
"oh kalau begitu, hati-hati ya ma, nanti kalau sudah sampai kabarin kami.
"iya nak, ya sudah kalau begitu mama pulang ya assalamu'alaikum" ucap mama Erika.
lalu bergegas masuk kedalam taxi.
setelah taxi tak terlihat, Ika dan Fadly masuk kedalam rumah.. mereka beriringan seraya sesekali menggoda baby Nisa yang ada di dekapan Ika.
percayalah, sekarang Fadly tampak sekali bahagianya. impianya yang dulu, kini menjadi kenyataan.
"ngapain senyum-senyum begitu,? " tanya Ika yang merasa heran, saat menyadari sang suami tersenyum sendiri saat mereka sudah masuk kedalam kamar.
bukanya menjawab, Fadly malah melingkarkan tangan kekarnya pada pinggang ramping isterinya.
"aku nggak papa, aku hanya bahagia aja, semua keinginanku tercapai tinggal satu yang belum, " ucap Fadly seraya nenyandarkan dagu di pundak isterinya.
"apa keinginan ayah,? " tanya Ika.
"punya banyak anak sama kamu, yah minimal tiga lah ya, " ucap Fadly seraya mengecup pipi sang isteri.
glek.
tiba-tiba Ika merasa susah menelan air liurnya mendengae penyturan sang suami.
'bagaimana ini, " gumam Ika merasa gusar dan bersalah. tanpa Ika sadaei, suaminya sudah berada di kamar mandi untuk membersikan diri.
sementara dirinya bergegas meletakan baby Nisa di box bayi.
lalu, ia segera keluar kamar untuk menyiapkan makanan untuk suaminya
"eh nyonya, ada yang bisa saya bantu,? tanya bu Sumi, saat melihat sang majikan.
"eh, enggak bi, saya cuma mau nyiapin makanan untuk mas Fadly bi, " ucap Ika tersenyum. seraya tangan lentiknya menyiapkan nasi goreng telur dadar dan jus jeruk.
setelah selesai, Ika kembali ke kamar di mana sang suami ternyata sudah selesai mandi.
"dari mana,? " tanya Fadly seraya mengeringkan handuk di tangannya.
"oh, ini abis dari bawah nyiapin makanan buat kamu, ' ucap Ika tersenyum kearah sang suami.
Fadly mengangguk dan nengambil setelan kaos putih polos dan di oadukan dengan sweeter selutut.
membuatbya semakin gagah saja. dan tanpa sadar, Ika nenatapnya tanpa kedip.
"nggak usah di lihatin kayak gitu bun, ayah tau ayah ganteng, " ucap Fadly menggida sang isteri.
membuat wa ita muda itu gelagapan karena ketahuan memandang suaminya sampai seperti itu.
__ADS_1
'eh, si-siapa yang ngeliatin ayah, gr banget, " ucap Ika sebisa mu gkin agar tak gugup. ia berniat akan pergi.
namun dengan cepat, Fadly menarik tangan isterinya dan alhasil jatuh kedalam pelukan laki-laki itu.
dengan cepat Fadly melu***t bibir seksi sang isteri saat sang isteri hendak kavur darinya.
Fadly sedikit bermain kasar, saat di rasa isterinya tak memberikan responya sama sekali.
dengan cepat, wanita itu, memberikan akses sang suami untuk bermaim-main.
"udah, " ucap Ika seraya memukul dan mendoring dada sang suami, saat dirasa nafasnya mulai menipis.
Fadly melepaskan tautan mereka dan menempelkan keningnya di kening isterinya. nafas nereka sama-sama ngos-ngosan.
Fadly menatap lekat wajah isterinya itu. perlahan senyumanpun muncul di wajah manisnya.
sementara Ika hanya cemberut saja membuat Fadly semakin gemas saja.
"jangan cemberut aja, atau kamu mau di sosor lagi,? " tanya Fadly menggoda sang isteri.
"ish masih sore mesum banget ih, ayo keluar makan, " ucap Ika seraya nenarik tangan suaminya.
Fadly hanya tersenyum wslaupun hatinya seperti mengganjal seperti sang isteri sedang menghindari dirinya.
namun, fikiran itu segera ia tepis jauh jauh, mungkin hanya kelelahan saja, fikirnya mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ruang makan.
