
" oh, kalau itu mungkin IUDnya geser sehingga membuat ibu bisa hamil kembali," ucapDokter itu seraya tersenyum tipis.
"mari kita USG kembali, biar kita tau, di mana posisinya dan memudahkan untuk mengambilnya." lanjut sang Dokter seraya mengarahkan alat USG ke perut Ika.
"ini bisa di ambil sekarang," ucap Dokter .
Ika merasakan perasan campur aduk ada rasa senang, serta sedih
senang, karena Ika bisa hamil kembali dan mewujudkan impian suaminya. dan merasa sedih, karena Ika masih belum sepenuhnya rela untuk memiliki momongan kembali.
akhirnya, Dokter selesai mencopot alat kontrasepsi tersebut dan menyuruh sang perawat untuk segera membuangnya.
setelah selesai memeriksakan kehamilanya, Ika dan Fadly memutuskan untuk segera pulang kerumah.
Ika dan Fadly, tak henti hentinya tersenyum dan sesekali mengelus baby Nisa yang berada di stroler bayi.
mereka menuju keparkiran dan segera memasuki mobil mereka. dan Fadly segera mengendarainya dan mennggalkan area rumah sakit.
di sepanjang jalan, mereka hanya terdiam merenungi sesuatu yang hanya mereka berdua yang tau.
"Yah, berhenti dulu," ucap Ika saat matanya melihat ada tukang bakso.
membuat Fadly sekelika menghentikan laju mobilnya.
"ada apa Bum,?" tanya Fadly.
"itu, mau makan cimol Yah, " jawabnya seraya menunjuk tukang Cimol.
Fadly segera melepas sabuk pengamanya dan segera membuka mobil untuk memenuhi keinginan sang istri.
__ADS_1
"tunggu di sini saja, nggak usah ikut keluar," ucap Fadly menoleh pada sang istri.
Ika hanya menganggukan kepala dan memilih untuk menunggu sang suami.
setelah lima belas menit, Fadly datang dengan membawa makanan yang di minta sang istri.
"nih, " ucapnya seraya menyerahkan bungkusan plastik kepada sang istri.
"wah, makasih ayah ," ucap Ika seraya menerima pesananya, dengan mata berbinar.
Fadly yang melihatnya, hanya bisa menggelengkan kepala karena tingkah istrinya itu.
lima belas menit kemudian, mereka sampai di rumah dan langsung segera masuk kedalam kamar.
untuk sekedar info saja, Fadly memang sudah sembuh dan sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter.
sesampainya di kamar, mereka berdua segera membersihkan diri karena memang, waktu sudah menunjukan pukul satu siang.
Ika keluar dari kamar mandi, dengan aedikit menggerutu dan menghentak hentakan kakinya. bahkan, Ika menyodorkan baju ganti sang suami, dengan kasar.
"apa begitu, cara seorang istri yang mempunyai cukup ilmu melayani suaminya,?" tanya Fadly seraya memasang wajah serius.
ia merasa istrinya tak iklas melayaninya dan itu sedikit membuat hati Fadly menjerit. karena perubahan sikap istrinya itu.
bukanya menanggapi, Ika malah melangkahkan kakinya, menuju lemari dan mengambil mukenanya. dan segera memakainya.
setelah selesai mengenakan mukena, Ika menggelar sajadahnya di belakang sang suami. dan menunggu, hingga laki laki itu siap.
setelah siap mengenakan baju koko dan sarung, Fadly swgera memimpin sholat. mereka sholat dengan khusuk dan kesunyian.
__ADS_1
karena memang, baby Nisa sudah terlelap sejak dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.
Ika segera membereskan peralatan Sholatnya, setelah sang suami, menyelesaikan doanya.
namun, langkahnya terhenti saat sang suami, menarik tanganya. hingga membuat Ika jatuh kedalam pelukan laki laki itu.
"mau kemana,?" tanya Fadly dengan tatapan mata penuh gairah. membuat Ika sedikit ketakutan. bayangan atas apa yang terjadi malam itu ?, membuat dirinya semakin takut saja.
"lepas Yah," ucap Ika lirih. dengan memasang wajah memelas dan sedikit pucat.
membuat Fadly yang melihat raeksi sang istri, mendadak langsung cemas dan buru buru melepasnya.
Ika yang merasa tak di kunci oleh suaminya, langsung berlari kearah pintu dan membukanya. ia berlari kearah luar kamarnya, untuk menuju dapur.
sementara itu, Fadly yang melihat tingkah istrinya, hanya bisa menghela nafas." apa sebegitu menakutkanya diruku,?" tanyanya lirih seraya nengganti pakaianya dengan pakaian santai dan duduk ditepi ranjang..
Fadly mendekati sang putri, dan mengelus rambut keritingnya. dirinya terkekeh karena melihat posisi anaknya yang terlelap debgan mulut terbuka.
"kamu lucu banget sih sayang, " ucapnya seraya mengecup pipi gembul bayi itu. "doain ayah ya sayang, supaya bisa meluluhkan hati bundamu kembali," lanjutnya seraya menggenggam tangan mungil itu.
sementara itu, Ika yang sedang berada di dapur, segera membuatkan teh hangat untuk dirinya sendiri.
"nyonya, sedang apa di sini,?" tanya bi Sumi. nembuat Ika langsung menoleh dan mengurut dadanya, karena terkejut.
"astaghfirullah bi, ngagetin aja," ucapnya. membuat bi Sumi hanya tersenyum kecil melihat majikanya.
"maaf nya, kalau butuh sesuatu, Nyonya bilang saja sama bibi, biar bibi buatin," ucao bi Sumi
"enggak usah bi, lagian ini teh dari Dokter hrhe, jadi harus saya yang membuatnya sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG....