Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 57


__ADS_3

Fadly duduk di samping sang istri yang sedang memberikan asi lewat botolnya. dan itu semua adalah, permintaan dari sang suami. karena Fadly ingin Nisa lebih terbiasa minum dari botol.


karena memang, Fadly sudah ingin memiliki momongan lagi. karena, saat ini, baby Nisa sudah berumur hampir lima bulan.


ish Fadly mah yang di bahas itu terus, hehehe.


"sudah tidur,? " tanya Fadly pada sang isteri.


Ika hanya mengangguk dan hendak beranjak dari sofa untuk menidurkanya.


namun, langkahnya terhenti saat tangan Fadly menahanya.


"sudah bun, biar ayah saja yang memindahkan baby Nisa," ucapnya seraya mengambil alih anaknya dari gendongan sang istri. dan langsung menuju box bayi.


membuat Ika ingin protes kenapa di taruh di sana bukan di tempat tidur bersama dirinya.


namun, sesaat kemudian, ia tersadar dengan perilaku sang suami.


"hmm pastesan, " gumamnya serayamembuka ponsel berniat akan membuka aplikasi Novel onlenya.


namun, dengan gerakan cepat Fadly menggendongnya.


membuat Ika, hampir saja menjerit saat tubuhnya tiba tiba terbang.


"astaghfirullah ayah, ngagetin bunda aja, "ucapnya seraya berbisik di telinga Fadly.


membuat Fadly terkekeh pelan dan dengan perlahan, ia membaringkan tubuh sang istri di kasur.


"malam ini, kamu milik ku, " bisiknya pada Ika membuat wanita itu ber gidik ngeri. membayangkan sesuatu.


sesuatu yang tak pernah lagi Ika temukan kembali sejak mereka memiiki anak.


Ika hanya tersenyum danm3mbalas semua perlakuan sang suami padanya. bahkan malam ini, Ika menjadi sedikit agresif.


pahi harinya...


Ika masih terlwlap dalam pelukan hangat sang suami. stelah puas menggeliat, Ika mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya.


"morning sayang, " sebuah suara membuatnya mendongak dan menatap sang suami yang sudah tersenyum kearahnya.


"bunda memang hebat, hehehe," bisiknya seraya mencium pipi Ika.


dan kata kata itu, sukses membuat Ika nerona malu karena menyadari apa yang ia lakukan semalam. dengan cepat, Ika hendak turun dari ranjang.


namun dengan cepat, Fadly segera menarik tangan wanita itu. hingga Ika jatuh diatas dada bidang suaminya.


"mau kemana,?" tanya Fadly seraya menempelkan hidungnya dengan hidung Ika.


"a-aku mau mandi, " ucapnya gugup. percayalah sekarang ini, Ika berasa ingin menenggelamkan dirinya di bak kamar mandi karena malu. eh, apasih namanya, author nggak tau hehe.


"kita lakukan sekali lagi ya, " pinta Fadly dan tanpa memberikan kesempatan untuk Ika menjawab, Fadly sudah terlebih dulu melu***t bibir mungil isterinya itu.

__ADS_1


dan akhirnya, adegan semalampun terulang kembali. mereka berdua larut dalam suasana bahagia yang tercipta.


pukul setengah tujuh, mereka baru turun dari kamar dengan membawa baby Nisa yang sudah cantik dengan memakai bando.


"bun, kemarin Papah tiba tiba memberikan peeusahaannya pada Ayah, " ucap Fadly disaat mereka sedang sarapan.


membuat Ika nenoleh dan menatap sang Suami. "lalu, ayah menerima tawaran itu,? " tanya Ika yang penasaran.


"enggak, ayah nggak mau, " ucapnya seraya meneguk air putih. "ayah nggak mau mencari masalah dengan keluargamu lagi, " ucapnya tersenyum.


namun, perkataan Fadly barusan membuat Ika sedimit tersentil. " ayah masih ada rasa nggak enak oada Mama,? " tanya Ika.


Fadly tersenyum seraya menggeleng, "enggak Bun, Ayah hanya nggak mau mengambil resiko, lebih baik ayah mengalah, " sambungnya seraya mengambil tisu untuk mengelap bibirnya.


Ika hanya mengangguk saja. ia hanya bisa mendukung setiap keputusan sang suami. karena Ika hanya sebagai makmum saja. dan semua keputusan ada di sang suami.


setelah mereka sarapan, Ika membawa baby Nisa duduk di teras rumahnya seraya menghirup udara segar di oagi hari.


