Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 42


__ADS_3

hari ini adalah hari dimana acara Aqiqah akan di selenggarakan.


semua orang sibuk untuk mempersiapkan masing-masing keperluan Aqiqah. sementara itu, Ika dan Fadly duduk di sofa ruang tamu. dengan sesekali, Fadly menggoda sang putri.


tak lama, terdengar suara deru mobil berhenti didepan rumahnya. dan masuklah Papa Yasinu dan rombonganya.


Ika mengembangkan senyumanya saat melihat ketiga bibinya datang. namun senyuman itu langsung surut saat ia menyadari tak ada sang mama yang ikut serta.


Papa Yasinu yang menyadari itu, segera merangkul puterinya seraya berucap. " sudahlah jangan di fikirkan sayang, mungkin mamamu masih belum siap. lebih baik, kita berdo'a saja, " ucap Papa Yasinu mengelus pundak anaknya.


"iya Ka, lebih baik kamu fokus ke keluarga kecilmu dulu, " ucap bibi Tiara menasehati.


"nih mbak bawakan makanan kecil untuk tamu nanti malam, " ucap mbak Putri menyerahkan kantung plastik


Ika segera meraihnya, dan memanggil bi Sumi untuk meletakan kue-kue tersebut di piring.


"gimana Ka, apa kondisimu sudah membaik,? " tanya mbak Minah.


"alhamdulillah mbak, sudah membaik, " hawab Ika seraya mengelus baby Nisa yang ada dalam gendonganya.


tak lama, teman-temanya datang menghampiri Ika


Ika segera berdiri dan menyambut mereka. saat ia berdiri, tampak ia menangkap pemandangan berbeda disana.


dimana, Afifah dan Adit saling menautkan jari jemarinya. seraya berjalam kearahnya.


Ika memicingkan matanya, guna memastikan sesuatu.


"kalian sudah--" ucapan Ika terhenti saat Afifah dengan cepat menganggukan kepala.


"woah kapan,? " tanya Ika antusias.


"baru dua hari yang lalu, " jawab Afifah sefikit meringis karena malu.


mereka semua kini duduk di sofa ruang tamu seraya berbincang-bincang dengan hangat.


tanpa mereka sadari, ada tatapan sendu dari swseorang yang menatap kearah Afifah. lalu, sebuah tepukan membuat dirinya menoleh.


"udahlah, berarti loe bukan jodohnya, " ucap Riko memberi semangat pada sohibnya.


"sakit hati abang dek, " ucap Doni seraya memegang dadanya.


"loe pengen gak sakit lagi,? " tanya Riko menaik turunkan alisnya.


"apa" jawab Doni dan Riko menunjuk di sudut ruangan. "anjir loe, loe mau bunuh gue,? " pekik Doni.


membuat Riko tertawa, " ya katanya loe mau biar gak sakit lagi, ya udah itu caranya, " ucapnya seraya masih tertawa.

__ADS_1


"dih ogah, bukan cuma ngilangin rasa sakit inimah kalau minum itu, tapi nyawa gue juga ikut hilang, " ucapDoni merasa kesal.


Riko hanya tertawa renyah. tanpa ia tau ternyata Doni masih menatap pemandangan di dean sana.


Doni ternyata memiliki impian besar pada hubunganya dengan Afifah. namun, ia juga sadar tak memiliki keberanian untuk menyatakan keseriusan.


hanya gombalan-gombalan receh yang mampu ia berikan pada gadis itu.


"udahlah masih banyak cewek cantik di depan sana, " ucap Riko yang menyadari perubahan wajah sohibnya itu.


🌸🌸🌸


sementara di suatu tempat, seorang wanita paruh baya tengah berusaha menghubungi seseorang.


"kita ketemu di tempat biasa ada hal penting yang harus kita bahas," ucapnya lalu memutuskan panggilan.


setelah tiga puluh menit, wanita itu sampai di tempat yang mereka sepakati.


segera ia masuk kedalam dan menghampiri seseorang yang sudah berada di sana.


namun, langkahnya terhenti saat mendengarkan obrolan mereka. segera, wanita paruh baya itu bersembunyi di balik dinding.


