
sesuai janjinya, hari ini adalah hari minggu. hari dimana semua orang menikmati waktu senggangnya dengan berkumpul dengan keluargwnya.
begitupun dengan Fadly dan Ika yang masih bermalas-malasan di tempat tidur.
karena setelah menunaikan sholat subuh, mereka berdua kembali ketempat tidur karena masih malas untuk sekedar keluar kamar.
"yah kita ke mall yuk kan ayah udah janji sama bunda mau ngajakin bunda ke mall" ucap Ika seraya menyandarkan kepalanya kedada bidang sang suami.
"hmm nanti setelah sarapan ya" ucap Fadly mengelus rambut isterinya.
"aku maunya sekarang ayah" ucap Ika merajuk membuat Fadly tertawa geli melihat sang isteri.
"nanti sayang lagian kan mallnya belum buka ucap Fadly mencubit pipi sang isteri dengan gemas.
" oh iya lupa hehe" ucap Ika seraya nyengir kuda.
"kok tumben pengn banget ke mall emang mau cari apa sih " ucap Fadly menangkup pipi sang isteri.
"mau belanja keerluan bwby sayang. kan sekarang usia kandungan aku udah masuk tujuh bulan jadi gak papa kalau mau beli baju bayi" ucap Ika tersenyum.
"memang bunda udah tau jenis kelamin anak kita? " tanya Fadly.
"belum sih yah tapi bunda yakin pasti cewek anak kita" ucap Ika.
"kamu ini kayak cenayang aja" ucap Fadly mengacak-acak rambut sang isteri dengan gemas.
"yaudah aku mandi dulu ya yah" ucap Ika beranjak pergi ke kamar mandi. namun gerakanya di tahan oleh sang suami.
"nanti aja sayang lagian ini masih jam enam dan bukanya itu jam delapan" ucap Fadly.
Ika hanya mendesah pelan dan mengerucutkan bibirnya membuat Fadly merasa sangat gemas.
ternyata sosok isterinya adalah wanita yang ceria dan juga sangat menggemaskan. dan membuat orang-orang yang mereka temui mengira jika Ika dan Fadly itu adik kakak.
karena di samping tubuh Ika yang terbilang minimalis itu juga di dukung oleh wajah yang babyface membuat orang-orang salah sangka.
setelah puas bermesra-mesraan, mereka berdua mqndi dan segera turun kebawah untuk sarapan karena ini sudah menunjukan pukul tujuh pagi.
"wah baunya nenggugah selera sekali bi " ucap Ika yang langsung duduk di tempatnya.
"eh nyonya iya nih bibi masak ayam geprek sambel ijo" ucap Bi Sumi menunjuk kearah meja makan.
"wih yumy" ucap Ika seraya mengambil nasi dan sambal ijo.
__ADS_1
"awas sayang jangan banyak-banyak nanti sakit perut " ucap Fadly yang merasa ngeri karena sang isteri menambahkan banyak sambal.
"iya ayah sayang lagian ini gak pedes kok" ucap Ika yang langsung menyuapkan makanan langsung menggenukan tangan.
"kenapa tidak pakai sendok? " tanya Fadly karena dari awal menikah, Fadly belum pernah menggunakan sendok dan garpu dan memilih menggunakan tangan.
"ya enakan pakai tangan sih yah daripada pakai sendok dan garpu" ucap Ika menyuapkan kembali makananya.
Fadly hanya teseyum sembari melanjutkan makanya. dan setelah selesai makan, mereka berdua menuju kekamar untuk bersiap-siap karena Ika sudah merengek meminta berangkat seperti anak kecil.
setelah siap, Ika dan Fadly menuju depan rumah dan tampaklah di sana mobil sport warna merah yang bertengger di depan rumah.
"yah ini mobil siapa? " tanya Ika.
"hehehe ini mobil aku sayang lebih tepatnya mobil kita" ucap Fadly tersenyum.
"wah bagus sekali Yah " ucap Ika masih terpana melihat mobil itu.
"apapun akan aku lakukan demi kamu sayang " ucap Fadly menggenggam tangan sang isteri.
