Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 55


__ADS_3

hari ini, Fadly sudah mulai bekerja. ia bangun pagi dan langsung menemui sang isteri di dapur bersama bi Sumi.


"sayang, kamu sudah baikan,? " tqnya Fadly menghampiri sang istri yang terlihat sedang memotong sayuran.


"eh, ayah sudah bangun, baby Nisa mana,? " bukanya menjawab, Ika justru balik bertanya. membuat Fadly merasa gemas sendiri.


"kebiasaan ya kamu, kalo di tanya, bukanya nenjawab malah balik tanya, " ucapnya seraya mencubit gemas sang isteri.


"hehe iya maaf suamiku sayang, " ucap Ika seraya terkekeh.


"gimana, kamu sudah baikan,? " Fadly mengulang kembali kata katanya tadi.


"emang aku kenapa ya,? orang aku nggak sakit kok, " ucapnya seraya merasa bingung. karena, memang dirinya, merasa baik-baik saja. dan tak memiliki masalah.


Fadly menghembuskan nafasnya pelan, sebelum ia menjawab pertanyaan isterinya.


"kemarin bukanya kamu sakit, karena ayah lihat, bunda terlihat lebih pucat dan kurang sehat. " ucap Fadly.


" bunda nggak papa kok Yah, mungkin karena belum terbiasa mempunyai baby yang mulai aktiv jadilah sedikit kecapekan, " ucap Ika tersenyum.


"mau ayah carikan babysiter,?" tanya Fadly yang sedikit khawatir.


"eh, nggak usahlah yah, lagipula masih bisa di tangani kan ada bi Sumi, " ucap Ika tersenyum.


"ya sudah kalau begitu, tadi kamu masak apa,? " tanya Fadly yang menempelkan dagunya di pundak sang istri.


membuat Ika sedikit malu. bukan malu karena di perlakukan romantis oleh sang Suami, tapi malu karena di sana ada bi Sumi yang terlihat menahan senyuman akibat ulah sang suaminya itu.


"ish Ayah, malu tau ada bi Sumi tuh, " ucap Ika seraya menggoyangkan pundaknya.


bukanya melepaskan, Fadly justeru malah mempererat pwlukan pada pinggang sang isteri.


"biarin aja, bi Sumi juga pernah muda, ya nggak bi,? " tanya Fadly pada bi Sumi. dan di angguki olehnya.


membuat Ika memerah karena malu. ingin rasanya ia menghilang dari tempat itu krena saking malunya.


ish Fadly mah gitu masak mau mesra mesraan di sembarang tempat gak ada akhlak emang 😒😒


karena sudah terlanjur malu, Ika menggiring sang suami menuju meja makan. dan dengan sedikit gemas, ia mendudukanya sedikit keras.


hingga membuat Fadly sedikit meringis, " awh sayang, kenapa kamu suka sekali sih berbuat kasar padaku,? " tanya Fafly yang sedikit merengek seperti anak kecil.


membuat Ika yang tadi sebenarnya, sedikit sebal, menjadi kasihan. ia buru-buru menghampiri sang suami.

__ADS_1


"maaf yah, abisnya ayah kalau mesra gak lihat tempat, malu sama penghuni rumah yang lain, " ucapnya seraya mengelus kepala sang suami dengan lembut.


"iya iya maaf, " ucapnya seraya mengecup twngqn sang isteri.


setelah melalui drama ala sinetron indo**r, masakan Ika, kini sudah siap dan segera di hidangkan di atas meja makan.


"nih, aku masakin makanan kesukaan kamu, di habisin ya Yah, " ucap Ika srraya mengambilkan nasi, beserta lauk pauknya. dan menyerahkan pada sang suami.


kemudian Ika berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kamar pribadi mereka.


meninggalkan Fadly yang makwn sendiri "hmm tega banget sih isteriku, ninggalin suaminya gitu aja, gimana kalau di gondol orang,? " ucapnya seraya menggerutu sendiri.


membuat bi Sumi menahan tawa karena tingkah lucu majikanya itu.


ish Fadly ini ada ada saja, mana mungkin ada orang mau menculik seorang bapack bapack seperti dirinya, dimana mana itu kalau mau mencilik mah yang sekiranya lemah, mana ada menculik orang segede gaban, yang ada, belum apa apa udah K. o duluan.


tak lama, Ika datang seraya menggendong baby Nisa yang sekarang sudah berusia hampir empat bulan itu.


dan sudah bisa mengangkat kepala sedikit demi sedikit.


