Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 78


__ADS_3

Diana bangkit dari sana dan langsung memeluk tubuh Fadly dengan erat dan menangis di pelukan laki laki itu.


membuat Fadly tertegun sesaat, karena sikap agresif wanita yang ada di depannya itu.


dan tanpa Fadly sadari, adegan itu, trlah di rekam oleh seseorang secara diam-diam dan langsung bergegas keluar meninggalkan area persembunyian.


Diana tersebyum penuh kemenangan. " sebentar lagi, kamu pasti akan menjadi milikku, sayang, " ucapnya dalam hati.


Fadly yang sudah tersadar dari lamunanya, swgera mendorong kasar tubuh wanita yang asa di depannya itu.


"loe jangan pernah macem macem sama gue," ucapnya memasang wajah yang sangat menakutkan. hingga membuat Diana terlihat ketakutan dan memundurkan sedikit tubunya dari hadapan Fadly.


"oke, tapi loe harus lihat ini, " ucap Diana seraya menyerahkan ponsel miliknya pada Fadly.


dan dengan cepat, Fadly menerimanya dan segara memutar Video..


wajahnya seketika merah padam karena menahan amarah tangannya mengepal kuat sehingga membuat ponsel Diana yang ia pegang, tampak seperti retak. karena saking kuatnya genggaman itu.


Diana tersenyum tipis melihat reaksi Fadly dan merasa bahagia, karena sebentar lagi, apa yang dirinya inginkan, akan menjadi kenyataan.


dengan perlahan, wanita itu mendekat pada Fadly dan hendak menyentuhnya. tapi, dengan cepat Fadly menghindarinya.


"loe pasti sekarang membencinya kan,? " tanya Diana seraya masih memajukan dirinya.


Diana sangat tau bagaimana sifat Fadly laki laki itu, memang tak menyekai kebohongan apalagi, kebohongan dari pasangannya.


sudah pasti dan sudah jelas, Fadly akan sangat murka pada istrinya nanti.


Fadly tak menjawab pertanyaan yang di ucapkan oleh Diana. ia memilih pergi dari sana dan meninggalkan Duana yang sedang kegirangan di belakang sana.


"yeah berhasil!! khahaha, " ucapnya seraya tertawa terbahak bahak. "sebentar lagi, kamu akan menjadi milikku, " ucspnya diakhiri dengan duduk di tempat yang memang sudah di siapkan.


sementara itu, Fadly keluar dari dalam restaurant dengan wajah yang tak bisa lagi di gambarkan. membuat siapa saja, yang melihatnya, memilih menjauh.


Fadly segera mengendarai motornya, dengan kecepatan tiggi. dan hampir saja membahayakan pengguna jalan yang lain.


membuat para pengguna jalan itu, meneriaki dan mengumpati Fadly dengan kesal.


"eoy kalau mau mati, jangan ngajak orang dong, " seru salah satu pengendara.


"tau tuh kalau mabuk mah di rumah aja, jangan nyusahin orang, " timpal yang lain.

__ADS_1


dan masih banyak lagi yang memaki Fadly dengan kata kata kasar.


namun, Fadly tak menginda&kan ucapan mereka. hatinya terlalu sakit karena kebohongan yang di lakukan oleh istrinya.


hingga menulikan pendengaran dqn mungkin akan membutakan mata hatinya. sungguh dirinya tak mempedulikan itu semua.


mungkin saja, malam ini, Fadly akan lepas kendali. namun sungguh sifatnya ini, tak pernah di ketahui oleh banyak orang.


hanya orang orang yang pernah mengganggunya saja, yang pernah merasakan keganasan Dari seorang Fadly Antonio.


sementara itu, di rumah Ika yang selesai menidurkan baby Nisa, segera mengambil ponselnya, karena Fadly sudah jan setengah delapan, tapi belum juga pulang.


membuat wanita itu, khawatir dan dirinya segera meraih ponsel yang berada di samping kasur untuk segera menghubungi sang suami.


Deg


jantungnya serasa mau keluar dari tempatnya, saat dirinya mendapatkan foto dari nomor yang takdia kenal.