"bun, ikut ayah yuk, " ucapnya seraya duduk di sebelah Ika.


Ika menoleh, " kemana,? " tanya Ika seraya tanganya menepuk nepuk kaki baby Nisa yang begitu sangat montok.


"sudah ayo cepat, " ucap Fadly seraya menatik tangan isterinya menuju mobilnya.


"eh bentar yah, " ucapnya seraya menengok ke belakang. " bi, kami lergi dulu ya, " ucap Ika saat melihay bi Sumi keluar dari dalam rumah.


"eh, iya nyonya hati hati, " Ika mengangguk dan tersenyum. lalu masuk kedalam mobil.


dengan segera, Fadly menjalankan mobilnya. melajukanya ketimur arah kota R.


"nanti juga bunda bakal tau, " ucapnya seraya fokus menyetir. membuat Ika merengut kesal dan tak mau berbicara.


membuat Fadly menoleh kearah samping dan mendapati sang istri sedang bercanda dengan anak mereka.


"bunda marah,? " tanya Fadly menatap kearah isteri dan anaknya.


Ika menoleh sesaat dan kembali fokus pada Nisa yang kini sedang tertawa bersama dirinya.


tak lama, mereka sampai di sebuah restaurant berukururan sedang yang sepertinya ramai.


"yah, kita kan sudah makan, ngapain kita kesini,? " tanya Ika yang membuay Fadly mengurungkan niatnya.


"sudah, ayo masuk, " ucapnya seraya keluar dari mobil dan berjalan membukakan pintu untuk istrinya.


Ika hanya menurut saja dan berjalan di samping sang suami.


"pak Fadly, semua sudah selesai dan sekarang kita sudah banyak peminaynya, " ucap sesorang yang memakai seragam karyawan.


Fadly mrngangguk dan kembali berjalan menuju sebuah ruangan di dalam sana.


Ika hanya menurut saat dirinya di tarik oleh sang suami dan duduk di kursi.

__ADS_1


"yah, " ucap Ika. membuat Fadly tersenyum tipis. karena tau maksud dari panggilan isterinya.


"ini restaurant miluk ayah bun, " ucap Fadly membuat Ika membelalakan matanya karena kaget.


"sejak kapan,? " tanya Ika yang masih tak percaya.


"baru ada satu bulan yang lalu, ayah beli dari seorang temen ayah yang emang sedang kesusahan, " ucap Fadly lalu enceritakan semuanya pada sang istri.


FLASBACK ON


dua bulan sebelumnya...


terlihat Fadly sedang mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah.


dilampu merah, ia seperti melihat seseorang yang ia kenal. Fadly menajamkan pandanganya dan yakin jika dirinya mengenal orang itu.


dengan segera, dirinya memarkirkan mobilnya dan menghampiri orang tersebut.


"bro, ngapain loe di sini,? " tanya Fadly saat dirinya sudah duduk di sebelah orang tersebut.


"eh Fadly, loe ngapain di sini,? " tanya orang itu, saat menyadari Fadly di sampingnya.


"hmm baru pulang dari kantor, terus ngelihat loe di sini. kenapa tuh muka kok kusut anat,? "tanya Fadly.


"hmm gue ada masalah, loe mau nggak bantu gue,? " tanya orang tersebut.


"bantu apa,? " tanya Fadly. "kslau gue bisa bantu, kenapa tidak, "lanjutnya.


"gue butuh uang buat biaya oprasi istri lahiran, " ucapnya.


"emm butuh berapa,? " tanya Fadly.


"tiga puluh juta, " ucapnya.


"emm oke gue transfer sekarang, " ucap Fadly mengambil ponsel di saku bajunya.


orang itu tersenyum haru dan langsung memeluk Fadly dengan erat.


"gue ada restaurant di kota r ini suratnya gue serahin restaurant itu sama loe, " ucapnya seraya menyerahkan sertifikat.


Nih kak punya kak Susi similikity.


judulnya Isteri Kecil Dosen Muda.



Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya dan ternyata pria yang akan di jodohkan dengan dia, tak lain adalah Dosen nya sendiri yang sikapnya teramat dingin. Namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan tentang rahasia jati dirinya yang sebenarnya.


Bagaimanakah sikap mereka di kampus?


Akankah mereka saling mencintai?

__ADS_1


Apa sang Dosen akan menerima jika dia mengetahui tentang jati diri gadis itu yang sebenarnya?


BERSAMBUNG.......


__ADS_2