
setelah Ika melamun cukup lama, ia memutuskan untuk menghubungi seseorang untuk meminta pendapatnya.
segera ia meraih ponselnya di atas nakas dan mendail nomor seseorang.
" halo "
"...."
"gue ganggu gak sih? " tanya Ika merasa tqk enak pada sahabatnya tersebut. "loe ada dimana? " tanya Ika lagi.
"....."
"wih kebetulan nih loe ada disana gue kesana ya " ucap Ika menutup panggilan teleponya. setelah itu ia bersiap-siap dan keluar dari kamar menghampiri asisten rumahtangganya.
"bi saya pergi sebentar ya " ucap Ika seraya menghampiri asisten rumahtangganya itu.
"eh nyonya iya nya" jawab bi Sumi menoleh kearah sang majikan. " emm kalau boleh tahu mau kemana?" tanya bi Sumi.
" oh ini saya mau ke cafe Delima bi " ucap Ika yang hendak pergi lalu berhenti dan berkata " oh iya nanti kalo mas Fadly pulang bilang saja saya ada perlu sebentar" ucap Ika dan berlalu pergi menggunakan taxi online yang telah ia pesan.
tak berapa lama, Ika telah sampai di Cafe Delima yang memqng tak jauh dari kediaman Ika.
"hai udah lama ya nunggu? " tanya Ika menghampiri seseorang yang berada di depanya.
" oh gak kok " ucap orang tersebut lalu memanggil pelayan untuk memesan sesuatu.
"loe mau pesen apa? "
"emm gue kentang goreng aja sama jus jeruk"
"oh oke. mbak, saya pesen sosis bakar sama kentang goreng dan jus jeruk dua " ucapnya seraya menyerahkan buku menu.
"gimana kehamilan loe ?" tanya orang itu pada Ika.
"baik kok Fah loe kesini sama siapa? " tanya Ika pada sahabatnya itu.
" oh gue lagi kunjungan kerja di sini dan gue menginap di hotel dekat Cafe ini" ucap Afifah.
"hmm gue jadi nyesel karena gak mau penuhi keinginan ortu gue untuk kuliah. coba aja" ucap Ika menyesali perbuatanya dulu.
Ya memang benar jika pepatah mengatakan " penyesalan ada di akhir" agar seseorang bisa belajar dari masalalu.
"udah deh loe gak usah nyesel lagian loe udah bahagia ini " ucap Afifah membuat Ika tersenyum kecut.
__ADS_1
" mungkin" ucap Ika lirih dan menghela nafas berat nan panjang.
"loe ngomong apa barusan? " tanya Afifah karena ia tak mendengar.
"emm gak kok. nanti lwnjut lagi soanya makananya sedang menuju kemari" jawab Ika seraya menunjuk kebelakang. dimana pelayan sedang menuju kemari.
setelah makanan pesanan mereka tersaji diatas meja, mereka kembali melanjutkan aktivitas makan masing-masing. dan setelah selesai makan, mereka lanjut mengobrol.
"emm menurut loe gimana tentang masalalu? " tanya Ika tiba-tiba membuat Afifah mengernyitkan dahi bingung.
"maksudnya? " tanya Afifah tak mengerti.
"ya gimana jika masalalu dari orang yang loe sayang tiba-tiba muncul?" tanya Ika memperjelas kata-katanya.
" oh. ya kalau gue, selagi masalalu itu gak mengganggu hubungan gue sama pasangan gue ya gue fine-fine aja" terang Afifah membuat Ika menganggukan kepala mengerti.
"emang siapa yang masalalunya datang lagi? " tanya Afifah penasaran.
"oh bukan apa-apa kok" ucap Ika berusaha setenang mungkin. karena jika Ika menunjukan ekspresi aneh, sudah pasti sahabatnya itu tahu.
"eh btw perut loe kok masih kecil aja kayak bukan hamil tujuh bulan, tapi kayak hamil tiga bulan? " tanya Afifah "semua baik-baik aja kan? " rasa khawatir sangat terlihat di wajah Afifah.
karena perut Ika memang terbilang kecil di umur kwndunganya yang menginjak tujuh bulan
"emm ya udah ya gue pergi dulu makasih ya udah mau menemqni gue ngobrol semoga loe cepet lulusnya dan bisa di wisuda" ucap Ika mengelus bahu Afifah.