"terimakasih, terimakasih karena ayah masih mau menerima aku walaupun sekarang mamah menentang hubungan kita dan berniat untuk memisahkan kita" ucap Ika seraya berkaca kaca.
"sttt jangan nangis aku gak mau kamu nangis ok" ucap Fadly mengusap airmata isterinya.
Ika hanya mengangguk dan tersenyum. lalu mereka berdua masuk kedalam mobil dan melajukanya menuju pusat perbelanjaan.
dan tak terasa, mereka kini sudah sampai di parkiran mall.
setelah memarkirkan mobil, mereka berdua turun dan melangkah memasuki mall.
sepanjang jalan, Ika dan Fadly menjadi pusat perhatian karena mereka terlihat serasi.
"wah serasi sekali" ucap salah satu pengunjung mall pada temanya.
"iya serasi tapi malah kayak abang adek"sahut temanya.
"ya mungkin mereka memang abang adek" ucap salah satu temanya.
"ya kalau abang adek masak si cewek hamil terus hamil sama siapa? " tanya yang lain.
"iya mungkin suaminya sedang berada di luar kota makanya abangnya yang nemenin" timpal yang lain.
begitulah bisik-bisik pengunjung yang membuat Ija ingin tertawa. berbeda dengan Fadly yang menggerutu tak jelas.
__ADS_1
"huh enak saja kita di bilang adek-kakak gak lihat apa kita itu mirip berarti kita jodoh" gerutu Fadly membuat Ika tertawa cekikikan mendengar gerutuan sang suami.
Ika mengajak sang suami masuk kedalam toko perlengkapan baby. mulai dari baju, selimut, alat mandi, bedong dan stloler bayi. semua bernuansa pink. membuat Fadly menggelengkan kepala melihat tingkah sang isteri.
"kamu tuh ya, tahu banget kalau anak kita cewek gimana kalau cowok? " tanya Fadly.
"ya kalau cowok gak papa pakai pink. lagian aku yakin seratus persen anak kita cewek" ucap Ika.
"eh iya Yah nanti dua minggu lagikan acara tujuh bulanan kita, kita beli sekalian yuk untuk acara nanti" ucap Ika pada sang suami.
Fadly hanya mengangguk mengikuti langkah sang isteri. dan setelah selesai belanja, Ika dan Fadly menuju kasir untuk membayar.
"semuanya sekitar lima juta bu " ucap si kasir.
"ini mbak " ucap Fadly menyerahkan black cardnya.
tak lama, Ika dan Fadly keluar dari dalam mall dan tak sengaja berpapasan dengan seseorang.
"Ika" panggil seseorang dari belakang dan membuat Ika dan Fadly menoleh bersama.
DEG.
jantung Ika serasa ingin lepas saat melihat sosok tersebut yang menakutkan seperti hantu bahkan lebih mengerikan dari hantu.
Fadly yang melihat reaksi sang Isteri, menatap tajam kearah belakang dan hendak menghampirinya.
namun di tahan oleh Ika yang menggengfam tangan suaminya seraya mengfelengkan kepala. Fadly tersenyum "tidak akan terjadi apa-apa sayang percaya padaku" ucap Fadly mengelus kepala sang isteri yang berbalut kerudung oashmina.
lalu setelah mengatakan itu, Fadly menghampiri sosok yang tak lain adalah Samuel dan teman-temanya.
"saya peringatkan sama anda jangan pernah anda mengganggu isteri saya atau anda akan mendapatkan masalah.
"cih jangan sombong anda karena Ika sebentar lagi akan menjadi miliku" ucap Samuel tersenyum remeh.
dan membuat Fadly ingin sekali menghajar laki-laki itu. laki-laki yang dengan beraninya menyebut isterinya miliknya.
namun dengan cepat, ia segera menggandeng sang isteri meninggalkan tempat tersebut.
setelah Ika dan Fadly menunggalkan tempat itu, Ifan memaki temanya.
"kau itu kenapa? " tanya Ifan yang mulai geram.
namun bukanya menjawab, Samuel justeru meninggalkanya begitu saja.
__ADS_1
"ku harap kau tidak nekat Sam" ucap Ifan lirih kemudian menyusul Samuel.
BERSAMBUNG..........