
sesampainya dirumah, Ika dan Fadly segera masuk menuju kamar mereka untuk membersihkan diri karena memang sudah sore.
setelah selesai membersihkan diri, mereka berdua berjalan turun menuju lantai bawah untuk makan malam.
"bi, masak apa,? " tanya Ika saat sudah berada di meja makan.
"eh, nyonya, ini saya masak ayam geprek sambel ijo, " ucap Bi Sumi seraya menunjuk kearah meja makan.
membuat kedua suami isteri itu berbinar bahagia karena makanan favorid mereka sama.
"sayang, kok makan nasi merah,? "tanya Fadly saat melihat sang istri mengambil nasi merah dan menatanya di piringnya.
"eh, iya Yah Bunda sedang diet hehe, " ucap Ika terkekeh kecil.
membuat Fadly langsung menjatuhkan sendoknya dengan keras. membuat Ika kaget.
"Bun, " panggil Fadly dengan nada tinggi membuat Ika menjadi gemetar.
"a-ayah, kenapa marah,? " tanya Ika seraya suara tertahan.
"kamu masih tanya Ayah marah kenaoa,? " tanya Fadly yang semakin meninggi.
"jelas Ayah marah Bunda tuh hanya mementingkan diri sendiri, " bentak Fadly yang langsung beranjak pergi meninggalkan Ika yang sudah menangis ketakutan.
"kenapa dengan mas Fadly,? " tanya Ika seraya mengusap air matanya.
Bi Sumi, menghampiri sang majikan karena suara ribut di ruang makan.
"nyonya, ada apa,? " tanya Bi Sumi mendekati meja makan.
Ika menoleh dan tersenyum ke arah asisten rumah tangganya itu.lalu, ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan langkah gontai.
sepanjang jalan menaiki anak tangga, Ika terus berfikir dengan keras ada apa,? kenapa,? dua kata itu terus menerus berputar di otaknya.
hingga sesampainya di kamar, Ika melihat sang suami yang sedang bermain dan bercanda dengan baby Nisa.
Ika segera menghampiri sang Suami beserta anaknya itu.
"Ayah, kenapa tiba tiba ayah berubah seperti ini,? " tanya Ika yang langsung to the point. membuat Fadly segera menoleh. dan tak lama, menaruh baby Nisa di kasur.
"bunda yang kenapa,? ngapain bunda diet segala,? " tanya Fafly seraya berbalik badan menghadap sang istri.
Deg
membuat jantung Ika berdegup sangat cepat mendengar hal itu.
bagaimana ayah bisa tau,? batin Ika yang masih bertanya tanya.
"kenapa,? takut gendut iya,? " tanya Fadly lagi. menekankan kata terakhirnya.
membuat Ika gelagapan di buatnya. pasalnya satu minggu yang lalu, Ika mendatangi ahli gizi dan menanyakan apakah dirinya boleh diet atau tidak,? dan jawaban Dokter itu membuat Ika tersenyum senang.
"boleh, asal jangan terlalu ketat karena anda madih menyusui, " ucap Dokter itu.
Ika mengangguk dan segera mengganti semua makanan pada menunya sehari hari.
__ADS_1
"bagaimana Ayah bisa tau,? " tsnya Ika lirih.
"ayah sebenarnya sudah curiga dari pertama bunda makan nasi merah, karena kata mamah, bunda tidak menyukai nasi nerah, cuma ayah lupa aja nanya sama bunda dan baru sekarang bisa ngomong, " ucap Fadly dengan ekspresi datar.
membuat Ika seketika menundukkan kepala karena takut.
"maaf yah, tapi bunda benar benar merasa takut, takut kalau bunda gendut, ayah ninggalin bunda, " ucap Ika jujur.
apalagi ada Diana masalalu sang suami yang sedang bekerja keras mendapatkan perhatian sang suami.
membuat Ika semakin takut di buatnya dan ingin melakukan dietvagar sang suami tak melirik wanita lain.
membuat Fadly tertegun sesaat mendengar penjelasan istrinya itu.
bagaimana bisa istri yang memiliki wawasan luas seperti Ika, bisa berfikir seperti itu.
"bun, ayah itu menerima semua kelebihan dan kekurangan dari bunda, mau bunda langsing atau gendut, karena aku memilih kamu apa adanya," ucap Fadly menggenggam tangan mungil Ika.
seketika itu, Ika segera berhamburan pada pelukan sang suami.
"hiks hiks hiks maafin bunda yah, " ucap Fadly seraya menangkup wajah istrinya.
mereka berdua larut dalam rasa yang berkecamuk di dalam dada masing masing.
lalu Fadly sama sama mendekatkwn wajah mereka masing masing dan
Cup
mereka mengecupkan bibir masing masing dan me**tnya. mereka sama-sama menilmati sensasi itu. hingga, deringan ponsel Ika membuyarkan segalanya.
mereka melepaskan ciu**n seraya tersenyum satu sama lain.
"halo asslamu'alaikum ," ucap Ika saat sambungan ponselnya sudah terhubung.
"wa'alaikum salam Ika, " teriak seseorang dari seberang sana.
"weh santai saja atuh neng, kenapa teriak teriak, " ucap Ika menjauhkan ponselnya dari telinga.
"hehe maaf deh, " terdengar Afiifah nyengir dari seberang sana.
eh, iya kan gank keliatan kalau Afifah sedang nyengir thor, eh iya maaf maaf ya,
"ada apa,? " tanya Ika saat mereka sudah sama sama terdiam.
"minggu depan, gue bakal nikah, " ucap Afifah membuat Ika tersentak kaget. kerena berita mendadak itu.
"apa,?!! " ucap Ika kaget. saking kagetnya, sampai sampai, Ika berteriak. untung saja baby Nisa tidak terbangun.
membuat Ika seketika menoleh pada sabg suami karena mendapatkan tepukan di bahunya.
"eh, maaf yah nggak sengaja, " ucap Ika nyengir kuda. membuat Fadly menggelengkan kepala melihat tingkah sang Istri.
"kenapa,? " terdengar Afifah yang bertanya dari seberang sana.
"kelepasan tadi, saking kagetnya. loe serius mau nikah minggu depan,? " tanya Ika masih tak percaya.
__ADS_1
"iya gue yakin karena cita cita gue memang mau nikah muda, " ucap Afifah.
"eits nikah muda itu nikah di bawah dua puluh tahun, kalau loe mah udah lebih dari dua puluh taun, jadi bukan nikah muda, " ucap Ika terkekeh.
membuat Afifah di seberang sana, mendengus kesal mendengar omongan Ika.
"bodoamat, guekan masih muda, " ucapnya kekeh tak nau kalah.
membuat Ika berdecak kesal mendengar ucapan Ika. "ck, bisa narsis gitu ya bu, " ucap Ika.
"dateng ya, awas kalau nggak datang, " ucap Ika dengan nada mengancam.
"waduh ngancem nih serem banget deh, " Ika berkata seolah takut lalu terkikik geli.
"Ikaaa" ucap Afifah manja lalu ingin menutup telponya. namun dengan cepat, Ika mencegahnya.
"eh, tunggu loe ngundang siapa aja,? " tanya Ika membuat seketika suasana menjadi hening kembali.
entah mengapa, Ika merasa jika Afifah akan mengundang orang yang selama ini dirinya hindari.
"loe ngundang,.. " ucapan Ika terhenti saat mendengar suara Afifah.
"maaf Ika. tapi, gue udah ngundang semua orang termasuk semua guru dan murid di sekolah kita, " ucap Afifah yang terdengar hati hati.
"iya, nggak masalah kan gue nggak bisa larang loe buat ngundang siapa yang gue nggak suka," ucap Ika seraya menghela nafas beratnya.
tak lama, setelah panggilan di matikan, Ika melangkah mendekati sang suami yang sedari tadi hanya diam.
"kenapa, kok wajahnya di tekuk, " tanya Fadly yang melihat raut wajah sang istri.
"nggak papa, males aja jadinya, " ucapnya seraya memeluk tubuh suaminya itu.
entah sejak kapan, bau tubuh suaminya itu, menjadi candu baginya
BERSAMBUNG....
NOTE : mampir juga kak di karya kqk Kiss Author judulnya Tiba Tiba Istriku Berubah.
"Kalau bukan karena bakti ku pada kedua orang tua. Sudah dari dulu aku tinggalkan Hanna!" ujar Reza jujur.
Pria itu tak memiliki perasaan apapun pada Hanna. Tidak ada perasaan berdebar-debar dan gugup saat berdampingan dengan istrinya itu.
Rasanya hambar, bahkan ada dan tiada Hanna, dia merasa akan baik-baik saja.
Degg.
Hanna memeluk erat kotak bekal yang ia bawakan untuk Reza. Mata wanita itu menganak sungai, tak pernah ia sangka akan mendengar kata-kata menyakitkan dari lisan suaminya sendiri.
Ternyata selama ini dia tak lebih hina dari noda hitam yang menempel di pakaian suaminya.
Apa salahnya? Apa kekurangannya?
Sehingga, suaminya tega berkata seperti itu pada temannya sendiri.
__ADS_1
"Baiklah, Mas. Cukup sampai detik ini aku berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Percuma aku berusaha mendapatkan hatimu, kalau aku tak lebih dari noda hitam di matamu!"
"Akan aku tunjukkan apa noda hitam itu sebenarnya! Jangan salahkan aku berubah. Karena kamu sendiri yang telah membuat aku berubah!" gumam Hanna seraya menghapus air matanya yang mengalir di pipi.