Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 36


__ADS_3

setelah lima belas menit, Ika dan Fadly keluar dari kamar mandi. dan membantu Ika naik keatas brankar.


"awh " pekik Ika saat merasakan sakit di bagian intinya.


dengan sigap, Fadly segera menoleh. memperhatikan sang isteri yang tampak kesakitan.


"sayang, kenapa? " tanya Fadly yang melihat sang isteri meringis.


"sakit" ucap Ika meringis. tanpa ba bi bu, Fadly segera nenggendong dan merebahkan tubuh isterinya di ranjang rumahsakit.


tqk lama, terdengar tangisan dari baby Nisa. dengan segera Fadly menghampiri box bayi dan mengfendong bayi mungil tersebut.


dengan gemas, Fadly mendaratkan kecupan bertubi-tubi kewajah bayi yang masih merah tersebut " duh anak ayah cantik banget" Fadly menimang-nimangnya.


membuat Ika menatap haru kearah dua orang tersayangnya itu.


"bun, sepertinya baby Nisa haus" ucap Fadly menghampiri sang isteri. membawa bayi tersebut dalam gendonganya.


Ika segera mengulurkan tanganya dan meraih baby Nisa dan menggendongnya.


"utututu anak cantik bunda haus ya " ucap Ika seraya mengelus pipi bayi mungil tersebut.


tampak baby Nisa sangat kuat dalam meminum asi bundanya. terbukti Ika beberapa kali meringis menahan sakit.


"kenapa sayang? sakit banget ya? " tanya Fadly seraya mengelus pundak sang isteri.


Ika nenggeleng seraya tersenyum " enggak kok yah" Ika menyusui baby Nisa hingga tertidur pulas. dan segera Fadly memindahkannya ke dalam box bayi.


setelah itu, Fadly membaringkan tubuhnya di sofa karena jujur, ia sangat lelah belum sempat istirahat.


"ayah tidur sini " sayup-sayup Ika memanggil dirinya. Fadly pun menoleh dan tersenyum kearah isterinya.


Ika menepuk tempat di sampingnya. dengan perlahan, Fadly berjalan mendekati tempat tidur. lalu merangkak naik dan berbaring di samping isterinya.


mereka akhirnya tertidur sembari saling berpelukan.


pagi harinya....


Ika telah selesai mandi. begitupun dengan Fadly yang kini tengah menimang-nimang sang buah hati.


"duh anak siapa sih kok cantik banget? " tanya Fadly seraya menciumi wajah putri kecilnya dengan gemas.


"ayah, bunda kok laper ya" ucap Ika menatap suaminya yang sedang bermain dengan bayi mungil tersebut.

__ADS_1


"bunda laper? mau makan apa? " tanya Fadly mendekati brankar


"emm ayam goreng kayaknya enak deh yah" jawab Ika tersenyum.


" oke bentar ayah beliin " ucap Fadly seraya menyerahkan baby Nisa kepada sang isteri. lalu Fadly bergegas krluar untuk membeli pesanan Ika. karena dari awal datang kerumah sakit, Ika memang tidak mau makan makanan rumah sakit. entah mengapa ia ngotot tidak mau makanan yang di sediakan oleh rumah sakit.


saat Fadly membuka pintu, Fadly mendapati bi Sumi sudah berdiri di depan pintu.


"yaAllah bi, bikin kaget saja " ucap Fadly seraya mengelus dadanya karena terkejut.


"hehe maaf tuan. eh tuan mau kemana? " tanya bi Sumi saat melihat majikanya itu melangkah keluar melewati dirinya


" oh saya mau membeli makanan bi" ucap Fadly.


"kalau begitu biar bibi saja tuan, " ucap bi Sumi menghampiri Fadly


"oh ya udah ini bi. ayam goreng tiga ya bi sama bubur kacang hijaunya satu porsi besar untuk isteri saya " ucap Fadly menyerahkan dua lembar uang berwarna merah kepada bi Sumi.


"baik tuan. saya permisi, " ucap bi Sumi bergegas keluar untuk membeli pesanan sang majikan.


sementara Fadly kembali masuk kedalam ruang rawat sang isteri.