"jadi, loe ingin mendapatkanya hanya ingin mengeruk hartanya saja, " tanya salah satu temanya.


"haha iyalah lagian gue gak level ya sama anak bau kencur seperti Ika. gue cuma mau menguasai harta orang tuanya saja. yakali gue nikah sama orang aneh seperti itu, " ucapnya dengan lantang. siapa lagi jika bukan Samuel.


mama Erika yang awalnya hendak ingin membahas sesuatu rencana dengan pria itu, menjadi marah karena ia merasa di tipu.


dengan tergesa-gesa, wanita paruh baya itu berjalan menghampiri Samuel dan teman-temanya.


Plak


sebuah tamparan mendarat dengan srmpirna di wajah mulus laki-laki itu.


"beraninya kau, " ucap mama Erika nyalang membuat beberapa pengunjung menoleh kearahnya. " jadi selama ini saya sudah salah menilai kamu, saya fikir kamu orang baik. tapi ternyata. " sambunhnya seraya berlalu pergi.


meninggalkan Samuel yang masih termangu di tempatnya. "sial! "gebrakan meja yang cukup kuat membuat para pengubjung semakin memperhatikan dirinya.


tanpa basa-basi, ia langsung berlalu pergi meninggalkan teman-temanya.


Samuel masuk kedalam mobil dan melajukanya meninggalkan area restaurant dengan kecepatan tinggi.


"sialan! kenapa jadi seperti ini, " gumamnya. rencana yang telah ia susun sejak awal hancur berkeping-keping.


🌸🌸🌸


saat ini dirumah mereka, tengah berlangsung pembacaan surah Alqur'an.

__ADS_1


setelah itu, Ika dan Fadly mengelilingi para ustad seraya membawa baby Nisa untuk di potong rambutnya.


setelah semuanya selesai, kini mereka tengah menikmati hidangan bersama. seraya berbincang-bincang hangat.


"eh Ka, gue pengen gendong dong, " ucap Indah seraya mengulurkan tanganya. "duh cantiknya" lanjutnya seraya menguyel pipi bayi gembul itu.


"gantian dong " ucap Dyah mengulurkan tanganya.


mereka semua tamoak gemas pada bayi mungil tersebut dengan sesekali menggodanya.


"duh, kalian udah pantes banget sih" cetuk Ika membuat kedua gadis itu menoleh padanya.


"iya kenapa gak di percepat saja,? " tanya Fadly.


"nanti aja kalau sudah sukses deh" ucap Ilham.


"ya kalau mau sukses mah lama, keburu di ambil orang cewek loe, " ucap Ika. " ingat Ham, wanita butuh kepastian, kalau gak pasti ngapain di pertahankan" lanjutnya seraya nemasukan kue ke dalam mulut.


"Ka, papa pulang dulu ya, " ucap Papa Yasinu menghampiri.


"eh, iya Pa hati-hati" ucap Ika mengecup punggung tangan sang papa.


setelah mengobrol cukup lama, semua tamu akhirnya pulang satu-persatu.


"nyonya, saya beresin ini ya, " ucap bi Sumi menghampiri Ika dan Fadly.


"eh bi, nggak usah. besok aja. lagian sudah malam" ucap Ika mencegah.


bi Sumi menurut. dan langung pamit untuk istirahat.


Ika dan Fadly menuju kamar untuk beristirahat. sesqmpainya di kamar, Ika segera berganti baju tidur swtelah meletakan baby Nisa di box bayi.


Ika menuju meja rias untuk memulai ritual sebelum tidurnya.


saat ia sedang sibuk dengan kegiatannya, sebuah tangan kekar dari belakang.


"eh, " kaget Ika "astagfirullah, ayah ngagetin aja, " lanjutnya seraya memukul lengan sang suami.


Fadly menopangkan dagu di pundak sang isteri. dan menghirup aroma shampo yang menjadi candu baginya.


"ayah, gelii" ucapnya saat Fadly memulai aksinya. sepertinya nanti aku akan kerumah sakit untuk konsul" ucap Ika dalam hati.


"udah selesaikan,? " tanya Fadly.


Ika menggeleng, ia sebenarnya merasa takut karena berbohong pada sang suami. tapi, ini demi kebaikan semuanya.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


__ADS_2