
setelah selesai berbelanja, Ika dan Fadly pulang ke rumah, dengan kendaraan masing masing.
karena, Fadly yang harus kembali ke kantor, karena pekerjaan di sana masih menumpuk.
setelah sampai di depan rumah, Ika segera turun dari mobinya, disusul oleh Fadly yang juga turun dari motor menghampiri istri dan anaknya.
"Bun, Ayah balik lagi ya, ke kantor soalnya masih banyak berkas yang masih numpuk, " ucapnya seraya mengecup kening sang istri dan mengecup kedua pipi gembul anaknya.
"iya Yah. hati hati ya, salam buat Doni dan Riko, " ucap Ika seraya mengecup punggung tangan suaminya itu.
"hmm sepertinya, istri Ayah sudah mulai genit nih, " ucapnya seraya berpura pura cemberut.
membuat Ika memutar bola mata malas mendengar penuturan sang suami.
"mulai deh nih, suami Bunda, " ucap Ika menggerutu kesal.
membuat Fadly tersenyum lebar seraya mencubit pipi gembul sang istri.
"ish ish ish, gitu aja ngambek, " ucapnya, semakin membuat Ika cemberut saja.
"iya udah sana, katanya mau balik ke kantor, " ucap Ika seolah mengusir Fadly.
"oh, ceritanya ngusir nih,? " tanya Fadly semakin senang menggoda sang istri.
"ah, tau ah, udah sana," ucapnya seraya mengusir suaminya dan berbalik arah menuju rumahnya.
belum samoai di depan pintu, suara suaminya, membuat Ika menoleh ke belakang.
"Bun, ada yang ketinggalan, " ucap Fadly membuat Ika berhenti dan berbalik arah ke belakang.
"apa,? " tanya Ika menatap sang suami dengan sedikit bingung.
"ini, " ucapnya seraya mengangkat tangannya, membentuk simbol love dalam bahasa korea.
"dih, sejak kapan, Ayah jadi alay kayak gitu,? " tanya Ika seraya mengulum senyum. karena ternyata Fadly, penyiuka Drama luar negeri.
"sejak Ayah tau, kalau istri Ayah, pencinta Drama, " ucap Fadly tersenyum manis.
membuat Ika menggelengkan kepala melihat tingkah sang suami.
"udah sana, nanti terlambat lagi, " ucapnya. Fadly mengangguk dan segera menuju motornya dan segera melajukanya, meninggalkan area rumah mereka.
setelah sang suami sudah tak terlihat, Ika melangkah menuju pintu masuk kedqlam rumah.
"Bi, tolong angkatin belajaan bulanan dong, " ucap Ika pada asisten rumah tangganya.
__ADS_1
"baik nyonya, " ucap Bi Sumi seraya berjalan menuju mobil nyonyanya itu.
sementara itu, Ika nenuju ruang keluarga dan meletakkan baby Nisa di karpet berbulu di depan televisi.
"sayang, uh anak Bunda sudah makin berat aja, " ucapnya seraya meletakan gendongan bayi di sofa. setelah menurunkan baby Nisa.
baby Nisa hanya tertawa riang mendengar keluhan Bundanya itu.
"duh, kalau senyum gini, mirip banget sama Ayah kamu, " ucapnya seraya mencium pipi gembul anaknya.
tak lama, Bi Sumi datang nembawa mknuman kesukaan majikannya itu.
"ini Nyonya, saya buatin wedang jahe buat Nyonya, biar badanya anget, " ucap Bi Sumi menyerahkan segelas air hahe hangat untuk Ika.
"wah, makasih ya Bi, kebetulan saya sangat menyukai wedang jahe, " ucap Ika berbinar. dan langsung meraih gelas itu, dan langsung meneguknya hingga tandas.
s3telah selesai meminum minuman kesukaannya itu, Ika kembali bercanda dengan sang Putri tercinta. seraya sesekali menulis cerita di novel online miliknya.
tak lama, setelah ia mengupdate bab baru, ponsel Ika berdering dan tertulis nama sang Mama di sana.
dengan segera, Ika menekan tombol hijau dan menampilkan wajah sang Mama di layar ponsel miliknya.
