Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 56.


__ADS_3

"ada apasih Yah,? " tanya Ika yang terlihat sedikit kesal. karena memang Ika sedang menidurkan baby Nisa di kamar.


dan karena suara dering ponselnya, sang putri menjadi menangis dan berakibat seperti sekarang. yaitu, Ika mengomel pada sang Suami.


"bunda kenapa kok kayak marah sama Ayah,? "tanya Fadly seraya menautkan alisnya karena tak mengerti. kenapa tiba tiba isteri cantiknya itu marah.


"ish ya jelaslah bunda marah, ayah nelpon bunda di saat bunda mau nidurin Nisa, akhirnya sekarang, bunda harus menenangkan Nisa yang jadi rewel, " ucapnya seraya menatap sang suami dengan tatapan tajam.


membuat Fadly menggaruk rambutnya yang tak gatal. "hehehe maaf bunda sayang, abisnya ayah kangen berat sana bunda, " jawab Fadly tanpa dosa.


"huh, ayah kalau mau menggombal lihat tempat dwn waktu dong sekarang bunda lagi sibuk assalamu'alaikum, " ucapnya seraya menutup panggilan vidio call.


membuat Fadly segera menjalankan mobilnya seraya menggerutu kesal.


"hais, biasa bisanya isteriku yang cantiknya gak ketulungan itu mematikan panggilanku, awas saja nanti sampai rumah, " ucapnya kesal.


setelah lima belas menit, Fadly sampai di depan kantor. dan dengan cepat, dirinya keluar dari mobil sast sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir.


saat dirinya keluar dari mobil, dirinya berpapasan dengan Riko dan Doni yang sepertinya juga baru datang.


"eh, tumben loe pakai mobil, biasanya motor, " ucap Riko saat Fadly berjalan bersama dua sahabatnya itu.


"hmm lagi malas pakai motor, " ucapnya setengah malas dan berjalan mendahului Tiko dan Doni yang berjalan dibelakangnya.


"kenapa tuh manusia satu, ?" tanya Doni.


"hmm entahlah mungkin sedang ada masalah sama Ika, " ucap Riko seraya menggendikan bahunya.


mereka berjalan memasuki gedung bertingkat otu dan madik kedalam ruangan masing masing.


begitupun dengan Fadly. laki laki hitam manis itupin juga nemasuki ruang kerjanya dengan langkah gontai.


haiss si Fadly ini, baru gak di redpon sama isteri saja sudah muram macam itu. bagaimana kalau Ika mengabaikan dirimu seperti kemarin,?


Fadly segera mengerjakan tugasnya dan sejenak, melupakan kekesalannya karwna begitu fokus dengan pekerjaanya itu.


hingga sebuah ketukan, membuyarkan konsentrasinya dan menoleh kearah sumber suara.


"maaf pak, di panggil pak Yasinu sekarang, " ucap karyawan itu menundik hormat.


Fadly mengangguk dan segera bangkit dari kursinya dan berjalan keluar ruangan. untuk menemui sang ayah mertua.


tok tok tok.


"masuk ," ucap Papa Yasinu yang terdengar dari dalam.


Fadly masuk dan menatap sang ayah mertua yang sepertinya sedang sibuk.

__ADS_1


"bapak memanggil saya,? " tanya Fadly formal.


membuat Papa Yasinu menoleh dan menatap menantunya itu barqng sebentar. lalu, matanya Fokus kearah layar komputer yang ada di depanya itu.


sesaat, suasana menjadi hening karena tak ada obrolan apapun.


"Dly, papah mau membicarakan seseuatu yang penting padamu, " ucap papa Yasinu. setelah selesai mengerjakan sesuatu.


"papa mau bicara apa,? " tanyanya seraya menatap mertuanya itu.


"papa mau menyerahkan perusahaan ini padamu, " ucap Papa Yasinu.


membuat Fadly membelalakan matanya. karena kaget


"pah, papah serius mau memberikan perusahaan ini pada Fadly,?" tanya Fadly sekali lagi. untuk memastikan kebenarannya.


" iya, Dly karena cabang papa yang berada di kota T sepertinya berkembang pesat dan papa sudah memikirkan baik baik dengan semuanya. " ucap Papa Yasinu.


"emm tapi maaf pah, bukanya Fadly mau menolak, tapi, Fadly sudah merintis bisnis Fadly sendiri, " ucap Fadly.


yang kini, membuat papa Yasinu yang tampak terkejut," kamu mempunyai usaha,? " tanya Papa Yasinu.


Fadly mengangguk seraya tersenyum kearah sang mertua. " iya oah dan lokasinya dekat dengan kampus di kota S ini, " ucap Fadly tersenyum.


"hmm yasudah kalau begitu, papah akan memberikan perusahaan inu pada Zaka, " ucap Papa Yasinu pada akhirnya.


"ya. seharusnya memang seperti itu pah, karena Zaka anak Papah sementara Fadly hanya seorang menantu, " ucap Fadly yang membuat Papa Yasinu menatap tajam menantunya itu.


Fadly yang mendengarnya, menjadi sedikit tegang. " bukan begitu msksud Fadly pah, Fadly hanya tidak ingin salah faham ini kembali terjadi, " ucap Fadly cepat. "lagipun, ada Zaka yang sepertinya lebih pantas menjadi pemimpin disini, " lanjutnya.


membuat Papa Yasinu menghembuskan nafasnya kasar, "anak itu, dia lebih memilih bekerja sama orang daripada mengurus perusahaanya sendiri, " ucapnya seraya memijit kepalanya yang sedikit pusing karena masalah ini.


"lebih baik, papah bicarakan semuanya dengan hati tenang dan jangan gegabah mengambil keputusan. fikirkan semuanya dengan matang. " ucap Fadly.


"baiklah, oapah akan memikirkan ini matang matang, " ucapnya kemudian seraya menyandarkan kelala di kursi kebesaranya.


"baik pah, kalau begitu, saya pamit undur diri, " ucapnya veranjak dari tempat duduk.


Fadly menghela nafas panjang saat sudah berada di luar ruangan petinggi perusahaan itu.


dengan cepat, ia nasuk kedalam ruanganya sendiri dan kembali bekerja seperti semulai.


hingga tak terasa, waktu menunjukan jam makan siang. dengan segera, Fadly keluar ruang kerjanya guna menuju kantin.


sesamlainya di sana, ternyata sudah ada dua sahabatnya itu yang sepertinya tengah membicarakan sesuatu.


debgan segera, Fadly menuju meja pojok kiri dan bergabung dengan para sahabatnya itu.

__ADS_1


"eh, bro baru selesai,? " tanya Riko saat melihat Fadly duduk di sebelahnya.


"hmm baru saja selesai, " ucapnya seraya membuka ponselnya.


"eh, tadi loe di panggil pak Yasinu,? " tanya Doni yang memang sedikit kepo.


Fadly hanya mengangguk dan kembali fokus pada ponselnya. dan membuat kedua sahabatnya itu berdecak sebal.


"Ck, bisa bisanya dia semenyebalkan itu, " gerutu Doni menatap kesal pada Fadly.


dan Fadly hanya menatapnya sekilas dan kembali menatap benda pipih tersebut.


"loe di suruh apa sama pak Yasinu,? " tanya Riko yang ternyata juga kepo.


"gue di suruh gantiin posisi beliau, tapi gue nolak," ucapnya nyaris tanpa ekspresi.


"whaat, kenapa loe tolak sih, " ucap Doni memekik. membuatnya menjadi pusat perhatian.


"loe kalau ngomong bisa pelan nggak,? " ucap Fadly sedikit kesal.


"hehe maaf kelepasan, " ucapnya nyengir.


"lalu, kenapa loe nolak, " ucap Riko.


"gue nggak mau menyebabkan kerusuhan, " ucap Fadly.


membuat mereka bertiga kembali terdiam dengan aktifitasnya masing masing.


🌸🌸🌸


sore harinya, Fadly pulang dari kantor tepat pukul enam sore.


"asalamu'alaikum, " ucap Fadly seraya membuka pintu.


"wa'alaikum salam, "ucap Ika seraya seraya menghampiri sang Suami dan segera mencium punggung tangan Fadly.


"wah, bidadari ayah sudah oada wangi nih" ucapnya seraya mencium pipi anak dan kening isterinya.


"capek nggak yah? " tanya Ika seraya berjalan di samping suaminya.


"lumayan, pekerjaan banyak sekali, " ucapnya seraya menuju kamar mereka.


sesampainya di dalam kamar, Fadly segera mandi dan berganti baju. lalu, menemui anak dan isterinya ywng berada di sofa.


.Note : nih kak punya kak @EuRo40


__ADS_1


Suci yang ingin bunuh diri karena diperkosa, ditolong oleh seorang pria bernama Alby. Dia tinggal dan bekerja di rumahnya sebagai seorang koki. Namun, nasib malang selalu mengikutinya dia diperkosa kembali oleh Alby. Pria itu dalam pengaruh obat perangsang yang sengaja dimasukkan ke dalam minumannya oleh sang adik ipar. Alby bersedia bertanggung jawab dan menikahinya. Tetapi pernikahan mereka tidak cukup kuat untuk menahan angin yang datang. Suci di fitnah selingkuh dan di ceraikan oleh Alby, padahal saat itu Suci ingin mengatakan kalau dia hamil anak Alby. Suci pergi tanpa pernah mengatakan tentang kehamilannya. Dia pingsan di jalan dan di tolong oleh orang yang memfitnahnya seorang pria bernama Adit. Mereka semakin dekat. Ada juga Bayu tetangga mereka yang menyukai Suci. Pada siapa hati Suci berlabuh? Mantan suami, atau pria yang membuatnya bercerai dengan suaminya atau Bayu pria yang juga menolongnya saat dia jatuh.


BERSAMBUNG........


__ADS_2