
kini, pasangan ibu dan anak itu, tengah duduk di kursi taman. sementara para suami, berada di belakang para wanita itu, seraya tersenyum.
"boleh mamah gendong cucu mamah,? " tanya Mama Erika meminta izin pada Ika.
Ika tersenyum kearah sang ibu. " boleh lah mah masak nggak boleh, " ucap Ika.
mama Erika tersenyum tanganya terulur untuk menggendong baby Nisa yang berada di stroler.
"duh cucu Oma, cantik banget sih, " ucap mama Erika seraya mencium pipi bayi mungil itu gemas. mama Erika menoleh pada anak dan menantunya itu. " siapa namanya,? " tanya mama Erika.
Fadly dan Ika tersenyum dan tanpa sadar Ika meneteskan air mata.
Fadly yang mengetahuinya, mendadak cemas, " bund, vunda kebapa,? " tanya Fadly khawatir.
Ika tersenyum seraya menyeka air matanya. " nggak kok tah aku nggak papa bunda hanya merasa terharu aja, akhirnya do'a bunda terkabul. "ucap Ika.
mama Erika tersenyum kearah anak dan menantunya " siapa nama Cucu mamah, ?" tanya mama Erika.
"namanya Lafatunnisa Aisyah Humairah mah, di panggil Nisa, " jawab Ika.
"owh nama yang cantik, secantik orangnya, " ucap mama Erika tersenyum. " semoga kamu menjadi wanita tangguh ya sayang sesuai dengan nama kamu, " sambungnya seraya mengecup pipi gembul bayi mungil itu.
"Aamiin, " ucap semuanya.
"oh iya mah, kok mamah bisa tiba-tiba berubah, ?" tanya Ika yang memang penasaran.
mama Erika menolwh sebentar, lalu menatap sang cucu. dan menyerahkanya pada sang suami.
"mama sudah mengetahui semuanya, " ucap mama Erika menjeda perkataanya, " ternyata Samuel hanya memperalat mama hanya untuk mendapatkan kamu, karena ingin menguasai perusahaan papa kamu, " ucap mama Erika menunduk. ia merasa bersalah pada putrinya.
dan bahkan menentang pernikahan mereka. " maafin mama ya, Ka" ucapnya.
"mah, semua orang pernah berbuat salah. jadi gak perlu di permasalahkan lagi. " ucap Ika mengelus pundak sang mama.
"semoga dengan masalah ini, kita bisa lebih haemonis ya, " ucap Papa Yasinu tersenyum.
mereka semua saling berpelukan.
"ya deh yang udah baikan, aku di dilupain, " ucap seseorang dari belakang. sontak saja, mereka semua menoleh ke sumber suara.
"Zaka, " ucap mama Erika dan Ika secara bersamaan.
Zaka berjalan dengan gaya coolnya menghampiri sang mama dan Kakaknya
"kapan kamu kesini,? " tanya Ika heranmelihat sang adik sudah berada di rumahnya.
"sejak mamah sama kakak pelukan kayak teletubis, " ucapnya seraya terkekeh geli.
"oh, kok kakak nggak lihat,? " tanya Ika.
"ya gimana mau lihat, orang kalian di sini sementara aku di belakang, " ucap Zaka.
__ADS_1
"oh iya hehe, "ucap Ika nyengir.
"betewe ini siapa namanya kak, " tanya Zaka seraya menatap baby Nisa.
"namanya Lafatunnisa Aisyah Humairah, " ucap Ika.
"boleh gendong gak,? "
"boleh dong, " ucap Ika menyerahkan baby Nisa pada sang adik.
"duh ponakan om cantiknya, nih om punya sesuatu, " ucapnya seraya mengeluarkan paperbag dari tasnya. dan menyerahkan pada sang kakak.
"woah apa ini, " ucap Ika seraya menerima paperbag tersebut.
"kamu pasti capek kan istirahat di kamar tamu sana, " ucap Fadly.
"hehe nanti aja mas masih mau main sama ponakan, " ucap Zaka tersenyum.
"ya sudah kami tinggal dulu ya, " ucap Fadly seraya menarik tangan sang isteri. mengajaknya masuk ke dalam kamar.
