
"apakah sebegitu mengerikanya diriku,? sampai-sampai Suamiku sendiripun tak mempercayaiku,!" gumam Ika menatap nanar Suami dan anaknya.
Ika tersenyum manis kearah Fadly " nggak papa Yah, Bunda ngerti kok, " ucap Ika berlalu pergi kekamar.
meninggalkan Fadly yang masih termangu di ruang tamu. setelah tersadar, ia buru-buru menyusul sang isteri kekamar. dan mendapati pemandangan menyayat hati.
dengan perlahan, Fadly meletakan baby Nisa kedalam box bayi. setelah itu ia menghampiri sang isteri yang tengah meringkuk di ranjang. dibalik selimut dengan tubuh bergetar.
tanpa basa-basi, Fadly langsung menarik tangan sang isteri dan mendekapnya erat seraya bertubi-tubi mendaratkan kecupanya.
sementara Ika, sudah sesenggukan seraya berderai air mata dengan sesekali mengucapkan kata maaf.
Fadly menangkup wajah sang isteri dan mata keduanya saling bertemu.
cukup lama, mereka saling menatap, hingga Fadly melepaskan tanganya dan berpindah menggenggam tangan halus isterinya.
"maaf, maaf kalau ayah merasa takut jika bunda menyentuh putri kita, " ucap Fadly dengan terus menggenggam tangan isterinya.
Ika mencoba tersenyum. walau itu sangat sulit. "nggak papa kok yah, bunda mengerti." ucap Ika yang tersenyum.
Fadly melihat jelas senyum terpaksa dari isterinya. setelah ini ia akan konsul bersamaDr. Julia. melalui panggilan telfon.
lamunan Fadly tersadar, saat tangan halus isterinya mengelus wajahnya.
"ayah ngelamun ya, ?" tanya Ika seraya tersenyum. Fadly hanya mengangguk.
🌸🌸🌸
kini Fadly berada di balkon kamarnya sedang menghubungi Dr. Julia. sementara Ika, menuju lantai bawah untuk membuat susu khusus ibu menyusui.
"jadi saya harus melatihnya pelan-pelan Dok,? " tanya Fadly.
"......."
"baik Dok, terimakasih, " Ucapny seraya menutup telponya.
bersamaan dengan itu, Ika masuk kedalam kamar menaruh makanan ringan dan susu hangatnya di atas nakas samping tempat tidur.
kebetulan samping nakas adalah box bayi Ika melongokan kepala dan mendapati sang putri membuka mulutnya seperti meminta asi.
dengan hati-hati, Ika mengangkat baby Nisa dari box bayi dan menggendongnya.
lalu membawanya ke tepi ranjang. perlahan dirinya duduk dan langsung menyusui bayinya.
"sayang, maafkan bunda ya, " ucapnya dengan berderai air mata dengan mengecup kening bayi mungil tersebut.
sementara itu, Fadly yang berada di kamar mandi, bergegas keluar untuk mengecek sang putri.
__ADS_1
saar dirinya membuka pintu, ia tertegun sesaat melihat pemandangan di depanya. antara, senang, takut dan khawatir menjadi satu.
segera ia menghampiri sang isteri yang masih memberikan asi pada baby Nisa.
Fadly duduk di samping isterinya dan mengelus pundak isterinya.
Ika menoleh dan tersenyum. " buda tau, ayah gak usah khawatir Insya'allah bunda bisa melawan ketakutan bunda, " jelasnya. membuat Fadly sedikit terkejut. tapi juga lega karena sepertinya sang isteri nemang sedikit membaik.
setelah baby Nisa kembali tertidur, Ika segera memindahkan sng putri kebox bayi.
setelah itu, ia kembali duduk di samping sang isteri. entah siapa yang memulai kini mereka saling menautkan bibir masing-masing.
mengobati rasa rindu pada masing-masing. hingga Ika menyudahi aktivitts keduanya.
dengan deru nafas yang masihterengah-engah, mereka saling pandang.
hingga sesuatu menyadarkan Ika. "astaghfirullah, aku sampai lupa, " ucap ika seraya berjalan kearah nakas dan meraih susu dan cemilanya.
