Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 88


__ADS_3

Ika tak mempedulikan suaminya itu. dirinya tetap menarik tangan suaminya untuk segera naik keatas ranjang. dan mau tidak mau, Fadly menuruti kemauan sang istri.


membuat dua perawat yang berada di samping brankar, hanya bisa menahan senyum karena kelakuan. mereka berdua.


dengan segera, dua perawat itu, mendorong brankar itu menuju pintu keluar. karena memang, akan di pindahkan, ke ruang rawat.


Ceklek


suara pinti di buka dari dalam. dan tak lama, muncul Fadly yang masih terbaring lemah di atas brankar, dengan di temani oleh sang istri. dan juga dua perawat.


brankar itu, di dorong menyusuri lorong rumah sakit yang memang sangat ramai dengan para keluarga pasien.


tak lama, mereka sampai di sebuah ruangan rawat dan dengan segera, brankar di dorong masuk oleh kedua perawat tadi.


dan di ikuti oleh kedua sahabatnya dan juga Papa mertuanya.


"akhirnya, loe sembuh juga, " ucap Doni saat mereka sudah berada di dalam ruangan.


"iya, loe udah kaya orang mati tau nggak, " ucap Riko menggerutu.


karena memang, Fadly selama dua bulan itu, seperti orang yang kehilangan arah. dan berujung dengan kondisinya yang terus menurun.


"hmm thanks, "ucap Fadly menoleh sebentar, kemudian fokus memandangi wajah sang istri yang sangat dirinya rindukan beberapa waktu itu.


membuat Domi dan Riko yang melihatnya, memutar bola mata malas melihat serta mendengar ucapan yang keluar dari mulut sahabatnya itu

__ADS_1


"hais, mulai deh bucinya, " ucap Doni mencibir Fadly. yang hanya di tanggapi dengan kedikan bahu oleh laki laki itu


"udah lah Don, kita balik aja yuk, " ucap Riko mendengus kesal.


Ika yang melihat itu, hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.


"kalian ini, seperti para emak emak saja sukanya berantem aja, " ucap Ika seraya tersenyum geli melihat tingkah mereka bertiga.


"sayang, " ucap Fadly merengek seperti anak kecil saja.


membuat Doni dwn Riko, semakin kesal di buatnya. " pacaran aja terus, sampai nggak ingat anak, " ucap Riko.


membuat Fadly yang awalnya menggenggam tangan sang istri, mendadak melonggarkan genggaman tangannya.


"sayang, sini sama Ayah, " ucap Fadly merentangkan tangannya untuk memeluk putri tercintanya.


"duh, kangen banget sama kamu sayang, " ucapnya seraya mengelus pundak putrinya itu dan terkadang mengecup pipi gembulnya itu.


mereka semua sangat bahagia karena bisa menyaksikan momen itu kembali.


"hmm karena kalian semua, sudah berbahagia, gue sama Riko pulang dulu ya, udah lama nggak ngeliat kasur di kamar kost, " ucap Doni. yang membuat Fadly, yang sedang bermain dengan putrinya itu, menoleh kearab dua sahabatnya itu


lalu, Fadly menoleh ke arah sang istri. " Bun, tolong ponsel Ayah Dong, " ucap Fadly. dan dengan segera, Ika segera mengambilkan ponsel dan menyerahkan kepada suaminya.


"makasih banyak ya Bun," ucapnya seraya tersenyum tipis.

__ADS_1


kemudian, Fadly membuka ponselnya. dan tak lama, terdengar bunyi ponsel milik Doni dan Riko.


dengan segera, kedua laki laki itu, mengambil ponsel mereka dan sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. hingga membuat mereka, saling berpandangan satu sama lain.


"Fad, " ucap Doni ketika menatap pada laki-laki yang berada di atas brankar itu.


"hnn itu, sebagai ucapan terima kasih atas semua yang kalian lakukan selama dua bulan ini, " ucap Fadly. seraya kembali bercanda dengan putri tercintanya.


"tapi... "ucap Doni yang ingin protes karena memang, selama ini, mereka membantu Fadly dengan ikhlas. lagipula, mereka hanya menjaga Fadly dari jam enam sore hingga enam pagi.


karena memang, setelah itu, mereka berdua harus kembali ke kantor untuk bekerja seperti biasa.


"sudahlah, Doni, Riko, kalian terima saja, mungkin ini sudah menjadi rezeki kalian, " ucap Papa Yasinu membuka suara.


"ini saya l berikan tambahan untuk kalian, " ucap Papa Yasinu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan dua lembar amplop coklat yang lumayan tebal.


membuat siapapun, yang melihatnya akan tergiur. karena dapat di pastikan jika isinya sangat tebal. namun serempak, mereka berdua menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.


"nggak usah Pak, kami ikhlas membantu Fadly, " ucap Riko, seraya mendorong pelan amplop coklat itu.


"nggak Papa, kalau kalian tidak mau, maka saya akan marah, karena kalian sudah menolak permintaan bos kalian, " ucapnya seraya memasang ekspres yang membuat mereka takut dan akhirnya menerimanya.


"sayang aku rindu, " ucapnya saat mereka sudah berada di dalam kamar dan hanya ada mereka berdua.


karena Papah yasnu, kembali ke kantor. karena ada meting dadakan. begitupun juga, dengan Doni dan Riko yang juga kembali ke kantor.

__ADS_1


"ish itu terus yang di bahas, " ucap Ika memukul dada suaminya itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2