
Fadly memukul Samuel dengan membabi buta, membuat Ika menjerit histeris dan langsung memeluk sang suami.
"stop Yah, jangan di teruskan " ucap Ika seraya memeluk erat suaminya.
"dia udah berani kurang ajar, dengan kamu sayang, " ucapFadly masih dengan emosinya.
"Yah, dengerin bunda, bunda nggak mau kalau Ayah masuk penjara karena ini, " ucap Ika mengetatkan pelukanya.
membuat Fadly sekerika melunak dan membalas pelukan sang istri.
tak lama, security hotel datang, dan langsung mengamankan Samuel yang masih tersungkur di lantai.
sementara semua orang, menatap Fadly dengan tatapan kagumnya.
Samuel di bawa keluar dari hotrl dengan diiringi tatapan tak lercaya dari semua orang. mengapa Cinta visa membuat irang semakin nekat dan gila,? entahlah, hanya durinya dan tuhan yang tahu.
"loe bener bener gila!! gue ngggak nyangka loe bisa ngelakuin ini oada orang lain. " ucap Ifan oenuh amarah.
sementara Samuel, laki laki itu, hanya menatap datar orang di sekelilingnya. memang mungkin, Wamuel sudah menjadi orang gila. karena perasaan cintanya pada Ika yang tak terbalas.
memang benar, seorang laki laki itu, kehormatannya, terletak oada sang istri. maka jika sang istri mendapatkan perlakuan tak mengenakan, maka sang suami yang harus membelanya.
mereka keluar dari kamae hotel tersebut dengan Ika yang di gandeng dengan mesra oleh sang suami. menghampiri sepasang mempelai pengantin yang madih terlihat terkejut di tempatnya.
"Ika, loe nggak Papa kan,? " tanya Afifah memeriksa kondisi badan sahabatnya itu.
Ika menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis di depan sahabatnya itu.
"Ka, loe beneran nggak papa,? " tanya Indah dan Dyah yang baru saja datang bersama pasangannya masing masing.
Ika menoleh ke sumber suara dan tersenyum manis pada kedua sahabatnya itu.
"kalian tenang saja, guw nggak papa kok, " ucap Ika tersenyum tipis.
mereka semua, menganggukan kepala dan kembali fokus pada acara yang sedang berlangsung.
setengah sepuluh, Ika dan Fadly pamit kepada Adit dan Afifah, sebagai tuan dsn nyonya yang menyelenggarakan acara itu.
"kalian nggak mau menginap gitu,? " tanya Afifah oada sahabatnya itu.
Ika dan Fadly menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.
__ADS_1
"ksmi harus pulang, karena besok, suamiku harus berangkat pagi sekali, " ucap Ija berkilah.
Afifah dan sang suami, hanya bisa mengangguk dan mengantarkan mereka sampai kepintu depan.
Ika dan Fadly masuk kedalam mobil dengan Baby Nisa berada di gendongan sang Ayah. dan menjalankan mobilnya, meninggalkan area hotel.
dan di sepanjang perjalanan, Ika hanya terdiam dan sesekali menyeka air matanya yang jatuh tanoq permisi di wajah cantiknya.
Fadly menileh sesaat, untuk melihat keadaan sang istri. dan hatinya, merasa sakit saat sang istri meneteskan air mata kesedihan.
Fadly hanya bisa terdiam dan membiarkan sang istri mengeluarkan semua isi hatinya agar bisa lebih tenang.
setelah kurang lebih, satu setengah jam, Ika danFadly sampai di depan rumahnya. dan Ika segera turun, saat mobil sudah berhenti di halaman rumah.
Ika masuk tanpa memperdulikan apapun di sekitarnya. bahkan, bi Sumi yang menyapanya, pun tak di hiraukan oleh wanita cantik itu.
pandangannya terlihat kosong dan memancarkan luka di dalam hatinya.
"tuan, itu nyonya kenapa,? " tanya bi Sumi yang melihat Fadly masuk ke dalam rumah, dengan menggendong baby Nisa.
"mungkin kecapean," ucap Fadly tersenyum tipis. membuat Bi Sumi menganggukkan kepala kemudian, berlalu pergi.
