Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 37


__ADS_3

Ika segera meraih ponselnya dari tangan sang suami dan menyerahkan baby Nisa kepada suster untuk di pakaikan baju.


Ika segera nemposting foto sang anak dengan caption menyentuh di akun instalgramnya.


malaikat kecil bunda. sehat selalu ya sayang terimakasih sudah hadir di tengah tengah kami. kami janji akan selalu membahagiakan kamu.


From Orang Tuamu


Yulianika Diva Anastasya Yasinu Dan Fadly Antonio.


begitulah postingan instalgram Ika yang langsung di banjiri oleh komenan sahabat-sahabatnya.


Afifah Quency William: duh gemesnya ponakan aunty jadi pengen punya sendiri.


Doni Wirawan: to Diatas aku, gimana kalo aku halalin? 😘😘


Riko Abirudin Hutama : gas Don jan sampai lepas.


Ika tersenyum melihat komen-komen para sahabatnya dan tak sadar jika sang suami sudah berada di belakangnya.


niat hati ingin menjaili sang isteri dengan memeluknya dengan tiba-tiba, namun Ika malah menyadarkan kepalanya divdada sang suami.


"kok tau kalo ayah di belakang bunda? " tanya Fadly seraya melingkarkan tanganya di pinggang sang isteri.


"udah kebal" ucap Ika seraya melihat ponselnya.


Fadly terkekeh mendengar jawaban sang isteri.


"oh iya yah kapan kita bisa pulang? bosen juga di rumahsakit terus" ucap Ika seraya mendongak menatap wajah suaminya.


"hmm nunggu kamu bener-bener sembuh ya" ucap Fadly mengecup hidung sang isteri.


Ika mwlah cemberut mendengar jawaban sang suami.


"padahal aku ingin pulang sekarang" ucap Ika cemberut.


"hmm iya deh nanti ayah tanyakan pada Dokter Julia. " ucap Fadly menghela nafas dan membuat wajah Ika langsung berseri.


"yeah akhirnya pulang juga" ucap Ika bersorak girang seperti anak kecil. membuat Fadly terkekeh kecil melihat tingkah sang isteri.


tak lama, Dr. Julia masuk kedalam ruangan untuk mengecek kondisi Ika.


" ini jahitanya sudah kering ya nyonya. disarankan mengkonsumsi telur rebus agar jahitanya cepat membaik dan mengkonsumsi kacang-kacangan untuk memperlancar asi anda" ucap Dr. Julia.


"baik Dok terimakasih" ucap Ika

__ADS_1


"sayang kalau begitu aku membayar biaya rumah sakit dulu" ucap Fadly lalu keluar ruangan.


sementara Ika dan bi Sumi membereskan barang-barang yang akan di bawa pulang.


setelah semua selesai, baby Nisa menangis ingin meminta asi.


dengan cepat, Ika menghampiri box bayi dan menggendong bayi Nisa dan menyusuinya.


setelah kenyang menyusu, baby Nisa kembali tertidur pulas.


Ika tersenyum melihat tingkah putri kecilnya tersebut. "kamu tuh ya mirip banget sama ayahmu tukang tidur" ucap Ika terkekeh kecil.


"enak aja aku gak tukang tidur ya " ucap Fadly dari brlakang membuat Ika menoleh kesumber suara.


mungkin mulai sekarang Ika harus mulai belajar menguatkan jantungnya karena suaminya itu sering sekali mengagetkanya.


"idih masih aja gak mau ngaku" ucap Ika mencibir sang suami.


"bukan gak mau ngaku bun. tapi kan memang benar. ya gak sayang,? "ucap Fadly menoel pipi gembul puterinya yang terlelap di gendongan sang bunda.


"hmm jadi kapan kita pulang yah? " tanya Ika.


"nanti jam delapan kita pulang. sekarang baby Nisa masih harus di periksa oleh Dr. Julia. " ucap Fadly.


mereka akhirnya nenghabiskan waktu untuk bercengkrama satu sama lain.


sekuat tenaga Ika menyembunyikan kesedihanya dari suami dan keluarganya.


di depan loby rumahsakit, semua orang sudah menunggu kedatangan Ika dan sang bayi. terutama Papa Yasinu.


melihat putri serta cucu kesayanganya keluar dari pintu loby rumah sakit, Papa Yasinu segera berjalan menghampiri mereka berdua.


