Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 39


__ADS_3

Ika mendongak menatap sang suami dengan ekspersi sulit di artikan.


tak mendapat jawaban dari sang isteri, membuat laki-laki itu sedikit khawatir. segera ia menggenggam tangan Ika dan membawanya kedalam dekapannya.


"kamu kenapa,? " tanya Fadly sekali lagi. membuat Ika tampak sudah berkaca-kaca.


dengan segera, ia memeluk tubuh mungil tersebut. mengusap-usap punggung wanita itu debgan lembut. membiarkan isterinya sedikit tenang.


setelah tenang, ia melomggarkan pelukanya. Ika mendongak dengan berderai air maya dan mata sembabnya.


"yah, maaf ya kalo bunda belum bisa jadi isteri serta ibu yang baik buat ayah dan baby Nisa. " ucapan itu meluncur begitu saja dari mulut Ika. membuat Fadly,mengerutkan alisnya.


"kenapa bunda? "tanya Fadly menangkup wajah sang isteri. karena dari kemarin, Ika selalu seperti menyalahkan dirinya sendiri.


Ika tak menjawab petanyaan sang suami. ia malah langsung beerbaring dan tak lama, tetidur pulas.


membuat Fadly tercengang. "kenapa jadi aneh begini? " tanyanya dalam hati.


lalu menyelimuti Ika dengan selimut sebatas leher. " selamat tidur mywife. "ucap Fadly mengecup kening dan bibir sang isteri lalu beralih mengecup pipi gembil baby Nisa yang ada di box.


lalu bergegas keluar dari kamar untuk menuju suatu tempat.. disana sudah ada Doni dan Riko yang sudah menunggu dirinya.


"hay bro, kok tumben kemari? " tanya Riko saat Fadly sudah bergabung dengan Doni dan dirinya.


"kenapa? gak boleh gitu gue kesini?" bukanya menjawab Fadly malah berbalik bertanya.


"dih sensi amat kayak pa**t bayi " ucap Riko mencibir. sementara Doni hanya tertawa diatas perdebatan mereka.


" sudah gak usah berantem udah tua juga " ucap Doni menengahi para sahabatnya.


"gue lagi suntuk banget" ucap Fadly menghela nafas seraya menyenderkan punggungnya di bantalan kursi.


"kenapa, kan lagi bahagia baru punya anak? " tanya Riko yang saling pandang dengan Doni.


"Ika kena baby blus" ucapnya membuat Doni dan Riko membulatkan matanya.


mereja berdua tau apa itu baby blus walaupun mereka seorang pria,tapi mereka berdua dapat mengetahuinya.


"baby blus? " tanya Doni yang mendapat anggukan dari Fadly. "wah bahaya itu bro, bisa bahaya" lanjutnya


"iya Dly harus segera di tangani dengan benar. karena jika salah bertindak bisa menyakiti isteri loe bahkan anak loe" ucap Riko. nembuat Fadly mengangguk faham.


walaupun kedua temenya itu terlihat slengean, tapi jika sedang serius bisa mengalahkan seorang guru kiler.


cieelah garing banget loe thor kayak kanebo kering keinjek sendal.

__ADS_1


oke kembali ketiga pria tersebut yangmasih dengan fikiran masing-masing.


"jadi apa rencana loe Dly?, " tanya Doni pada akhirnya.


"rencananya gue akan cuti selama srminggu lagi ke mertua gue" ucapnya.


"iya memang loe harus ambil cuti deh Dly, tapi apa mertua loe ngasih izin? " tanya Doni.


"entahlah gue juga bingung, semoga saja syndrom ini gak berlangsung lama" jawab Fadly.


"ya udah gue cabut dulu takut isteri gue bangun. bisa nangis-nangis dia nanti, "


" hah, sampai segitunya,? " tanya Riko. di balas anggukan oleh Fadly.


"gila ya apa nanti kalau Afifah ngelahirin anak gue bakal kayak gitu juga,? " tanya Doni. yang langsung mendapat toyoran dari Riko.


"dih kepedean, kayak mau aja Afifah sama loe" ucap Riko mencibir. dibalas delikan tajam oleh Doni.


