
sontak aaja, perlakuan sang suami itu, membuat Ika tersipu malu. dengan segera, mencubit pinggang suaminya.
"awwh sayang, sakit' ucap Fadly meringis saat mendapatkan cubitan panas dari istrinya itu.
"makanya, kalau mau mesum, jangan disini malu sama orang lain," ucap Ika seraya melotot pada suaminya.
membuat Fadly seketika meringis karena malu. "hehe, maaf sayang "ucap Fadly.
mereka semua langsung beristirahat, karena memang, sudah larut malam.
...****************...
sementara itu, di tempat lain seorang wanita cantik, tengah mengamuk seperti orang yang sedang kesurupan hingga membuat dirinya di oegangi oleh banyak orang.
siapa lagi jika bukan Diana. wanita itu mengamuk setelah mendapat kabar, bahwa Fadly kembali kepada istrinya.
"aarrrggh, sialan kau Fadly awas kau," ucap Diana begitu emosi. bahkan sang anak menjadi ketakutan dan menangis sejadi jadinya.
membuat Diana yang merasa gerampun, segera membentaknya.
"Diam!!," ucapnya seraya menatap tajam bocah perempuan yang berusia kurang dari dua tahun itu.
bentakan Diana itu, sontak saja, membuat bocah perenpuan itu, menjadi diam seketika gemetaran ketakutan.
sementara orang orang yang berada di sana, berniat hendqk mendejatu anak kecil itu untuk sekedar menenangkqnya.
namun, ucapan wanita gila itu, mampu membuat mereka semua berhenti seketika.
"kalian, jangan pernah mendekatinya jika kalian tidak mau kalian akan saya laporkan ke polisi dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan," ucap Diana berapi api.
membuat mereka semua, segera membubarkan diri dan meninggalkan Diana dengan emosi yang meledak ladak.
"kau jahat Fadly, kenapa kamu mencampakan diriku, padahal aku sudah berbuat sejauh ini bahkan, aku sudah membeli bayi ini, untuk meyakinkan kamu," ucapnya seraya mencubit kecil lengan bocah itu.
membuat bocah itu, langsung meraung karena kesakitan.
"huua Mama cakit, ampun jangan cakiti Mila," ucapnya meraung.
"diam!! jangan pernah panggil saya mamah karena kamu bukan anak saya," ucapnya seraya menampar pipi gembul Mila.
membuat bocah kecil itu langsung mendadak diam dan langsung gemetar ketakutan.
Yap Diana memang membeli bayi mungil dari seorang ibu yang memang tak menginginkanya. dan Diana semakin kesenengan, saat golongan Darah bayi itu, sana dengan Fadly.
sehingga membuatnya semakin bersemangat untuk mendapatkan laki laki itu, dengan cara mengumpankan bayi ini.
jadilah, Diana berpura pura ternoda dengan Fadly.
dengan cepat, Diana menarik rambut Mila, dan membanting tubuh bocah kecil itu, keluar aoartemenya.
bahkan, tubuh Mila sampai terjengkang kebelang hingga membuat bocah itu menangis. namun lagi lagi, Diana menampar bocah itu hingga membuatnya terdiam.
__ADS_1
setelah bocah itu, terdiam, Diana segera meninggalkan Mila sendirian di luar rumah.
bocah itu, hanya bisa menangis tersedu sedu hingga membuat tubuh Mila bergetar hebat.
"mama, Mila atut," ucapnya seraya berlalu dari sana. gadis itu, terus berjalan meninggalkan apartement
Mila, menyusuri trotoar seraya sesekali menyeka air matanya.
"mama Mila atut," ucapnya sesekali terisak dan setelah lama berjalan, Mila beristirahat di depan sebuah gudang tua.
pagi harinya, terlihat sepasang suami istri tengah terlelap dengan oosisi seperti biasa. yaitu, sedang berpelukan dengan babyNisa di tengah tengah.
bayi mungil itu, sekarang ini, sudah berusia satu tahun dan perayaan ulang taunya, bersanaan dengan syukuran ulang tahun Nisa kemarin.
sengaja, Ika dan Fadly tak memberikan kejutan sepesial. pada putri mereka di samping putrinya masih belum faham, juga karena Ika dan Fadly ingin menanamkan kesederhanaan.
baby Nisa yang memang sudah bangun, mulai menepuk nepuk pipi kedua orang tuanya.
sehingga, mereka mengerjapkan matanya. dan setelah mereka berdua membuka matanya, pemandangan indah di depan mata.
"pagi sayangnya Ayah Bunda," ucap Ika seraya mengangkat tubuh bayi cantik itu.
membuat Fadly yang melihatnya, langsung membulatkan matanya.
