Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 40


__ADS_3

"kata Dr. Julia, Ika mengalami tekanan batin" ucap Fadly yang membuat sang mertua menatapnya. seakan bertanya apa Ika tidak bahagia?.


Fadly menyadari tatapan sang mertua, menggelengkan kepala. "bukan sepertinya Pah. karena jika tidak bahagia tidak mungkin Ika begitu manja padaku" ucap Fadly.


"manja? " tanya Papa Yasinu. dan di balas anggukan oleh menantunya.


kaget, itulah yang di perlihatkan oleh Papa Yasinu. karena, setaunya Ika adalah anak yang mandiri.


" tapi ia tak pernah manja setau Papa " ucap Papa Yasinu.


Fadly tersenyum kearah sang mertua. " itulah yang membuat Fadly heran pada awalnya pah, Ika tidak pernah bersikap seperti itu pada saya sebelumnya tapi setelah konsultasi dengan Dr.Julia, saya jadi faham. " ucapnya.


"oke. lalu, apa rencanamu,? " tanya Papa Yasinu pada menantunya.


"hmm mungkin Fadly akan meminta perpanjangan cuti untuk seminggu kedepan. itupun jika papa memberi izin, jika tidak, mungkin saya akan mencari pekerjaan lain " ucap Fadly membuat Papa Yasinu tertegun.


"tidak itu tidak perlu. lagipun, Papa tidak akan bisa tenang jika kau meninggalkanya sendiri. " ucap Papa Yasinu. "nanti Papa akan berbicara pada Mamamu jika perlu, " sambungnya.


lalu mereka melanjutkan berbincang-bincang mengenai bisnis.


jam sembilan, Fadly baru sampai dan langsung menuju kamar. ia membuka kamar, dan sangat terkejut mendapati isteri dan anaknya menangis secara bersamaan.


"ada apa ini,? " tanya Fadly dan sontak saja Ika langsung menoleh dan berlari kearanya dan langsung memeluk tubuh kekar sang suami.


Ika menangis sesenggukan di dekapan sang suami. membuat Fadly memasang wajah bingungnya.


"bi ada apa,? " tanya Fadly kepada bi Sumi.


" ini tuan, nyonya tidak mau menyusui non Nisa, " jawab bi Sumi nwmbuat Fadly kaget.


"apa?! " ucapnya kaget. sangking kagetnya, ia tak sadar sudah berteriak.


membuat Ika seketika menunduk ketakutan dengan meremas bajunya sendiri. Fadly yang menyadari itu, segera nendekap sang Isteri.


"maaf, maaf ayah gak bermqksud membentak bunda"ucapnya seraya mengecup kening isterinya. lalu, beralih menatap bi Sumi. "memangnya persediaan asinya habis bi,? " tanya Fadly.


"iya tuan, persediaan asinya habis " jawab bi Sumi.


Fadly menghela nafas lalu menatap sang isteri dan tersenyum lembut. "bunda, beri anak kita asi ya, " ucap Fadly dengan menarik dagu isterinya.


Ika nenggeleng cepat. membuat Fadly menghela nafas panjang


" bun, nanti kalau gak di keluarin kan bisa sakit," ucap Fadly membuat Ika mendongak.

__ADS_1


benar, bisa-bisa ia merasa kesakitan pada dadanya. " tapi aku nggak mau nyentuh, " ucap Ika membuat Fadly seketika mengeraskan rahangnya.


bagaimana bisa seorang ibu tidak ingin menyentuh anaknya.


namun, dengan cepat Fadly mengendalikan diri agar tidak melwdak di depan sang isteri.


" ya sudah kalau begitu, bunda pompa saja ya" ucap Fadly ikapun mengangguk dan langsung menuruti perintah suaminya.


setelah hampir tiga puluh menit,tiga kantung asi itu sudah penuh. memang produksi asi Ika itu sangat banyak sehingga sekali keluar bisa langsung satu kantung besar.


setelah semua penuh, dengan cepat Fadly memberikanya pada bi Sumi. dan dengan lahapnya, mulut kecil tersebut langsung meminumnya.


Fadly tertegun melihat pemandangan itu, hatinya merasa sakit, jika ia terlambat datang, entah apa yang akan terjadi pada sang puteri.


setelah kenyang, baby Nisa pun tertidur pulas. dan dengan hati-hati, Fadly menggendongnya dan memindahkan ke kamar.