Fadly yang awalnya bingung, kini menatap seraya tersenyum kearah sang isteri.
sepertinya isterinya sudah kembali. setelah selesai minum dan menghabiskan cemilanya, Ika kembali duduk di samping sang suami.
menyenderkan kepalanya di lengan kekar sang suami. Fadly membalas dengan memeluk erat isterinya.
"besok kita ke rumah sakit, " ucap Fadly. membuat Ika mendongak, menatap mata tegas itu. lalu mebganggukan kepala tersenyum.
"mah, apa mamah gak kasihan sama utei kita,? " tanyanya seraya mendudukan dirinya di sofa.
"hah, kasihan,? dia yabg memilih pergi dengan laki-laki itu, kenapa mamah harus kasihan Padany,? " tanya sang isteri dengan dorot mata tajam.
"laki-laki itu, dia adalah menantumu jika kau lupa, " ucap laki-paruh baya itu.
mereka tak lain adalah orang tua Yulianika. yang semenjak kepergian wanita muda itu, mereka menjadi sering bertengkar.
"heh pokoknya mama tak akan memaafkan Ika jika ia masih memilih pria itu, " ucap Mama Erika.
"dulu kau yang memaksa Putri kita menikah dan setelah menikah kau ingin memisahkanya, apa maumu,? " tanya Papa Yasinu pada akhirnya.
"aku tidak perduli, Pokoknya aku akan menerimanya kembali jika anak itu sudah berpisah, " jawabnya berlalu pergi.
ia memijit kepalanya yang sedikit pusing karena masalah ini.
tadi pagi, setelah pulang dari rumah anaknya, ia berniat mengajak sang isteri mengunjungi sang cucu.
namun ditolak mentah-mentah oleh mama Erika.
keesokan harinya....
__ADS_1
kini, Ika dan Fadly sedang berada di ruang Dr. Julia dan kini pasangan ora g tua muda itu, tengah bercengkrama dengan dengan Dr. Julia.
"bagaimana Tuan, Nyonya Ika sudah pulih,? " tanya Dr. Julia pada Fadly.
sementara Ika hanya memandangi sang isteri dengan ekspresi bingung
Fadly yang mengetahui tatapan isterinya tersenyum, "ngak papa bun, kemarin wwktu bunda terkena baby blush, ayah konsul sama Dr. Julia.
Ika hanya mengangguk faham. seraya menimang baby Nisa di dalam dekapanya.
setelah selesai pemeriksaan, pasangan muda berjalan menyusuri koridor untuk menuju parkiran.
sepanjang jalan, mereka tak henti-hentinya tersenyum seraya tangan Fadly merengkuh pinggang isteri. sementara tangan satunya mengelus baby Nisa yang berada di dekapan sang isteri.
dan pemandangan itu tak lepas dari pandangan seseorang yang terus mengawasi gerak-gerik mereka.
" tunggu saja tanggal mainnya " gumamnya setelah itu meninggalkan tempat itu.
sesampainya di parkiran, Fadly segera membuka pintu dan melajukan mobilnya. meninggalkan area rumah sakit.
selama perjalanan, mereka senantiasa menautkan tangan satuvsama lain.
"yah, nanti hari minggu kita adakan acara aqiqah ya" ucap Ika.
Fadly menoleh dan mengangguk seraya tersenyum. sesampainya di rumah, Ika kangsung masuk kedalam rumah dan langsung menunu kamar.
setelah meletakan baby Nisa di dalam Box bayi, ia langsung menuju kamarmandi untuk membersihkan diri.
tak lama, ia keluar kamar mandi dan mendapati sang suami sudah berada diatas ranjang dengan memangku laptopnya.
Ikapun ikut naik keatas ranjang dan langsung masuk kedalam dekapan suaminya.
Fadly yang melihat itu, langsung menoleh dan tersenyum. lalu, ia meletakan laptopnya di atas nakas.
lalu ikut memeluk sang isteri. "kamu kapan sih selsai itu,? " tanya Fadly mengecup kening isteri.
"emang kenapa?hmm" ucap Ika menggoda sang suami dengan menoel hidung sang suami.
"mau kasih adik buat Anisa"bisik Fadly seraya terkekeh.
"ihs mesum, " ucap Ika seraya memukul dada suaminya.
"ya gak papa mesum sama isteri sendiri ini, " ucapnya seraya tergelak.
BERSAMBUNG..........
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES
__ADS_1