Ceklek.
Fadly melangkahkan kakinya, menuju pintu kamar mandi untuk mengecek keadaan sang istri.
"sayang, kamu di dakam kamar kan,? " tanya Fadly seraya mebgetuk pintu.
tak mendapatkan jawaban, membuat Fadly semakin gelisah di buatnya. dengan tergesa gesa, Fafly mengetuk pintunya berkali kali.
sementara itu, di dalam kamar mandi, Ika menjerit histeris dan swsekalu menjambak rambutnya.
"aku kotor, aku kotor, hiks hiks," ucap Ika seraya sesekali mencakar wajahnya sendiri.
jujur saja, Ika merasa Shok karena di tarik dan di lecehkan oleh gurunya sendiri. dan tiba tiba,
Brak
suara pintu, di dobrak dengan keras dari luar dan terbuka lebar.
"Bunda,!! " teriak Fadly seraya berlari menghampiri sang istri yang mencoba menyakiti dirinya sendiri.
__ADS_1
"jangan mendekat!! aku kotor! " teriak Ika pada sang suami. yang mencoba mendekati darinya.
"Bun, tenangkan dirimu sayang," ucap Fadly dan tetap berjalan mendekati sang istri.
dan langsung memeluknya, saat mereka sudah tak ada jarak..
"Yah, apa aku kotor,? " tanya Ika tiba tiba serays mendongak dan menatap sang suami.
"kamu ngomong apa sih ,?" tanya Fadly tak mengerti.
"aku tadi di sentuh sana dia Yah, aku merasa kotor sekarang, " ucap Ika sesenggukan di dekapan sang suami.
"tenang sayang, kamu nggak kotor," ucap Fadly menenangkan sang istri.
"untung saja kamu datang tepat waktu, hiks hiks hiks kakau tidak, aku nggak tsu apa yang akan terjadi selanjutnya, " ucap Ija masih dakam tangisnya.
"sudah sayang, jangan di Fikirkan, Ayah akan lastikan dia menerima pembalasan yang setimpal nanti, " ucao Fadly seraya mengetatkan pelukan pada istrinya.
Ika mengangguk dan dengan segera, Fadly menggendong sang istri dan membaringkan tubuhnya di ranjang empuknya dan mengfanti baju istrinya.
Ika hanya menurut dan patuh saat sang suami menyuruhnya, untuk menyisir rambutnya. karena rambut wanita itu, tadi berantakan akibat di jambak oleh dirinya sendiri.
"sudah ya, sekarang kamu istirahat ini sudah malam, " ucap Fadly lembut dan membantu sabg istri untuk naik ke atas ranjang.
Fadly juga ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluk tubuh wanita yang sangat ia cintai itu.
sementara itu, Baby Nisa sengaja di taruh di box bayi karena Fadly ingin menenangkan wanita cantik itu.
"Ayah, maafkan Bunda ya, " ucap Ika saat sudah memeluk suaminya.
BERSAMBUNG....
NOTE :jangan lupa, mampir ke novel temen aku yuk
Judul : Halaman Terakhir Kisah Shabira
Napen : Smiling27
Setelah menyelesaikan halaman terakhir novelnya, Livia langsung mendapatkan banyak sekali hujatan dari para pembacanya. Hujatan itu mengakibatkan dirinya terseret masuk ke dalam dunia novelnya sendiri. Beberapa waktu kemudian, Livia tersadar kini sudah masuk ke dalam raga Shabira Lawrence, tokoh utama yang telah ia buat menderita selama hidupnya.
__ADS_1
Tantangan demi tantangan akan Livia hadapi kedepannya, jika tetap ingin melanjutkan kehidupan Shabira yang seharusnya mati di akhir ceritanya. Livia tahu betul bahwa semua orang selalu tidak berpihak pada Shabira, bahkan anggota keluarganya sendiri. Akankah Livia tetap melanjutkan hidupnya sebagai Shabira? Atau ia akan tetap mengakhiri halaman terakhir kisah Shabira dengan cara bunuh diri, sesuai alur cerita yang sudah ia tulis?
Ayo ikuti kisahnya!