
mereka bertiga pun, bekerja di ruangan masing masing. namun, dengan pemandangan yang berbeda tentunya.
siapa lagi, jika bukan Doni, laki laki itu, lebih banyak diam setelah mendapatkan kabar jika pujaan hatinya akan menikah dengan orang lain. ya anggap saja, jika Doni, pengagum rahasia Afifah.
karena semenjak kenap dengan Afifah, sepertinya, hidup Doni menjadi lebih berwarna.
jam lima sore, semua karyawan perusahaan bersiao untuk segera pulang. begitupun dengan Fadly dan dua sahabatnya itu.
Fadly mengendarai motornya menuju kediamanya, yang tak jauh dari perusahaan papa mertuanya.
sepanjang jalan, Fadly tersenyum geli saat kembali melihat ekspresi wajah Doni yang terlihat sekali sangat syok.
flasback on.
sesampainya di kantor, Fadly segera menuju ruang kerjanya yang berada di lantai dua.
saat dirinya sedang berjalan kearah ruang kerjanya, twk sengaja bertemu dengan kedua sahabatnya itu. membuat Fadly segera menghampiri mereka berdua.
"woi brader, " sapa Fadly seraya merangkul pundak kedua sahabatnya itu dari belakang.
"kenapa,? " tanya Doni cuek dan melanjutkan mengutak atik ponsel miliknya.
"yaelah, ponsel di utak atik mulu! palibg juga nggak ada yang Chat, " ucap Fadly mencibir.
membuat Doni mendengus kesal. sementara Riko, hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
"sudah sudah, kalian itu, kayak tikus sama kucing aja, " ucap Riko menengahi. " emang berita apa Dly,? " tanya Riko seraya menatap salah satu dari kedua sahabatnya itu.
"nanti aja pas istirahat, sekarang gue mau masuk ke ruangan kerja gue dulu, " ucapnya seraya melambaikan tangan pada kedua orang di depannya.
membuat Riki dan Doni, hanya bisa saling pandang, " tuh orang kesambet apa,? " tanya Doni saat melihat tingkah aneh Fadly.
"dahlah, paling juga lagi senang, karena di kasih jatah sana isterinya, " ucap Riko asal.
membuat Doni, menautkan alisnya karena bingung. "emang, kalau di kasih jatah, bisa seseneng itu ya,? " tanya Doni polos.
membuat Riko, tergelak karena kepolosan sahabatnya yang satu ini.
"hahaha, loe tuh ya, polos banget," ucapnya seraya melangkah menuju keruanganya. meninggalkan Doni yang masih kebingungan seperti orang bo**h.
setelah jam istirahat, Doni dan Riko menuju kantin dan melewati ruang kerja Fadly. dan terlihat ruang kerjanya kosong. pertanda, jika Fadly sudah pergi.
__ADS_1
membuat Doni dan Riko, menghela nafas panjang melihat itu.
"hmm katanya, mau cerita. eh, taunya malah ngilang," ucap Doni sedikit menggerutu.
setelah itu, mereka berdua pergi kekantin dan mulai memesan makanan. tak lama, Fadly datang dengan senyum mengembang di wajahnya.
"nah ini dia orangnya, " ucap Doni saat melihat seseorang mendekati kearah mejanya.
"loe mau cerita apa,? " tanya Doni to the point.
"gue baru aja dapat kabar, kalo Afifah, sebentar lagi, akan menikah, " ucap Fadly tersenyum manis.
membuat Doni seketika menegang mendengar kabar itu. dan seketika itu, dirinya merasa lemas tenaganya mendadak hilang seketika.
"apa,? menikah,? dengan siapa,? " tanya Doni berturut turut.
"sama Aditya, " ucap Fadly yang merasa bersalah dengan semua ini.
"aditya,? " tanya Doni balik. dan Fadly, hanya bisa mengangguk.
Flasback Off
"assalamualaikum, " ucap Fadly memberikan salam. saat dirinya membuka pintu.
"wa'alaikum salam," ucap Ika seraya menghampiri sang suami.
"gimana kerjaan di kantor,? " tanya Ika seraya melepas jas kantornya.
"alhamdulillah kalau semua baik baik saja " ucap Ika tersenyum tipis.
Fadly hanya mengangguk dan mengikuti langkah sang suami.
stelah sampai di kamar, Ika segera menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi dan menyiapkan baju koko serta sarung, untuk suaminya sholat.
lima belas menit kemudian, Fadly keluar dari kamar mandi, dengan pakaian rapi dan segera melaksanakan sholat ashar.
sementara itu, Ika keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malamnya.
walaupun, sekarang belum waktunya makan malam. karenw sekarang baru pukul setengah enam.
setelah selesai menyiapkan makan malam, Ika kembali ke kamarnya untuk memanggil sang suami.
__ADS_1
ceklek
terdengar pintu di buka dari luar dwn Ika melihat sang suami sedang bercanda dengan putri mereka.
"yah, makan malamnya sudah siap, " ucap Ika menghampiri suaminya yang sedang di atas ranjang.
Fadly hanya mengangguk dan tersenyum manis. lalu, turun dari kasurnya, menuju lantai bawah.
sesampainya di meja makan, Ika dan Fadly segera menikmati makanan yang ada di meja makan.
setelah selesai makan, mereka berdua, brrsama Nisa di gendongan depan tentunya, menuju ruang keluarga dan menyalakan tv, guna menyaksikan acara bola kesukaannya.
"tadi gimana reaksi Doni Yah,? " tanya Ikq to the point membuat Fadly menoleh kearah sang isteri.
"kenapa,? "tanya Fadly perpura pura tak mengerti.
"ish ayah mah, " ucap Ika yang langsung beranjak pergi dari ruang keluarga.
namun, langkahnya terhenti, saat Fadly menarik tangannya.
"ish gitu aja marah, " ucspnya seraya nenoel hidung istrinya.
"ya makanya cepat cerita, " ucap Ika cemberut
BERSAMBUNG.....
note : mampir ke sini kak di jamin seru by : eni Puw
Dimas Darmawan, seorang dokter muda yang terpaksa menikahi mantan istri sahabatnya yang bernama Winda Alicia.
mantan suami Winda, Bayu merencanakan pernikahan Dimas dan Winda agar Bayu bisa rujuk kembali dengan Winda setelah jatuh talak 3.
Hanya 6 bulan pernikahan, dan mereka harus bercerai.
Apa yang membuat Bayu begitu gigih berusaha rujuk dengan Winda?
Dapatkah Dimas menjaga istri titipan talak 3 sahabatnya?
Ataukah cinta akan tumbuh diantara mereka dan menjadi dilema bagi Dimas?
__ADS_1