"udahlah gue cabut Assalamu'alaikum, " ucap Fadly berlalu pergi.


ia segera mengendarai motornya menuju rumahnya yabg berjarak sekitar sepuluh kilo meter.


sesampainya diruma, Fadly segera masuk kedalam kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


segera, Fadly mengambil asi dari kulkas dan memanaskanya. lalu memberikan asi setelah di rasa dingin.


setelah kenyang, baby Nisa kembali tertidur pulas di gendongan sang ayah. dengan hati-hati, Fadly meletakan kembali baby Nisa kedalam box baby.


lalu menyelimuti tubuh mungil tersebut, setelah mengecek popok baby Nisa.


setelah dirasa aman, Fadly mengelus kepala anaknya lalu mengecupnya. " good night my princes" ucapnya lalu melangkah menuju ranjang.


ia nerabgkak menaiki ranhang dan berbaring di samping sang isteri, memeluknya dari belakang dan mengecup pipi dari samping.


" good night my wife" ucap Fadly berbisik di telinga sang isteri. lalu tak lama, dirinyapun ikut terlelap.


pagi hari yang sangat cerah, secerah senyuman seorang laki-laki saat melihat isteri dan anaknya yang masih terlelap satu kasur.


semalam, setelah Fadly memberikan susu, Fadly memutuskan memindahkan baby Nisa dari box bayi keatas ranjang.


karena selain merasa lelah jika harus mondar mandir, salah satu alasanya agar putrinya bisa merasakan kasih sayang anaknya.


setelah puas memandangi dua bidadarinya, ia bergegas turun untuk mandi. karena ia akan menemui sang mertua untuk mengabarkan kondisi sang isteri.


bukan karena keberatan dengan tingkah isterinya, Fadly hanya ingin memberitahu saja tanpa ada alasan husus apapun.

__ADS_1


setelah selesai mandi, Fadly keluar dari kamar mandi berbarengan sang isteri yang telah membuka Matanya.


"selamat pagi sayang, " sapa Fadly seraya melayangkan senyuman di wajah manisnya itu.


"pagi ayah, " sapa Ika seraya membalas senyumanya.


Fadly segera mengambil pakaian ganti dan menggantinya. setelah selesai ia menghampiri sang isteri yangmasih terduduk di tepi ranjang.


"bun, ayah pergi sebentar ya," ucap Fadly berjongkok seraya menggenggam tangan isterinya.


"ayah mau kemana,? " tanya Ika yang sudah mengembun kedua matanya.


membuat Fadly benar-benar di buat heran olehnya." kol jadi sangat rapuh gini sih? " gumamnya.


" iya bun ada urusan. nanti ayah janji ayah akan pulang cepet kalau sudah selesai? " ucap Fadly.


Ika mengangguk lemah dan kemudian tersenyum. " jangan macem-macem" ucapnya saat Fadly sudah berada di ambang pintu


Fadly membalikanbadan dan tersenyum. " iya sayang ayah janji" lanjutnya lalu melangkah keluar dari kamar.


"bi nanti kalau baby Nisa sudah bangun, tolong mandiin ya" ucap Fadly saat bertemu dengan Bi Sumi.


"iya Tuan bibi mengerti" ucap Bi Sumi menganggukan kepala.


🌸🌸🌸


kini Fadly sedang berada di sebuah cafe dekat dengan perusahaan sang papa mertua.


"sudah lama menunggu,? " tanya Papa Yasinu menghampirinya.


"eh nggak kok pah baru saja datang" jawab Fadly. Papa Yasinu duduk di depanya.


"ada apa kamumengajak papa bertemu" tanya Papa Yasinu tanpa basa basi.


Fadly tak langsung menjawab, ia terlebih dahulu menghirup oksigen banyak-banyak. lalu menghembuskanya.


"Ika terkena syndrom baby blus pah " ucap Fadly. membuat sang papa mertua mebgerutkan dahinya.


bukan karena bingung apa itu baby blus tapi beliau bingung karena kok bisa kena padahal sang putri tak pernah telat beribadah


" kata Dr. Julia, Ika mengalami tekanan batin" ucap Fadly.


BERSAMBUNG........


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES.

__ADS_1


__ADS_2