
setelah semua orang pergi meninggalkan rumahnya, Ika kembali menatap langit yang amat cantik.
Fadly menghampiri sang isteri dan merangkul bahu wanita itu.
"gak usah sedih sayang jangan di fikirkan ya aku gak mau kamu banyak pirikiran" ucap Fadly mendaratkan kecupan demi kecupan di wajah sang isteri.
"masuk yuk udah malam gak baik angin malam" ucap Fadly menggandeng sang isteri masuk ke dalam rumah.
"nanti hari minggu kita cek ke dokter ya " ucap Fadly yang kini mereka sudah berada di dalam kamar pribadinya.
"iya Yah aku juga sudah tidak sabar ingin melihat anak kita kira-kira wajahnya mirip siapa ya? " tanya Ika.
"mirip siapa saja yang terpenting sehat sayang" ucap Fadly mengelus perut buncit sang isteri.
"aamiin" ucap Ika yang langsung berbaring di ranjang.
"bun! " ucap Fadly yang terdengar seperti merengek membuat Ika gemas sendiri.
"hmm kenapa? " tanya Ika yang memutar tubuhnya menghadap sang suami.
Fadly tak menjawab, melainkan ia memasang wajah memelas
dan Ikapun mengetahui kode yang di berikan sang suami. dan langsung mengangguk seraya tersenyum.
membuat Fadly girang dan langsung melancarkan aksinya. dan akhirnya nereka tertidur setelah menuangkan rasa satu sama lain dalam kenangan manis.
sementara itu di belahan bumi yang lain, tampak sepasang suami isteri paruh baya tengah bersitegang di ruang tamu. bahkan suara keributan itu sampai terdengar di rumah tetangga.
untung saja tetangganya adalah saudara mereka sendiri jadi tidak banyak mengganggu orang.
"mama benar-benar keterlaluan! " ucap Pria yang tengah berdiri.
"sudah lah pah mamah capek mau istirahat'ucap sang wanita yang hendak berdiri.
namun langkahnya terhrnti saat sang suami mengrluarkan kalimatnya kembali.
"sampai kapan kamu akan memusuhi anak kita? " tanya Pria itu.
"sudah aku katakan aku tidak akan merestui mereka sampai kapan pun" ucap sang wanita.
ya mereka adalah Papa Yasinu dan Mama Erika yang sedang bertengkar hebat sepulang dari acara tujuh bulanan sang putri.
ia merasa sangat kesal pada sang isteri yang dengan teganya mrnolak mentah-mentah ajakan sang suami yang mengajaknya menghadiri pengajian tujuh bulanqn sang putri.
"sampai kapan kau akan seperti ini" tanya Papa Yasinu "sampai kapan kau memusuhi putri kita? bahkan kini kau tak sudi menatap putrimu sendiri" sambung Papa Yasinu seraya mengusapkan telapak tanganya secara kasar kearah wajahnya.
__ADS_1
"sampai mereka berpisah" ucap Mama Erika "karena aku tidak mau punya menantu orang nakal" ucap Mama Erika seraya hendak pergi.
"kau!! " ucap Papa Yasinu mulai tersulut emosinya.
tak lama, kedua saudaranya berjalan tergopoh-gopoh karena mrndengar ada suara ribut-ribut
"apa yang terjadi? " tanya bibi Tiara seraya mendekat kearah Mama Erika.
"kenapa kalian bertengkar seperti ini sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Bibi Niara ikut bertanya.
Papa Yasinu menghela nafas sebelum berucap" tidak ada apa-apa kami hanya ribut masalah kecil" ucap Papa Yasinu.
"ya sudah lebih baik kalian istirahat ini dudah tengah malam kalian masih saja bertengkar" ucap Bibi Tiara seraya berlalu pergi disusul oleh Bibi Niara yang meninggalkan rumah Papa Yasinu.
setelah rumah kembali tenang, mereka berdua memasuki kamar dan tertidur tanpa bersuara sedikitpun.
keesokan paginya......
Ika bangun pagi dan langsing membangunkan sang suami untuk sholat. setelah sholat, Fadly kembali berbaring sementara Ika pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan.
"eh bi mau di bawa kemana itu makanan? " tanya Ika saat melihat Bi Sumi mengankat beberapa piring dan menaruhnya diatas nampan.
"eh nyonya ini saya mau buang makanan ini" ucap bi Sumi hendak berlalu pergi.
"eh jangan bi mubazir. lagian ini tidak basi cukup untuk sarapan" ucap Ika kembali meletakan pring-piring itu diatas meja.
biasanya majikanya yang sebelum sebelumnya mana pernah mau. jangankan makanan semalam, makanan pagi saja mereka minta yang baru untuk makan siang.
"bi kok malah bengong? " tanya Ika seraya menepuk pundak wanita paruh baya itu.
"eh iya nyonya saya panasin dulu" ucap bi Sumi segera berlalu untuk memanaskan makanan.
sementara Ika kembali kekamar dan mendapati sang suami sedang bersiap pergi kekantor.
"ayo mas sarapan" ucap Ika menghampiri sang suami yang sudah berdiri di depan cermin besar.
Fadly tersenyum dan langsung mencium dqn mengelus perut isterinya
"ayo " ucap Fadly merengkuh pinggang ramping isterinya.
"hari ini kita makan rendang ya Yah " ucap Ika sembari duduk di kursi makan
"hmm iya gak papa lagiwn mubadzir juga kalau di buang selagi masih layak kenapa tdak" ucap Fadly seraya menyendokan makan kedalam mulut.
Ika hanya menyunggingkan senyuman manis seraya jembali fokus menikmati makananya.
__ADS_1
bi Sumi tersebyum tipis melihat kesederhanaan majikanya.
"beru kali ini aku melihat orang kaya tapi sederhana gak sombong" ucap bi Sumi bergumam lalu melanjutkan aktifitasnya.
setelah selesai makan, pasangan suami isteri itu berjalan menuju teras rumahnya.
"hati-hati ya Yah" ucap Ika seraya meraih tangan sang suami dan menciumnya.
"iya sayang kamu hari ini mau kemana? " tanya Fadly pada sang isteri.
"emm gak kemana-mana sih yah paling mau buka kado dari temen-temen" ucap Ika.
"ya sudah ingat jangan terlalu di paksakan jika sudah lelah " ucap Fadly memperingati sang isteri yang terkadang lupa waktu.
"iya sayang sana berangkat hati-hati" ucap Ika dan di balas anggukan oleh Fadly
setrlah itu, mengenakan helm dan mengendarai motornya untik berangkat ke kantor.
tiga puluh menit, Fadly sampai di kantor dan memarkirkan motornya diarea parkir khusus motor.
setelah mengunci motornya, Fadly turun dari motor dan berjalan memasuki loby perusahaan.
"wah baru datang bro?" tanya Doni saat mereka berpapasan di koridor kantor.
"hmm " jawab Fadly malas.
"cih kumat nih orang" ucap Riko mendecih sebal lalu berjalan mrnuju keruangan masing-masing.
Fadly mrnfudukan dirinya di kursi dan mulai menyalakan komputer di depanya.
dan mulai melakukan tugasnya sebagai karyawan perusahaan.
sementara itu, Ika kini tengah sibuk membuka kado dari teman-temanya.
terlihat banyak sekali kado dan juga baju bayi Ika dengan antusias membuka kafo satu persatu.
"bi Sumi ini tolong taruh box bayi dan perlenkapan tiduk di kamar itu ya " ucap Ika srraya menunjuk kearah pintu bertuliskan baby room.
"baik nyonya" ucap bi Sumi yang hendak berlalu pergi tapi di tahan oleh Ika.
"sama bajunya ini di cuci lalu masukin lrmari pakaian bayi" ucap Ika menyerahkan paperbag bada Bi Sumi.
"baik nyonya permisi" ucap Bi Sumi berlalu pergi meniggalkan ruang krluarga.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA