Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 58


__ADS_3

Fadly segera menerimanya dan menatap temqnya itu.


"loe serius mau jual tuh restaurant,?" tanya Fadly yang diangguki oleh pria tersebut.


"tapi, itu bukanya sumber penghasilan loe Rik, terus kalau lor jual, loe dapat pendapatan dari mana,? " tanya Fadly.


"hmm loe tenang aja, gue masoh punya satu restaurant di kota J kok, " ucap Erik


"oh, oke kalau gitu, gue ambil ya,? " tanya Fadly seraya memastikan.


tak lama, mwreka berpisah dan kembali ke aktivitas masing masing.


FLASBACK OF


sejak saat itu, Fadly memutuskan untuk merenovasi restaurant tersebut, menjadi lebih menarik dan berhasil.


restaurant itu, menjadi sangat ramai dan di p3nuhi oleh banyak pengunjung. mulai dari, anak anak, remaka sampai orang dewasa.


setelah menceritakan semuanya pada sang isteri, Fadly melanjutkan pekerjaanya. ia mengecrk semua pengeluaran dan pemasukan.


"oh, jadi ini alasanya Ayah nggak mau nerima penawaran dari papah, " ucap Iks.


Fadly memandang sang isteri drngan perasaan bersalahnya.


"bunda marah karena nggak nerima tawaran dari papah,? " tanya Fadly.


Ika menggelengkan kepala seraya terswnyum, " enggak, siapa yang marah, justeru, bunda sangat bangga sama Ayah. karena Ayah ingin belajar mandiri dan tak ingin menerima bantuan dari papah, " ucap Ika seraya tersenyum lembut.


Fadly membalas senyuman sang isteri dan memberikan kode, agar sang isteri mendekat. dengan segera, Ika menurut sembari masih menggendong sang putri.


Fadly menepuk pahanya sendiri, mengisyaratkan agar Ika duduk di atas pangkuanya.


Ika menurut dan langsung duduk diatas sana, " dengar bun, ayah sekarang adalah kepala keluarga dalam keluarga kita. jadi, sebisa mungkin, Ayah akan m3menuhi kebutuhan keluarga Ayah, dan ini cara Ayah, " ucap Fadly seraya mengusap kepala sang putri dalam gendongan Ika.


"hmm oh iya yah, apa ada menu spesial, bunda mau mencobanya, " ucap Ika sedikit merengek.


membuat Fadly terkekeh pelan. " katanya tadi sudah kenyang, kok sekarang minta icip, " ucap Fadly menggoda.


"ish ayah ih, " ucap Ika mendegus kesal dan hendak berdiri dari pangkuan sang suami.


dengan cepat, Fadly menarik tubuh isterinya agar tetap dengan posisi semula.


"duh, ngwmbekan banget sih isteri cantiknya Ayah, " ucap Fadly sedikit menggombal.


"ish nggak usah ngegombal cepetan, " ucapnya seraya sedikit ketus.


"iya iya sayang sabar, " ucap Fadly seraya terkekeh pelan dan langsung menekan nomor dan memanggil seseorang.

__ADS_1


"halo Rin, kamu buatkan menu yang paling enak di restaurant ini, dan bawa keruangan saya, lengkap dengan makanan pencuci mulut, " ucapnya seraya menutup telpon.


Ika dan Fadly kembali bercanda gurau bermain dengan sang putri yang sesekali berceloteh ria. dengan posisi yang masih sama. yaitu, Ika ywng sedang duduk di pangkuan sang suami.


"yah, bunda turun ya, nggak enak kalau nanti ada yang masuk dan melihat kita seperti ini, " ucap Ika yang ingin turun.


namun, Fadly menahan gerakan sang isteri. " sudahlah bun, begini aja, lagian kan bunda memang milik ayah, " ucap Fadly seraya menaik turunkan alisnya.


"idih, alay banget suaminya aku, " ucapnya.


"tapi, bunda suka kan, " ucapnya seraya mengecup bibir sang isteri.


dan entah siapa yang memulai, Ika dan Fadly terhanyut dalam easa masing masing dan menikmatinya.


tok tok tok.


tak lama, terdengar suara pintu di ketuk dari luar dan mereka berdua menghentikan aktivitasnya.


dengan segera, Ika merapihkan pakaianya yang terlihat berantakan.


"masuk, " ucap Fadlydan pelayan itupun masuk dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di gambarkan.


Ika hendak turun karena malu dengan tatapan mata karyawan suaminya itu. namun, tangan Fadly lagi lagi menahanya.


"emm silahkan dinikmati, " ucap si karyawan seraya agak sedikit gemetar.


"oh astaga, mataku ternodai, " ucapnya seraya berlari cepat.


sementara itu, Ika yang di dalam merasa bingung karena ekspresi wajah karyawan suaminya itu.


"yah, kenapa wajah gafis itu tampak tegang,?" tanya Ika penasaran.


"hmn mungkin dia sudah melihat adegan dewasa, " ucap Fadly dengan santainya.


membuat Ika dengan seketika membulatkan matanya, " jangan bilang, kalau ruangan ini... " ucapan Ika terhenti karena mendapatkan anggukan kepala dari sang suami.


dengan segera, Ika turun dari pangkuan suaminya dan menatap tajam kearah Fadly.


"kenapa bisa begitu,? " tanya Ika dengsn berkacak pinggang.


Fadly yang menyadari kemarahab sang istri, menjadi salah tingkah.


"hehe maaf bun ayah lupa ngasih tau bunda kalau ruangan ini transparan, " ucapnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


membuat Ika swmakin kesal. "Ayah!! " geram Ika lalu berjalan mendekati kursi suami dab segera menghadiahkan cubitan panas di perut sang suami.


"awh bunda ampuun," ucap Fadly yang memang merasa kesakitan.

__ADS_1


bukanya menghentikan aksinya, Ika justeru malah semakin menjadi dengan mencubiti seluruh badan sang suami.


biarkan saja jika dia di katakan durhakim sama suami karena berani mencubit suaminya sendiri. Ika sungguh tak peduli.


ia merasa sangat kesal oada suaminya itu. dan benar saja, banyak karyawan yang melihat kearah ruangan itu.


membuat mereka berbisik,


"ish isterinya pak Fadly galak ya, " ucap seorang karyawan yang melihat adegan itu.


"iya ya, cantik sih cantik, tapi kalau galak begitu jadi serem. " ucap yang lain.


Fadly yang melihat itu, menatap tajam pada karyawanya sendiri.


"kalian mau di pecat, " ucap Fadly seraya memasabg ekspresi mengerikan.


dengan segera, karyawan itu semua berhambur meninggalkan area bergosip mereka.


"aku minta, ruangan ini, segera di ganti, " ucap Ika dan langsung melangkah pergi.


sesaat sebelum keluar, Ika berbalik arah dan menghampiri suaminya yang sedang menatap bingung kearah Ika.


"nih, titip Nisa aku mau ketoilet, " ucapnya seraya menyerahkan Nisa ke pangkuan suaminya.


BERSAMBUNG...


halo readers mampir sini ke rarya teman author berjudul Bed Friend



Cleo, cepat katakan pada mama siapa yang sudah menghamilimu? Kau sudah membuat dosa besar, Cleo! Apa kau tidak sadar itu namanya zina, Cleo. Itu dosa besar!"


Cleo pun hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Cleo, cepat katakan pada mama siapa laki-laki yang sudah berani menghamilimu? Jangan diam saja, Cleo! CLEEEEOOOOOO!"


"CEPAT KATAKAN CLEEEEOOOOO! KAU TELAH MELAKUKAN DOSA BESAR!!"


"Oh iya ma, emhhh Kenzo. Dia anak Kenzo, aku pergi meninggalkan kalian semua saat aku sedang hamil anak Kenzo, itulah sebabnya saat itu aku merasa sangat terluka karena mengira Kenzo hanya mempermainkanku, sedangkan aku sedang mengandung darah dagingnya."


"Jadi dia anak Kenzo? Kau tidak berbohong pada mama kan?"


"Y...Ya, dia benar-benar darah daging Kenzo."


"Syukurlah! Alhamdulillah, mama benar-benar sangat bahagia, mama mau mengakui dia sebagai cucu mama kalau dia anak Kenzo!" teriak Vallen kemudian mengangkat Shane lalu menggendongnya.


"Mama! Bukankah tadi mama mengatakan kalau aku berdosa karena sudah berzina! Lalu dengan mudahnya mama mengatakan Alhamdulillah setelah tahu dia anak Kenzo!"

__ADS_1


__ADS_2