"sayang, jangan di angkat baby Nisanya," ucap Fadly menegur sang istri.
membuat Ika, memutar bola mata malas mendengar ucapan suaminya itu.
dengan segera, Fadly mengambil alih baby Nisa dari gendongan istrinya.
sementara Ika hanya menghela nafas panjang dan segera turun dari ranjang, menuju kamar mandi untuk segera mandi.
entah kenapa, Ika sekarang lwbih banyak bersabar di kehamilan kedua ini. Ika yang biasanya akan manja dan kekanak kanakan,menjadi sedikit pendiam dan bersikap cuek.
Fadly yang menyadari kepergian sang istri, mendadak menjadi gelisah. takut istrinya ngambek swperti biasa.
dengan segera, laki laki itu, menyusul sang istri dan menghampiri wanita itu yang sedang menggosok gigi di wastafel kamar mandi.
"bunda marah,?" tanya Fadly berhati hati. membuat Ika seketika menoleh dan tersenyum pada sabg suami.
"kenapa harus marah, kan memang ini semua demi aku dan calon anak kita,?" tanya Ika tersenyum manis.
membuat Fadly merasa lega dan juga anrh mendebgar ucapan istrinya.
"bunda beneran nggak marah kan,?" tanya Fadly memastikan.
membuat Ika menganggukan kepala. dan akhirnya, mereka mandi .
setelah selesai mandi, Ika menyiapkan pakaian untuk suami dan anaknya.
"Yah, hari ini aku sama Nisa mau ke cafe kamu ya,?" tanya Ika seraya memakaikan baju pada anaknya.
__ADS_1
"mau ngapain,?" tanya Fadly seraya menghentikan aktivitasnya.
"ya pengen aja liat kamu kerja, sepertinya seneng banget," ucap IKa berbinar. membuat Fadly menjadiktaj tega untuk melarangnya.
akhitnya, mereka bertiga, turun dari kamar menuju lantai bawah. dan seperti biasa, mereka sarapan. dan setelah sarapan, Fadly menaiki motornya dan segera melajukanya ke restaurant miliknya.
yap.
sekarang Fadly sudah resmi keluar dari oerusahaan ayah mertuanya. dirinya kini sedang fokus mengembangkan restaurantnya.
Ika memasuki rumahnya, untuk mengambil tas dan juga mengambil stroler bayi.
tak lama, pak Ujang, sopir pribadi Ika datang dan menghampiri Ika.
"maaf Nyonya, saya terlambat." ucapnya seraya berjalan tergopoh gopoh mendekati majikanya.
Ika tersenyum pada laki laki itu. dengan segera, pak Ujang membukakan pintu belakang dan segera melajukanya, menuju tempat yang di tuju.
di tengah jalan, Ika yang saat itu nelihat keadaan sekitar, karena memang masih macet dan juga lamou merah, tak sengaja matanya menangkap anak kecil yang menurutnyq sangat familiar.
ia memicingkan natanya, guna mendapatkan kejelasan. apakah benar yang di lihatnya.
Ika melihat, gadis kecil itu berjalan mendekati mobilnya. dan tiba tiba..
brug
gadis kecil itu ambruk tepat disamping mobilnya. membua Ika langsung panik dan langsung turun dari mobil.
"dek, bangun," ucapnya seraya menepuk pipinya pelan. tapi memang tak ada pergerakan sama sekali.
dengan segera, pak Ujang mengangkat gadis kecil itu, dan membawanya dalam mobil. tentunya, atas ijin bosnya.
"jalan pak," ucap Ika seraya memberikan minyak angin oada gadis kecil itu. hatinya sangat sakit melihat anak sekecil ini, berhakan sendiri di jalan raya.
tak berapa lama, gadis itu pun sadar dan langsung menangis kencang sehingga, membuat Baby Nisa yang awalnya anteng, juga ikut menangis karena kaget.
"hua mama," gadis itu menangis kencang. membuat Ika menjadi kebingungan. karenamereka sana sama menangis.
tanpa fikir panjang, Ika memberikan botol susu Nusa pada anak kecil itu. dan dengan lahap, mulut kecilnya, menyedot susu hingga habis tak tersisa.
"sepertinya, anak ini sangat lapar nyonya," ucap Oak ujang seraya melirik bocah perempuan itu.
Ika menganggukan kepala. " pak, nanti kalau ada tukang bubur beli ya," ucap Ika.
Pak ujang hanya menganggukan kepala. tak lama, tukang bubur yang mereka cari, akhirnya ketemu dan dengan segera, pak ujang turun dan membeli beberapa bungkusan.
"ini nyonya," ucapnya seraya menyerahkan kantung plastik oada Ika.
dengan segera, Ika memberikan buburnya, pada gadis kecil itu.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1