik seperti itu sayang. mau bagaimanapun mama Erika tetap mamah kamu dan kamu wajib menghormatinya" ucap Fadly mengelus kepala sang isteri.


" iya ya ya udahlah aku ngantuk " ucap Ika seraya berpindah disamping sang suami lalu tak lama kemudian ia tertidur pulas.


Fadly tersenyum tipis memandangi wajah isterinya itu "aku janji akan membahagiakan kalian " ucap Fadly mengelus kepala an perut sang isteri. lalu ia ikut berbaring di samping Ika seraya memeluk dari belakang.


pagi harinya...


seperti biasa Ika setelah sholat subuh ia akan menuju dapur untuk membuatkan sang suami sesuatu.


"pagi bi " sapa Ika ketika dirinya sudah berada di dapur.


" eh nyonya mau buat apa? tanya bi Sumi saat menyadaru Ika tengah berada di daput.


"hehe aku cuma mau buatin mas Fadly btownis tape bi" ucap Ika seraya mengeluarkan bahan bahan dari dalam kulkas.


dan memulai membuat brownis tape kesukaan sang suami.


setelah semuanya siap, Ika kembali kekamar dan mendapati sang suami sudah berpakaian rapi.


"darimana?" tanya Fadly yang melihat sang isteri masuk kekamar.


"dari dapur" ucap Ika berjalan kekamar mandi seraya mandi.


setelah semuanya siap, Ika dan Fadly menuruni satu-persatu anak tangga.


"mau makan apa? " tanya Ika saat mereka sudah duduk di kursi meja makan.


"apa aja yang kamu ambilkan pasti aku makan " ucapnya seraya tersenyum nakal.


"ish mulai deh mesumnya " gerutu Ika seraya mencubit pinggang Fadly


"aww sayang sakit " rengek Fadly seperti anak kecil.


"bodoamat wee " ucap Ika seraya menjulurkan lidah


"awas kamu" ucap Fadly membuat Ika semakin terkikik geli.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


__ADS_2