Ikapun mengekor di belakang dan juga ikut masuk kedalam kamar.


setelah baby Nisa berada dibox, Ika duduk di tepi ranjang dengan menundukan kepala.


Fadly yang melihat itu, segera menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"bunda kenapa bisa sampai seperti ini,? " tanya Fadly dadanya sakit mengingat pemandangan barusan.


Fadly menghembuskan nafasnya kasar. mendengar ucapan sang isteri. lalu mendekap dan mengecup kepala Ika yang terbungkus hijab.


"sekarang bunda pumping aja ya, ?" ucap Fadly dan Ika hanya mengangguk.


lalu Fadly menuju balkon kamar, saat Ika sedang berada di kamar mandi.


"iya pah sampai seperti itu" ucap Fadly.


"......"


"baik Pah assaalamu'alaikum" ucap Fadly lalu menutup ponselnya. menghela nafas panjang. ia harus mempunyai kesabaran yang ekstra saat ini.


pandanganya menatap kearah depan dan tak lama, ia merasakan pelukan dari belakang. Fadly memutar tubuhnya dan mendapati sang isteri tengah tersenyum kearahnya.


"kenapa? hmm" ucap Fadly tersenyum kearah sang isteri.


Ika hanya menggeleng dan malah membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami.


tak lama, terdengar bel rumah berbunyi. Fadly segera mengajak sang isteri kebawah.

__ADS_1


"ayo kebawah, " ucapnya seraya menggandeng tangan isterinya.


Ika mengangguk dan sebelum keluar, Fadly menggendong baby Nisa dan mereka bertiga keluar dari kamar.


dan ternyata, di bawah sana sudah ada mertuanya dan kakak sepupu isterinya.


Fadly tersenyum kearah keluarga isterinya dan duduk di samping sang isteri seraya membawa baby Nisa.


duh baru tiga hari gak ketemu kok udah gembil saja ponakan bude" ucap Mbak Minah seraya menggendong baby Nisa.


setelah puas mengobrol, mbak Minah dan mbak Putri mengajak Ika keluar rumah menuju taman belakang. setelah menyerahkan baby Nisa kepada ayahnya.


"kamu kenapa Ka? " tanya mbak Minah. membuat Ika mengerutkan keningnya bingung.


"maksudnya,? " tanya Ika.


"kenapa kamu gak mau menyentuh anak kamu,? " kini giliran mbak putri yang bertanya.


membuat Ika kaget dan langsung menunduk " aku bukan ibu yang baik mbak aku takut gak bisa ngurus Nisa" jawab Ika. membuat kedua kakak sepupunya menghela nafas.


"Ka, dengan kamu seperti ini, kamu malah menyakiti semua orang, kamu pasti bisa lawan. jangan mau kalah dengan rasa takutmu, " ucap Mbak Minah


" ingat! mintalah pertolongan sama Allah, karena Allahlah yang mengetahui segalanya" ucap mbak Putri.


"jangan memberi kesan buruk pada puterimu" ucap Mbak Minah.


membuat rasa sesak di dadanya, seperti tertimpa sebiah batu besar.


"ingat Ka cepat sadar jangan sampai kqmu menyakiti suami dan anak-anakmu" ucap Mbak Puteri.


kemudian setelah mereka mengobrol, mereka kembali ke ruang tamu. tak lama, mereka semua pamit pulang.


"kami pulang dulu ya sayang nanti kalau acara aqiqah papa sama yabg lain kemari" ucap Papa Yasinu memeluk putrinya dan mengecup sang cucu.


"jaga isteri kamu ya Fadly papa titip Ika dan bahagiakan dia" ucap Papa Yasinu menepuk pundak menantunya.


setelah semua pulang, Ika meminta baby Ika dari gendongan sabg suami.


"sini yah, biar bunda gendong baby Nisanya" ucap Ika mengulurkan tanganya.


Namun, Fadly seperti ketakutan melihat itu. jangan sampai isterinya menyakiti anak mereka. Ika yang melihat ekspresi sang Suami, tersenyum getir. ternyata sampai seperti itu ketakutan sang suami pada dirinya.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES


__ADS_2