"hati-hati loe " ucap Afifah seraya melambaikan tangan . Ika hanya tersenyum dan segera memasuki taxi online yang telah ia pesan.
🌸🌸🌸
sementara itu, Fadly yang baru tiba menghampiri asisten rumah tangganya yang sedang membersihkan ruang tamu.
"bi Ika kemana? kok gak ada di kamarnya? " tanya Fadlobily yang baru saja turun dari lantai dua.
" oh itu tuan, nyonya tadi pamit pergi katanya mau menemui temanya di Cafe delima" ucap bi Sumi.
"oh yasudah kalau begitu" ucap Fadly serata berjalan menuju ruang tamu
Fadly menghempaskan tubuhnya duduk di sofa ruang tamu dan tanganya kini sibuk mendail nomor sang isteri. berniat akan menelfonya.
namun, belum sempat ia menekan tombol merah, saura mobil sudah lebih dulu menghentikan aktivitasnya.
"assalamu'alaikum eh Ayah sudah pulang" ucap Ika seraya duduk di samping Fadly dan mencium punggung tangan suaminya.
__ADS_1
"darimana? " tanya Fadly membuat Ika menautkan alisnya. karena ia sudah berpesan pada Bi Sumi.
"loh bukanya Bi Sumi sudah memberitahu Ayah? " tanya Ika dan di angguki oleh Fadly. " lalu, kenapa masih bertanya? " ucap Ika.
"aku cuma mau bertanya kamu ketemuan sama siapa aja? " tanya Fadly.
" oh aku hanya bertenu dengan Afifah kok Yah. kebetulwb, dia sedang melakukan kunjungan industri di kota ini" ucap Ika tersenyum.
"bener cuma ketemu sama Afifah? " tanya Fadky nemastikan dan mendapat anggukan dari isterinya.
"huh syukurlah" gumam Fadly seraya mengelus dada merasa lega. " emn ayah mau ngomong sama bunda' ucap Fadly menggenggam tangan isterinya.
"mau ngomong apa sih ayah? " tanya Ika. dan Fadly menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskanya perlahan.
Flasback On
Fadly yang sedang merayakan kelulusanya, mendatangi sebuah Club malam yang sangat terkenal di kota S tempatnya tinggal.
disana, ia tak sendiri. melainkan membawa sang kekasih yang bernama Diana Sari. namun, yang beranggapan mereka pacaran hanya dirinya. kerena Fadly hanya menganggapnya teman semata.
Diana tersenyum memandangi wajag Fadly yang tampak semakin terlihat tampan saat mabuk. konyol memang. seorang gadis lebih menyukai pria brandal daripada pria baik-baik. karena Diana sebelumnya di sukai oleh Indra laki-laki dari keluarga ustad. namun, ia lebih memilih Fadky yangsedikit nakal.
hingga lamunan Diana terhenti saat Fadly dengan tiba-tiba menggendongnya dan membawanya jekamar yang berada di dalam bar tersebut.
dengan neracau karena mabuk berat, Fadly mulai melancarkan aksinya hingga membuat Diana menjerit kesakitan.
pagi harinya, Fadly terbangun dengan kepala yang masih terasa pusing akibat minuman itu. lalu dengan cepat, ia terduduk lesu. bayangan-bayangan semalam terlintas di otaknya.
"argg sialan" ucap Fadly seraya meninju ranjang " semoga loe gak kenapa-napa Di" ucap Fadly mengusap wajahnya kasar. " eh tapi tunggu bukanya ia pernah bilang baru putus dari Roy? " gumamnya.
lalu semenjak kejadian itu Fadly dan Diana tak lagi bertemu.
Flasback Off
dan setelah sekian lama, perempuan itu muncul kembali
Ika menghela nafas saat sang suami menyudahi ceritanya.
"bagaimana jika itu memang anakmu? " tanya Ika
"aku yakin dia bukan anakku bun" jawab Fadly mantap
BERSAMBUNG........
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak gaes