"apa maksudnya,? " tanya Ika lirih. Dadanya memanas melihat apa yang ada di dalam ponselnya.


setela menempuh perjalanan sekitar lima menit, Fadly akhirnya sampai di rumahnya.


dan dengan segera, laki laki itu, masuk ke dalam rumahnya..


"malam Tuan, " ucap Bi Sumi ramah seraya tersenyun hormat.


membuat Fadly menoleh sekilas kearah wanita paruh baya itu dan menganggukkan kepala. kemudian, berlalu dari sana.


menaiki anak tangga menuju kamarnya dan di depan pintu, Fadly melihat sang istri, sedang berdiri di saba dengan senyuman tipis di wajahnya.


walaupun, hatinya sakit, tapi Ika mencoba untuk tetap tersenyum. dirinya bukam tipe wanita yang langsung mengutamakan emosinya dari pada akal sehatnya.


"Ayah sudah pulang, " ucap Ika seraya meraih tangan sang Suami dan mencium punggung tangannya.


taoi, dengan cepat, Fadly menarik tangannya dan tanpa basa basi, segera menyeret istrinya itu.


membuat Ika seketika terkejut dan meronta sekoat tenaga. ia merasa bingung oada suaminya itu. seharusnya dirinya yang marah dan kecewa karena mendapati sang suami berpelukan dengan wanita licik mau.


"Ayah, ada apa,? kenapa Ayah memperlakukan Bunda seperti ini,? Lepas!! " ucap Ika seraya berusaha melepaskan diri dari suaminya itu.


tanpa basa basi, Fadly melemparkan tubuh istrinya itu, dengan kasar dii atas kasur. beruntungnya, Ika meletakkan baby Nisa di box bayi.

__ADS_1


kalau tidak, dirinya tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya pada bayi mungil itu.


Dan menindih tubuh istrinya dan ******* bibir istrinya dengan kasar, hingga membuat bibir itu berdarah.


"Ayah kenapa,? " tanya Ika gementar karena merasakan ketakutan.


"kamu yang kenapa,? kenapa kamu membohongi aku, kamu tahu kan, aku paling nggak suka dengan orang yang berdusta, apalagi, kamu adalah istri aku sendiri, " ucap Fadly dengan mata memerah karena menahan amarahnya.


"apa maksud kamu,? " tanya Ika yang masih tidak mengerti dengan ucapan suaminya itu.


Fadly tak langsung menjawab pertanyaan istrinya itu dirinya membenamkan wajahnya di dada sang istri dan menggigitnya keras.


membuat Ika menjerit kesakitan karena memang itu sangat sakit rasanya.


"akhh ampun sakit Yah, hiks hiks, " ucap Ika sesenggukan.


tangisan Ika membuat Fadly sedikit bergetar hatinya karena merasa kasihan.


tapi dengan cepat, Fadly menggelengkan kepala dan melanjutkan aksinya untuk memberikan efek jera pada istrinya itu.


Fadly kembali mengecup dan menggigit dada dan leher istrinya membuat Ika kembali menjerit karena kesakitan.


"akh ampun sakit, "ucapnya kembali menjerit karena kesakitan.


membuat Fadly seakan tak mendengarkan ucapan istrinya itu..


dia kembali melakukannya lagi dan lagi. bahkan, Fadly melakukan penyatuan, tanpa adanya pelemaasan sama sekali


membuat Ika srmakin menjerit kesakitan dan tampak, bekas jahitan lahiranya seperti robek. dan ada darah di seprei mereka.


Fadly yang melihat itu, segera melepaskan Ika dan segera berlari ke kamar mandi untuk mendinginkan kepala dan hatinya.


ia merasa sangat bersalah, saat mendengarkan tangisan dan jeritan istrinya itu.


"Bodoh!! kenapa kamu bodoh sekali!! " ucap Fadly seraya menjambak rambutnya kasar.


setelah sekian lama. Fadly keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya yang sudah terlelap dengan menggunakan slimut untuk menutupi tubuh Ika yang polos tanpa benang.


dan Fadly menghampiri istrinya itu. Fadly masih bisa mendengar suara isakan dari bibinya.


sesungguhnya, hatinya sangat hancur mendengar rintihan istrinya itu.

__ADS_1


iapun tak henti hentinya, memaki dirinya sendiri atas kejadian itu.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2