"lho ayah kok cepet banget kembali? mana makananya?" tanya Ika saat melihat Fadly datang dengan tangan kosong.


" oh, yah lihat deh yah, anak kita cantik banget kan yah? " tanya Ika seraya memperlihatkan sang putri dalam gendonganya pada sang suami.


"iya lah siapa dulu sih orang tuanya" ucap Fadly seraya mengedipkan satu matanya.


"ish bukan itu maksud bunda" ucap Ika cemberut. "lihat nih bulu matanya, lentik banget kan,? tanya Ika seraya melihat bulu mata anaknya.


"hmm iya. duh pasti gedenya nanti menjadi rebutan nih princes ayah " ucap Fadly Seraya mengecup pipi putrinya. lalu beralih menatap sang isteri. " terimakasih, terimakasih karena semuanya yang telah kita lewati bersama. berjanjilah untuk tidak meninggalkanku" lanjut Fadly mengecup pipi sang isteri.


Ika tersenyum sangat manis kearah sang suami. " ayah tenang saja apapun keadaanya, aku akan selalu ada divsamping ayah. " ucap Ika menyenderkan kepalanya di dada sang suami.


Fadly mengecup kening sang isteri dan mengelus kepala yang terbungkus hijab tersebut.


mereka berdua larut dalam kebahagiaan karena menjadi orang tua baru.


tak lama terdengar pintu di ketuk dan munculah Dr. Julia dan dua perawat menghampiri pasangan orang tua baru tersebut.


"pagi nyonya bagaimana keadaannya,? " tanya Dr. Julia seraya mengecek jahitan bekas lahiran


"baik Dok" ucap Ika tersenyum.

__ADS_1


"baik kalau begitu, kita berjemur dulu ya " ucap Dr. Julia seraya meminta perawat memindahkan tubuh Ika ke kursi roda.


"gak usah Dok biar saya saja " cegah Fadly dan mulai menggendong sang isteri dan mendudukanya perlahan di kursi roda.


lalu mendorongnya menuju balkon rumah sakit. kemudian perawat menyerahkan baby Nisa yang telah di buka pakaianya.


"ini nyonya, sambil dickasih asi ya nyonya" ucap si perawat.


"baik sus" ucap Ika seraya mulai mengarahkan tubuh baby Nisa kearah sinar matahari. setelah matanya di tutup dengan kainterlebih dahulu.


" indah banget ya yah pemandanganya" ucap Ika melihat kearah lautan di seberang sana.


" iya bun nanti kalo bunda udah sehat dan baby Nisa sudah sedikit besar, kita jalan-jalan ke pantai ya" ucap Fadly seraya mengelus pundak sang isteri.


"yee makasih ayah" ucap Ika menirukan suara anak kecil dan mengecup pipi sang suami..


tak lama, bi Sumi datang tergopoh-gopoh mengampiri Fadly dan Ika.


"maaf tuan nyonya, lama. soalnya rame sekali restaurantnya" ucap bu Sumi menyerahkan dua kotak makanan pada Fadly.


Ika dan Fadly saling pandang. sebelum akhirnya mereka sama-sama ber istighfar.


"astaghfitullah bi kami sampai lupa kalo tadi bi Sumi beli makanan" ucap Ika.


"gak papa nyonya itukan sudah menjadi tugas saya" ucap bi Sumi.


lalu dengan cepat, Fadly membuka kotak makanan dan menyuapi sang isteri yang sedang berjemur dan menyusui baby Nisa.


"ayo sayang, buka mulutnya" ucap Fadly mengarahkan sendok berisi makanan.


"emm makasih yah" ucap Ika nengunyah makananya. "oh iya ayah cuti berapa hari,? " tanya Ika.


"emm mungkin dua hari lagi masuk kerja" ucap Fadly.


"oh gitu. oh iya ponsel aku mana ya yah? " tanya Ika seraya mengedarkan pandangannya.


"oh, ada di atas meja tuh. mau di ambilin? " tanya Fadly.


"boleh yah soalnya dari kemarin belum lihat pomsel " ucap Ika.


Fadly segera mengambil ponsel sang isteri dan menyerahkanya.


BERSAMBUNG..........

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES


__ADS_2