"wau, isteri sama anak ayah sudah cantik nih, " ucap Fadly seraya mebgelus pipi dan tangan baby Nisa.


Ika segera duduk di samping sang suami dan baby Nisa di stroler bayi seraya sarapan. ya sarapan asi.


tak terkecuali baby Nisa dan bi Sumi. namun, tak jarang juga bi Sumi menolak ajakannya, karena tak mau bersikap kurang sopan pada tuan rumah.


namun, terkadang jika Ika ingin berdebat, Ika akan menggunakan segala cara agar Artnya itu mau makan bersama.


namun, jika tak ingin berdebat, ia akan memilih membiarkan bi Sumi makan di belakang.


karena bagi dirinya, tsk ada yang lebih berharga karena semua manusia itu sama.


sama sama bekerja, dan mencari uang dengan cara yang di ridhoi oleh Allah.


seperti saat ini, Ika mengajak bi Sumi untuk makan bersama.


"bi, tinggalkan pekerjaanya, sini kita sarapqn sama sama, " ucap Ika saat melihat bi Sumi sedang membereskan alat pelnya.


"tapi nyonya, saya,... " ucapanya terhenti saat Fadly mencelanya.


"sudah bi, lebih baik bibi menurut saja, sebelum bunda ratu mengamuk, " ucap Fadly.


membuat bi Sumi menurut dan melangkah menuju meja makan.

__ADS_1


mereka akhinya sarapan pagi dengan nikmat dan indah.


setelah selesai makan, Fadly menuju kamar untuk mengambil tws kantor dan kembali kelantai bawah. menemui anak dan isterinya.


"sayang, ayah berangkat dulu ya, kamu jangan menyusahkan bunda, jadi anak yang manis. oke" ucapnya seraya mengecup bibi gembul dan kening baby Nisa.


dan di balas dengan tawa renyahnya. membuat Ika dan Fadly yang melihatnya juga ikut tertawa.


"kamu hati hati ya, dirumah, " ucap Fadly yang kini beralih pada bidadari kesayangannya. ratu di hati dan rumahnya.


"iya Ayah sayang, Ayah juga hati hati ya, langsung pulang kalau pekerjaan sudah selesai. " ucap Ika.


Fadly hanya mengangguk lalu mengecup bibir istrtinya dan sedikit me**tnya.


membuat Ika sedikit memukul dada sang suami.


Fadly melepaskan ciu**nya seraya terkekeh melihat wajah istetinya yang sedang cemberut. yang menurutnya sangat imut dan menggemaskan.


"dah sayang, ayah pergi dulu assalamu'alaikum, " ucapnya seraya masuk kedalam mobil dan melajukanya meninggalkan rumahnya.


hari ini, pria itu memilih menggunakan mobil karena pasti jalanan masih terbilang sepi. kerena baru pukul enam lima belas.


sepanjang perjalanan, Fadly tak henti hentinya tersenyum membayangkan wajah cantik alami isterinya itu.


entah mengapa, ia merasa selalu merindukan sang isteri dan selalu ingin didekatnya.


bucin? tentu saja karena Ika isterinya sendiri bukan isteri orang.


ah, kau in thor ada ada saja, hahaha.


saat di lampu merah, Fadly menunggu sembari bemain ponsel. ia mengecek keadaan sang isteri.


To My Wife: lagi apa,?


klik


terdengar suara pesan terkirim. lama, Fadly menunggu namun belum ada jawaban.


membuat pria itu merasa kesal. dengan segera, ia mengalihkan tombol pada layar menjadi panggilan video.


tak lama, Ika mengangkatnya dan terlihatlah wajah cantik alami sang isteri yang tertutup hijab.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2