"halo, assalamualaikum, " ucap Ika saat melihat wajah sang Mama.
"wa'alaikum salam, " balas Mama Erika dari seberang sana.
"hehehe Mama lagi kesepian nih sayang, makanya Mamah telpon kamu, " ucap Mama Erika mengedarkan kamera ponselnya kesegela arah. dan memang, di sana tampak sepi.
membuat Ika merasakadihan melihat sang Mama yang berada dirumah seorang diri.
karena Bibi Niara dan Bibi Tiara sedang ke luar Negri ikut bersama Suami masing masing.
sementara, para anak muda sedang ada acara masing masing, sehingga membuat Mama Erika berada sendirian di rumah.
"Mah, mau Ika jemput nggak,?" tanya Ika menawari sang Mama.
"enggak usah sayang, Mama enggak papa kok, lagipula besok, semua orang juga akan balik lagi." ucap Mama Erika oada putrinya itu.
"emm ya udah kalo gitu, " ucap Ika tersenyum tipis.
"eh, mana cucu mama,? " tanya Mama Erika. karena baru menyadari jika tujuan wanita oaeuh baya itu menghubungi anaknya, hanya ingin melihat sang Cucu tercinta.
"oh, ini si Nisa lagi belajar tengkurap Mah, " ucap Ika seraya nengarahkan ponsel miliknya kearah sang anak.
membuat Mama Erika di seberang sana, menjadi semakin gemas di buatnya.
__ADS_1
"duh, gemes banget sih, cucunya oma, " ucap Mama Erika terlihat begitu antusias.
membuat Ika tersenyum bahagia menyaksikan pemandangan itu.
seandainya dirinya, menyetujui dan menuruti keinginan sang Mama, belum tentu dirinya bisa sebagaia itu.
"maafin Mama ya Ka, " tiba tiba, Mama Erika melontarkan kata kata itu. membuat Ika tersadar dari lamunanya.
"Mama ngomong apa sih,? " tanya Ika seraya menggelengkan kepala mendengar kalimat yang diucapkan sang Mama.
"mama minta maaf, karena hasutan dari orang lain, mama hampir merusak kebahagiaan anak dan menantu mamah, sekali lagi, namah minta maaf, " ucap Mama Erika seraya terisak di seberang sana.
"mah, semua sudah lewat dansemua sekarang sudah baik baik saja, " ucap Ika merasa tak tega melihat ibunya menangis
Mamah erika hanya menganggukan kepala dan kini, mereka kembali bercanda ria walau hanya dengan nenggunakan Video Call.
🌸🌸🌸
sementara itu, ditempat lain seseorang sedang merasa linglung dan sedang di tenangkan oleh teman temannya.
'udahlah Don, mungkin memang dia bukan jodoh loe, " ucap Riko mencoba memberikan semangat pada temanya yang sedang sakit hati itu.
"jadi, rasanya gini ya patah hati, " ucapnya tersenyum hambar pada kedua temanya itu.
membuat Fadly dan Riko hanya bisa mekempar pandabgan satu sama lain. merasa prihatin oada nadib temannya yang satu ini.
"sepertinya dia memang benar benar merasa patah hati, " ucap Riko sedikit berbisik.
"sepertinya memang begitu, " balas Fadly yang juga ikut berbisik.
mereka berdua sudah seperti emwk emak rempong yang sedang ngerumpi di depan tukang sayur saja.
"hais kan kau yang membuat karakter diriku jadi seperti ini thor, " ucap Fadly memprotes.
"hehe maaf ya mas mas, bapack bapack, biar ada lucu lucunya gitu loh, " ucap author ber Piss ria.
"terserah, " ucap mereka kompak.
BERSAMBUNG...
Note : mampir ke karya teman aku emmarisma
Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.
__ADS_1
Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.