"emm enak ya,?" ucap Fadly seraya memasukan nasi goreng itu dalam mulut.
Ika hanya teraenyum saat mendapat pujian dari sang suami.
"kapan-kapan boleh nih minta buatin yang lain, " ucap Fadly.
"boleh kok ayah sayang, emang mau minta apa sih,? " tanya Ika.
"emm minta anak boleh, ?" tanya Fadly seraya mengerlingkan mata. membuat Ika seketika tersedak makanan di mulutnya
uhuk uhkuk
segera Ika mengambil segelas air yang berada tepat di depanya.
"makanya kalau makan tuh pelan-pelan bubda sayang," omel Fadly.
Ika mendelik tajam, nenatap sang suami, " ini juga kan salah ayah, ngomong kok sembarangan, " ucap Ika mendegua kesal.
Fadly menautkan alisnya mendengar perkataan sang isteri. "kok sembarangan sih bund,? wajar dong ayah mau punya anak, kan kita suami isteri. " ucap Fadly.
Ika yang sebenarnya tau maksudnya, membiarkan semuanya ini juga sebenarnya trik dia.
__ADS_1
"maafin bunda yah, " ucap Ika dalam hati. " au ah males, " ucapnya seraya berlalu pergi meninggalkan sang suami yang masih terbengong.
" kenapa debgan dia,? " tanya Fadly yang menatap punggung isterinya
"apa jangan-jangan baby blusnya kumat lagi,? "tabya bi Sumi yang membuat Fadly membulatkan matanya.
"astaghfirullah " ucap Fadly langsung berdiri dan langsung berlari menuju kamar menyusul sang isteri.
sementara bi Sumi yang nelihatbya, hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum. "ada-ada saja" gumamnya seraya melanjutkan kegiatanya.
Fadly segera membuka pintu kamar dengan hati-hati dan mendapati sang isteri sedang duduk di tepi ranjang seraya menimang baby Nisa.
segera, Fadly mendekati sang isteri yang tengah menyusui baby Nisa. dengan hati-hati, ia menyentuh pundak isterinya.
"bunda kenapa,? " tanya Fadly hati-hati ia sangat takut sang isteri kambuh lagi baby blushbya.
Ika sebenarbya tak tega melihat raut kekhawatiran sang suami. ingin rasanya bersujud dan meminta maaf pada suaminya, karena sudah berani membohonginya.
entah apa yang akan ia terima suatu saat nanti, jika ketahuan berbohong. semoga saja tidak fatal.
dengan cepat, Ika menepis tangan suaminya dan berbalik memunggunginya.
dalam diam, ia menangis hingga tubuh wanita itu bergetar hebat.
Fadly yang melihat itu, langsung menjauhkan tubuhnya dan memilih meninggalkan kamar.
di luar kamar, Fadly mengusap wajahnya kasar, ia tak tau apa yang terjadi pada isterinya.
dengan cepat, ia menghubungi Dr, Julia. tak lama, Dr, Julia mengangkat panggilanya.
"halo, selamat malam, " ucap Dr.Julia di seberang sana.
"halo Dok, Dok sepertinya isterivsaya kambuh lagi, " ucap Fadly menghela nafas beratnya.
"hah, bagaimana bisa tuan, emm baik lah coba jelaskan semuanya. " ucap Dr. Julia
"jadi tadi saya mengatakan ingin mempunyai anak kembali Dok. tapi, dengan tiba-tiba, isteri saya langsung marah." ucap Fadly.
"hmm sebaiknya, jangan menyinggung dulu tentang anak tuan, " ucap Dokter Julia.
Fadly langsung menyadari kesalahanya. lantas, ia masuk kembali kedalam kamar dan nenemui sang isteri.
"maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud menyinggungmu, " ucap Fadly seraya bersimpuh dan memegang tangan Ika.
Ika meringis sebenarnya ia merasa kasihan pada suaminya, namun ia nelanjutkan rencananya itu, demi kebaikan dirinya.
Ika langsung menepis tangan suami seraya berucap maafkan aku yah.
__ADS_1
BERSAMBUNG............