
membuat Ika kembali duduk di kursi ruang tamu, " jadi gimana soal reaksi Doni,? " tanya Ika to the point.
membuat Fadly menyunggingkan senyumnya. " ish isteri ayah nggak sabaran banget sih, " ucapnya seraya mencium tangan sang isteri.
"ayah, " tegur Ika dengan ekspresi wajah menyeramkan.
"iya iya, " ucap Fadly seraya menggenggam tangan sang istri dan sesekali mengecupnya.
lihatlah pemandangan itu, bak seperti pengantin baru, padahal mereka sudah di karuniai anak satu. tapi kelakuannya, masih seperti abg labil.
"Doni syok berat, ' ucapnya. berhasil membuat Ika membulatkan matanya karena kaget.
"hah, sampai sebegitunya,? " tanya Ika masih tsk percaya.
Fadly hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu sang isteri.
Ika tersenyum manis melihat tingkah suaminya itu. sepwrti seorang anak kecil yang sedang merajuk dan bermanja dengan ibunyq.
"duh, suami aku, gemes banget sih, " ucap Ika seraya mengus kepala sang suami.
membuat Fadly mendongak, dan menatap manik indah milik isterinya itu.
"I love you, " ucap Fadly seraya mengecup bibir mungil sang istri.
"love you too, " ucapnya seraya membalas ciu**n itu. membuat mereka saling menautkan bibir satu sama lain.
hingga Ika melepaskan sedikit adegan hot itu. karena menyadari, jika mereka kini masih berada di ruang keluarga. yang sewaktu waktu, bisa saja ada Bi Sumi yang lewat.
terlebih lagi, ada baby Nisa yang sedang tengkurap di karpet berbulu dengan mainan di depannya.
memang, baby Nisa tak melihat semua itu. tapi, Ika ingin mengajarkan, adab dan sopan santun terlebih dulu, sebelum ilmu.
"ish ayah, malu tau ada yang lihat, " ucapnya seraya memukul dada bidang sang suami.
membuat Fadly menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. karena merasa bingung dengan ucapan sang isteri.
"siapa yang akan lihat sayang, di sini hanya ada kita, " ucapnya merasa bingung. "kalau Bi Sumi, kan beliau di rumah belakang, kalau yang di atas, kan tau kalau kita sudah halal, " lanjutnya masih dalam mode bingung.
"ish ayah kayak orang yang nggak sekolah aja nanya kayak gitu, " ucap Ika mendegus kesal. " ayah lupa kalau di sini qda baby Nisa,? " tanya Ika seraya menatap suaminya itu , dengan tatapan tajam.
lama Fadly menatap bingung sang istri, hingga otaknya akhirnya menangkap juga apa yang di maksud oleh isterinya itu.
__ADS_1
"ya Allah sayang, maafin Ayah ya, " ucap Fadly saat sudah mengerti arah pembicaraan wanita cantik di depannya itu.
"makanya jangan langsung nyosor aja kayak soang," ucap Ika mengomel.
dan semua omelan Istrinya itu, Fadly terima dengan lapang dada. karena memang, dirinyq yang bersalah dalam hal ini.
"iya iya bunda sayang, ayah ngaku salah maafin ayah ya, " ucapnya seraya menggenggam tangan istrinya.
Ika hanya mengangguk dan menggendong sang putri dan membawanya duduk di sofa. karena, bayi lima bulan itu, menangis.
mungkin karena ia lapar, atau bayi mungil itu, kelelahan karena tengkurap.
tak lama, setelah menyusu, baby Nisa tertidur di dekapan Ika.
"duh, gemes banget sih kalo lagi tidur kayak gini, " ucap Ika mengelus pipi gembul putrinya itu.
"iya, kayak ayah yang sering ***** ya bun,? " tanya Fadly tersenyum geli melihat wajah outri kecil nereka yang tidur dengan mulut terbuka.
"hmm iya, like father like daugther, " ucap Ika terkekeh kecil.
"duh gemes banget sih, anak ayah kalau tidur mangap, " ucap Fadly mendekatkan wajahnya ke mulut baby Nisa yang terbuka.
ya memang Fadly suka sekali menghirup bau mulut baby Nisa, katanya seperti bau aroma therapi baginya dan membuat dirinya tak merasa lelah lagi saat sudah mengirupnya.
setelah dirasa baby Nisa sudah pules, mereka berdua beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar pribadi mereka.
Ceklek
dengan suara pelan, Fadly membuka pintu jamar agar tak menganggu dan membangunkanya dari tidur indahnya.
setelah itu, Ika dengan hati hati, segera meletakan baby Nisa dikasur.
setelahnya, Ika kembali turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. karena memang. sudah waktunya sholat isya'
Ika keluar dari kamar mandi, setelah mengambil air wudu dan segera memakai mukenanya.
sementara itu, Fadly tak henti hentinya memandangi sang usteri yang tampil cantik dan berkilau karena terkena air.
"MasyaAllah, cantik banget sih isteriku ini, " ucapnya seraya mendekati isterinya.
membuat Ika tersenyum lembut dan menatap suami ya dengan tatapan teduhnya. " sana wudu, " ucap Ika dengan nada sopan
__ADS_1
membuat Fadly seoerti terhipnotis dan menurut saja dan segera masuk kedalam kamar mandi.
setelah selesai berwudhu, Fadly segera menuju lemari pakaian dan mengambil pakaian untuk sholat.
setelah selesai Sholat, Fadly langsung memeluk sang isteri dan beberapa kali mencuim keningnya.
"aku kangen banget sama kamu sayang, " ucap Fadly membenamkan bbirnya ke kening sang istri.
"ayah kenapa sih, kok hari ini, sepertinya kangen terus sama aku,? " tanya Ika nenggoda. seraya mendongak menatap manik tajam suaminya itu.
"jelaslah ayah sayang sama kamu, kan kamu memang istri ayah, " ucapnya memeluk erat wanitanya itu.
"aku bersyukur banget bisa di jodohinya sama kamu, " ucap Fadly membuat Ika menautkan alisnya karena bingung.
"bersyukur kenapa,? " tanya Ika.
"iya bersyukur aja, karena Papa ternyata menjodohkan aku dengan wanita lembut seperti kamu, karena jujur aku adalah anak dari korban broken home dan aku sempat takut menikah, " ucapnya dan mengecup bibir mungil itu kembali.
"siapa bilang aku lembut,? aku galak lho yah, " ucapnya seraya tersenyum.
"iya galak kaya singa, " ucapnya membuat Ika mencubit pinggang suaminya keras.
BERSAMBUNG...
note :mampir di karya teman aku @Yanktie Ino
yuk kak bagus loh
kesandung Cinta Anak Bau Kencur.
Steve pemuda ganteng yang telah dua kali di sakiti karena penghianatan. Dia lalu menjauh dari lawan jenis.
namun, siapa sangka dia malah tertarik pada gadis kecil adik temanya.
gadis kecil yang sulit dia dapat, karena mengira Steve beda keyakinan. sebab, sejak ibunya meninggal, memang Steve ikut Omanya
saat mereka mulai dekat, ada saja batu sandungan dari pemuja Steve.
mampukah, Steve memiliki cinta anak bau kencur itu?
__ADS_1
mampukah si kecil bertahan terhadap badai kiriman pemuja Steve,?