"sini ikut kakek ya" ucap Papa Yasinu seraya mengulurkan tanganya hendak menggendong sang cucu.


Dengan cepat, Ika menyerahkan baby Nisa kepada sang Papa.


lalu mereka semua masuk kedalam mobil untuk pulang menuju rumah mereka berdua.


setelah tiga puluh menit, Ika dan keluarga sampai dirumah.


mereka langsung di sambut oleh keluarga yang lain. yang memang tidak ikut menjemput di rumah sakit.


"wah kalian aemua berkumpul di sini " seru Ika saat sudah memasuki rumah.


"iya dong kan kami mau liat keponakan kami yang cantik ini " ucap mbak Putri mencium pipi gembul baby Nisa.

__ADS_1


Ika tersenyum senang melihat semua keluarganya berkumpul dan menyambut anaknya.


dengan perlahan, Ika duduk di sofa dekat mbak Putri. dengan sigap, Fadly menata bantal di belakang punggung sang isteri agar lebih nyaman.


tak lama, bi Sumi datang membawa susu hangat dan kue kacang almond yang di percaya dapat melancarkan produksi asi.


"ini nyonya di minum dulu" ucap bi Sumi menaruh sepiring kue dan segelas susu di meja dekat kursi.


"lho bi, kan saya gak pesen susu? " tanya Ika bingung karena seingatnya memang ia tak memesan susu.


" itu aku yang beli bund " ucap Fadly yang berada di sampingnya.


Ika menoleh kearah sang suami " oh ayah yang beli. kapan? " tanya Ika.


" kemarin mampir supermarket. terus ayah beli semua rasa yang ada disana. nih ada coklat, strowbary, moca dan masih banyak lagi" ucap Fadly menunjuk lemari yang berisikan puluhan susu.


"ya Allah yah ini mah toko susunya pindah dirumah kita " ucap Ika seraya menggelengkan kepala merasa gak percaya.


"gak papa Ika justru bagus tuh di borong semua biar tambah ndut. hehe" ucap mbak Putri seraya menciumi pipi gembul baby Nisa.


semuanya berbincang-bincang hangat dan sesekali gelak tawa terdengar di antara mereka.


tak lama, papa Yasinu berdiri dari duduknya dan menghampiri Ika.


"sayang, papah pulang dulu ya" ucap Papa Yasinu seraya mengelus kepala Ika.


"iya pah hati-hati yah salam buat mama" ucap Ika lirih. membuat Papa Yasinu mengangguk seraya tersenyum.


"pasti sayang. nanti papah akan sampaikan" ucap Papa Yasinu dan sekarang pandangan tertuju pada bayi mungil yang kini sudah berada di gendongan Ika.


"sayang kakek pulang dulu ya besok kakek kemari lagi" ucap Papa Yasinu mengecup pipi baby Nisa.


mini mereka semua sudah pulang. dan kini Ika sedang berada di dalam kamar. setelah mrnidurkan baby Nisa, Ikapun ikut berbaring.


tak terasa air matanya jatuh begitu saja saat mengingat jika sang mama tak pernah hadir dalam setiam acara.


lelehan air mata, menjadi isakan tangis yang menggema di seluruh ruang kamar. bahkan tubuhnya bergetar karena menahan sesak di dada.


Fadly yang baru kembali daru dapur, terkejut mendapati sang isteri. sudah dalam keadaan menyedihka.


dengan cepat, Fadly menghampiri isterinya dan segera memeluknya.


Ika menangis sejadi-jadinya dalam pelukan suaminya. entah mengapa setelah melahirkan, Ika menjadi sangat rapuh dan sensitif.


setelah merasa lebih tenang, Fadly melonggarkan pelukanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.............


JANGAN LUPA TIBGGALKAN JEJAK KALIAN GAES


__ADS_2