"cie mau buat adik ya untuk Nisa,? "tanya mama Erika menggoda anak dan menantunya
"ayah ih kasian mama sama papa sama Zaka juga, "ucap Ika saat mereka sudah berada di dalam kamar.
"sayabg, ayah tau bunda udah selesaikan,? " tanya Fadly seraya berbisik di telinganya.
Gluk
kini Fadly merapatkan diri ke dinding kamar danmenjepit tubuh mungil isterinya.
"ayah mau apa, ?" tanya Ika gemetar.
ia baru selesai nifas. dan itu artinya, ia berada di keadaan yabg tidak stabil.
wajah Fadlypun semakin maju bersiap untuk me**t bibir mungil isterinya.
tok tok tok
auara ketukan dari luar kamar, membuat aktivitas jeduanya terhenti.
dengan dengan mebdegus kesal, Fadly segera membuka pintu.
dan tampaklah di luar kamar, kedua mertuanya yang berdiri dengan menggendong baby Nisa.
"eh mah pah, " ucap Fadly sedikit grogi seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Ika terkikik geli melihat tingkah sang suami yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
"awas kamu, nabti malam. " ucap Fadly berbisik depan telinganya.
seketika itu, senyumanya terhenti. berubah menjadi tegang dan sukses membuat Fadly tertawa.
__ADS_1
sementara pasangan Opa Oma itu hanya bisa saling pandang karena tidak mengerti dengan yang ada di depanya.
"mah, pah kalian nginep sini kan,? " tanya Ika seraya tersenyum misterius.
ia sudah merencanakan sesuatu. jika orang tuanya berada di sini, maka ia akan sedikit terbebas dari suaminya.
bukan Ika ingin melawan suami, tapi Ika benar-benar belum siap jika harus hanil lagi.
karena kata Dr. Julia, rahimnya sudah kembali sempurna dan jika ingin hamil lagi sudah bisa.
dan sungguh,saat ini Ika belum siap untuk hamil lagi.
"emm mah pah, kalian nginep aja ya,? " ucap Ika memelas.
"hmm baiklah " ucap kedua ortunya pasrah.
malam harinya, Ika nembantu bi Sumi nenyiapkan makanan untuk acara makan malam.
setelah senua selesai, Ika segera memanggil semua keluarganya untuk makan malam. karena di sana juga hadir mbak Putri dan suaminya serta mbak Minah beserta keluarga kecilnya.
"wah wah udah akur lagi nih, " ucap mbak Minah menggoda tantenya.
"iya kita ikut seneng lho kalo kalian akur lagi, " ucap mbak Puteri.
mereka makan malam dengan penuh canda tawa. Ika menatap pada Fadly dengan senyuman haru. Fadly yang mengertipun, membalas sebyuman isterinya.
selesai makan malam, mereka semua menunu ruang keluarga. Ka yang sedang menyusui baby Nisa dengan botolpun, ikut bergabung.
"wah makin gembul aja ini ponakan tante, " ucap mbak Minah menggendong baby Nisa.
"iya lah mbak kan minumnya full asi, " ucap Ika.
"iya jangan di beri makan dulu ya, " ucap mbak Putri.
"iya mbak aku ngerti kom, " jawabnya.
lama mereka mengobrol, mbak Minah menyerahkan baby Nisa pada sang bunda.
"Ka, sepertinya Nisa udah bobo, " ucap mbak Minah.
Ika segera mengambil alih dari gendongan mbak Minah dan membawanya kekamar.
karena rewel, Ika membaringkan bayi mungil itu sembari rebahan. dan tak lama, bayi mungi itu terlelap.
Ika segera turun dari ranjang, berniat untuk menemui krluarganya. namun, langkahnya terhenti karena pintu lebih dulu terbuka dari luar.
menampilkan sosok suaminya yang sedah berdiri di ambang pintu.
eh yah, mau istirahat sekarang,? kalau begitu bunda temui mereka dulu ya, " ucap Ika lalu ingin melangkah. namun, langkahnya terhenti saat tanganya di tarik dari belakang. membuat Ika terjatuh kedalam pelukan suami.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES