Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 85


__ADS_3

Ika masih saja diam. karena memang, dirinya masih takut, untuk bertemu dengan orang lain. apalagi jika dirinya harus bertemu dengan suaminya.


bayangan tentang kejadian itu, masih berputar putar di kepalanya seperti kaset rusak.


"Sayang, kenapa kamu hanya diam,? " tanya Papa Yasinu menepuk lengan putrinya itu dengan pelan. membuat Ika, tersadar dari lamunanya.


"enggak Pah, aku nggak papa, " ucap Ika tersenyum tipis pada sang Papa.


"kita pulang ya, " ucap sang Papa lembut. membuat Ika menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis.


"kenapa,? " tanya Papa Yasinu penasaran. karena ia sebenarnya tau masalahnya, tapi Papa Yasinu ingin mendengar jawaban langsung dari putrinya itu.


"ya sudah kalau kamu nggak mau pulang, papa nggak bisa memaksa. tapi kamu harus tau kalau suami kamu, sedang sakit dan sekarang, berada di rumah sakit, " ucap Papa Yasinu.


sontak saja, ucapan sang Papa itu, membuat Ika terperanjat kaget.


"maksudnya,? " tanya Ika tak mengerti.


"suamimu, sekarang sedang berada di rumah sakit, sayang, " ucap Papa Yasinu lembut.


beliau mencoba menyampaikan berita ini, dengan setenang mungkin. agar Ika tidak Shok ketika mendengarnya.


"a-apa, kok bisa, " ucap Ika terbata dadanya teraaa sesak mendengar kabar itu. walaupun ada rasa trauma, tapi dirinya tak menampik jika masih sangat mencintai suaminya itu.


"ceritanya panjang sayang, lebih baik kamu ikut papa sekarang, "ucap Papa Yasinu.


Ika langsung menganggukkan kepala kemudian berjalan ke dalam rumah, untuk mengambil tas dan juga baby Nisa.


tak lama kemudian, Ika keluar dari rumah menghampiri sang Ayah yang sudah menunggunya sedari tadi.


"eh, cucu cantiknya opah, sini sayang sama Opa, " ucap Papa Yasinu mengulurkan tangan untuk meraih sng cucu.


dan seperti mengerti, bayi kecil itu mengangkat tangannya ingin di gendong. dn dengan senang hati, Papa Yainu meraih bayi mungil itu dan mengajaknya bercanda.


pemandangan itu, membuat Ika menitihkan air mata bahagia. membuat Papa Yasinu yang tak sengaja menoleh, melihat Ika menangis.


"sayang, kamu kenapa menangis,? " tanya Papa Yasinu khawatir.


"enggak papa Pah, aku hanya terharu karena bisa bertemu dengan Papa kembali, aku pikir, dengan masalah kami, aku nggak bakal bisa ketemu kalian lagi." ucap Ika seraya menyeka air matanya.


mendengar ucapan putrinya, membuat Papa Yasinu menjadi bersedih dan swgera memeluk putri kesayangannya itu.

__ADS_1


"sudah ngga usah di fikirkan, swkarang kita harus pergi kerumah sakit. suamimu sedang berjuang antara hidup dan mati, " ucap Papa Yasinu.


membuat Ika tersadar dari semuanya dan segera mengangkat kopernya. untuk bisa segera sampai di rumah sakit.


"ayo Pah, aku mau liat mas Fadly, " ucapnya seraya melangkahkan kakinya menuju mobil sang Papa.


melihat reaksi anaknya, membuat Papa Yasinu tersenyum tipis. kemudian, ikut melangkahkan kakinya menuju mobil dan segera masuk dan melanjukanya menuju rumah sakit.


di dalam mobil, Ika tampak termenung sendu. ia mengingat perlakuan kasar suaminya dua bulan yang lalu.


membuat Papa Yasinu yang swdang mengemudikan mobil, menoleh ke arah Ika dan memandang sejenak wajah sang putri.


"jangan terlalu larut dakam kesedihan sayang, semua memang ada swbab akibatnya. dan sekarang, suamimu sedang menuai akibat dari perbuatan kasarnya beberapa bulan lalu, " ucap Papa Yasinu.


membuat Ika yang sedari tadi menundukkan kepala, menjadi mendongak dan menatap sang Papa dengan ekspresi bingungnya.


"papa tau darimana,?" tanya Ika


"papa tau dari Doni dan Riko dan papa juga tau, Fadly melakukan hal itu, karena mengetahui kebohongan yang kanu ciptakan, " ucap Papa Yasinu.


membuat Ika kembali menundukkan kepala karena merasa bersalah.


"papa tidak menyalahkan Fadly sepenuhnya, walaupun tindakan Fadly memang sudah keterlaluan, tapi Fadly melakukan hal itu, karena ia marah sudah di bohongi, " lanjutnya.


"Yasudah, jangan di fikirkan, sekarang kamu turun kita sudah sampai di rumah sakit, " ucap Papa Yasinu seraya membuka sabuk pengaman.


Ika turun dari mobil, dan segara berjalan menyusuri koridor rumah sakit.


dan dari kejauhan, Ika dapat melihat kedua sahabat suaminya, sedang duduk di ruang tunggu. dan sesekali, berdiri untuk melihat dari kaca bening ruangan itu.


hatinya mendadak gelisah menyaksikan kejadian itu. ia menyeka air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya.


dengan perlahan, Ika berjalan menghampiri kedua laki laki itu, dan berdiri tepat di sampingnya Doni yang tengah duduk.


"gimana kondisi Fadly,? " tanya Ika hati hati. membuat Doni yang sedari tadi hanya diam, menoleh ke sumber suara.


"Ika, " ucap Doni seakan tak percaya. karena Ika berada di sampingnya sekarang.


Ika yang melihat reaksi Doni, hanya bisa menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis.


"iya, ini gue kok loe kaget gitu lihat gue,? ' tanya Ika seraya tersenyum tipis.

__ADS_1


membuat Doni dan Riko, sama sama hanya bisa menganggukkan kepala. seolah mengerti.


"sekarang loe masuk kedalam, karena Fadly sudah lama menunggu loe, " ucap Riko.


membuat Ika yang memang sedang mencari penjelasan atas tumbangnya sang suami pun, menatap kedua sahabat suaminya dengan tatapan menyelidik


"kenapa bisa seperti ini,? ' tanya Ika


"jadi, setelah loe pergi dua bulan yang lalu, Fadly seperti orang gila, yang mencari keberadaan loe dan anak loe, dan bahkan Fadly twk pernah memasukkan makanan kedalam perutnya, dan sebab itulah, sakit Maghnya kambuh, " ucap Doni.


"bahkan, sesudah di rawatpun, Fadly tetap tidak mau makan, dia bilang menyesal karena sudah berbuat kasar padamu, ' ucap Riko yang kembali menjelaskan.


twk lama, Dokter yang berada di dakam ruang UGD, keluar dengan langkah tergesa gesa dan menghampiri Ika dan yang lain.


"kenapa,? " tanya Papa Yasinu sast sang Dokter sudah berada di hadapananya.


"pasien mengalami penurunan kesehatan, " ucap Dokter.


Deg


jantung Ika seakan ingin lepas dari tempatnya, saat mendengar kabar itu.


"jika kalian sudah bertemu dengan orang yang bernama Ika, segera bawa kemari, karena pasien sangat membutuhkannya, " lanjut Dokter itu.


membuat Ika segera bangkit dari duduknya dwn segera menghampiri Dokter tersebut.


"saya yang bernama Ika, " ucapnya seraya menyeka air matanya agar tidak jatuh


" baik ikut saya, " ucap Dokter itu, dan di ikuti oleh Ika yang berada di belakangnya.


Ika segera masuk dan duduk di kursi sebelah ranjang. tempat Fadly terbaring tak berdaya.


"sayang, bangun ini aku, " ucap Ika seraya berbisik tepat di telinganya.


sesekali, Ika mengecup pipi suaminya itu dengan sayang.


"bangun yuk, aku ada di sini sekarang, " ucap Ika kembali membisikkan kata kata manis di telinga Fadly.


pemandangan itu, membuat Riko dan Doni semakin yakin jika Fadly memilih pendamping hidup yang tepat.


mereka memang sama bucin.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2