
membuat bi Sumi yang mendengarkan merasa heran dan juga khawatir. karena majikanya itu, terlihat baik saja.
"nyonya sakit apa,?" tanya bi Sumi khawatir.
Ika menggelengkan kepala dan tersenyum tipis melihat kekhawatiran asisten rumah tangganya itu.
"nggak bi, saya nggak papa," ucapnya seraya membawa secangkir teh itu, kemeja makan. dan Ika terduduk di sana.
ingatanya melayang beberapa bulan yang lalu saat dirinya mendatangi psekiater dan menceritakan swmua keluh kesahnya.
Dokter memberikan resep berupa serbuk teh dan juga biskuit khusus, untuk menenangkan hati dan perasaan pasien.
dan terbukti, setrlah beberapa kali meminumnya, perasaan dan hatinya menjadi nyaman.
lama Ika melamun, hingga drinya tak mrnyadari jika sang suami sudah berdiri di belakangnya.
Fadly melirik bungkus teh yang terletak di samping set kicen. tanganya terulur dan mengambil bungkus teh itu.
lalu memotretnya dan segera mencarinya di pencarianmbah google.
Fadly sangat ter kejut saat mendapati kenyataan, bahwa teh tersebut adalah obat depresi. membuat dirinya semakin merasa bersalah atas kejadian yang mereka alami dulu.
setelah selesai, Fadly segera bergegas kekamarnya dan segera berbaring ke ranjangnya.
pantas saja, istrinya memberontak saat dirinya sentuh. ternyata sebegitu parahnya trauma yang Ika alami.
setelah itu, Fadly terlelap seraya memeluk tubuh sang anak..Ika masuk kedalam kamar dan mendapati pemandangan yang sangat indah menurutnya.
Ika berjalan menuju balkon kamarnya seraya merentangkan tanganya. menghirup udara dari luar kamarnya.
memejamkan matanya menenangkan fikiran yang belum sepenuhnya membaik itu.
tiba tiba Ika terperanjat kaget, saat dirinya merasakan tangan kekar melingkar di perunya. dan mengelus dengan lembut.
__ADS_1
"maaf," ucapnya beebisik seraya mengecup leher istrinya.
Ika membalikan badan dan mendapati sang suami sudah berdiri di depanya dengan mata memerah menahan tangis.
Ika mendadak bingung karena sang suami menabgis seperti ini.
"kenapa menangis,?" tanya Ika seraya menghapus air mata laki laki itu.
tanpa membalasnya, Fadly langsung memeluk istrinya itu dengan erat. serta sesekali mengecup puncak kepala istrinya itu.
Ika terdiam membiarkan suaminya mengecup kepalanya. ia memilih untuk mwmwjamkan matanya.
"kenapa kamu nggak bilang, kalau kamu ounya depresu,?" tanya Fadly setelah membawa istrinya duduk di tepi ranjang.
Ika menegang mendapatkan pertanyaan seperti itu dari suanunya.
bagaimana bisa tau jika dirinya sempat depresi, sementara Ika tak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun bahkan kedua orang tuanya oun, ia tak pernah cerita.
"Ayah tau darimana,?" tanya Ika penasaran.
"karena aku adalah jodohmu," ucap Fadly mengecup mata istrinya.
"ish serius" ucap Ika mendegus kesal.
"iya sayang, aku serius aku memang jodoh kamu yang akan selalu tau rahasiamu, jadi jangan pernah menyembunyikan apapun dari aku," ucapnya seraya menangkup wajah sang istri.
sejujurnya, hatinya sangat mendapati kenyataan ini. dan untuk kedua kalinya, sang istri tak jujur padanya.
tapi, swbisa mungkin ua harus bersabar. Fadly taj mau jkka kejadian yang dulu pernah ada, akan kembali terulang.
Ika menundukan kepala dan sesekali menyeka air matanya.
"maaf Yah, tapi bunda masih belum siao untuk bercerita," ucap Ika.
__ADS_1
Fadly tersenyum mirid mendengar penuturan istrinya itu. lagi dan lagi, dirinya harus bersabar untuk kebaikan semuanya.
Ika memeluk erat suaminya itu dan terisak.
"menangislah jika itu membuat dirimu lega," ucapnya. membuat tangis Ika seketika pecah.
"kamu jahat yah, kamu tega, aku membencimu hiks," ucapnya seraya terisak.
dan dengan sabar, laki laki mendengar semua jata kata yang keluar dari mulut istrinya itu.
"iya aku mimta maaf atas semua perlakuanku padamu, hingga membuatmu begitu trauma sehingga, harus mengkonsumsi obat itu," ucap Fadly penuh penyesalan.
Ika tak menjawab. dirinya terus aaja menangis dan sesekali memukul suaminya itu.
...****************...
kabar kehamilan Ika sudah di ketahui oleh semua orang, dan mereka sangat bahagia mendengarnya. karena sebentar lagi, akan ada anggota baru di dalam keluarga besar mereka.
termasuk Budenya Fadly sudah memaafkan dan menerima kembali menantu keponakanya itu.
"maafkan Bude ya nduk, karena sempat membencimu dan mebyuruhmu menjauh pada Fadly," ucap Budhe Nirmala.
saat dirinya menghadiri acara empat bulanan Ika di rumah Fadly.
"enggak papa Bude, Ika ngerti kok," ucap Ika tersenyum tulus.
mereka akhirnya berbincang bincang dengan hangat layaknya sebuah keluarga. dan sesekali, manah Erika tersenyum dan mengelus calon cucunya.
mereka terlihat sangat bahagia begitu terlihat harmonis.
Ika sangat bahagia, akhirnya satu oersatu dalam hidupnya, bisa dia lewati dengan mudah.
"akhirnya, aku bisa bahagia juga," ucap Ika lirih. Fadly yang melihatnya, tersenyum dan sesekali mengecup jemari istrinya itu.
__ADS_1
"terimakasih," ucap Fadly berbisik dan sesekali mengecup pipi Ika.
BERSAMBUNG.....