
setelah cukup lama, Dokter keluar dari ruang ICU dengan suster yang menggendong seorang bayi mungil.
"ini Bu, semoga anaknya sehat selalu dan semoga cepat sembuh untuk luka di lambungnya " ucap Suster seraya memberikan baby Nisa pada sang ibu.
"terimakasih Dok, kalo begitu, kami permisi, selamat siang, " ucap Ika tersenyum seraya berlalu pergi.
di sepanjang koridor rumah sakit, Ika dan Fadly terus menerus berpegangan tangan dengan tangan serta tangan yang satunya merangkul bahu Ika.
memancarkan kenesraan diantara mereka. sementara baby Nisa, di gendongan depan dengan model kanguru. alias m-sape (gitu gak sih tulisanya maap, author kagak tau tulisanya wkwkwk).
setelah membayar biaya admin, Ika dan Fadly menuju parkiran dan segera menjalqnkan mobilnya menuju warung di pinggir jalan untuk mengisi perut mereka.
karena sedari tadi mwlam mereka berdua belum memakan apapun karena sibuk mengurusi baby Nisa yang rewel.
tak lama, ponsel Ika berdering menandakan ada panggilan masuk dari sana.
Ika segera mengambil ponselnya dan tersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya.
"siapa Bun,? " tanya Fadly.
"orang rumah, " jawab Ika yang segera mengangkatnya.
"haloo assalamu'alaikum, " ucap Ika
"wa'alaikum salam Ka, bagaimana keadaan cucu mama,? " tanyaMama Erika di seberang sana.
"alhamdulillah semua baik mah, ini kami sedang menuju pulang. tapi kami mampir makan sebentar karena kami sangat kelaparan, " ucap Ika mendramatisir kata-katanya.
"oh, kalau begitu setelah makan, kalian langsung pulang, jangan kemana-mana, " ucap Mama Erika menasehati.
aish Mama mah gitu, nasihatnya, padahalkan Ika pergi juga sama suami dan anaknya. ya gak papa kalau lama,
"iya Mah, setelah makan kami langsung pulang, "ucap Ika.seraya menutup telponya.
"kenala senyum-senyum sendiri,? " tanya Ika saat menyadari jika sang Suami sedang tersenyum seraya menatapnya.
"enggak papa sayang aku hanya merasa bahagia bisa memiliki wanita secantik kamu, " ucap Fadly menatap sang istri.
"duh Yah, nggak ada recehan nih maaf ya, " ucap Ika seraya membuka Dompetnya.
"maksudnya,? " tanya Fadly yang memang tak mengerti dengan ucapan sang istri.
"ya, ayah kan memujiku, aku bilang nggak ada uang receh karena baru saja memberikan pujian padaku, " ucap Ika berlagak sok polos.
__ADS_1
membuat Fadly melotot seketika." enak aja di kira aku penghibur apa, " ucapnya seraya mengerucutkan bubirnya.
membuat Ika tertawa cekikikan karena tak ingin membangunkan sang anak yang tampak terlelap dalam gendonganya.
tak lama, mereka sampai di sebuah kedai makan di pinggir jalan.
Ika segera turun dari mobil, saat sang Suami memarkirkan mobilnya di tepi jalan. dan langsung duduk di bangku yang kosong yang berada di dalam kedai makan tersebut.
tak lama, Fadly menyusul dan langsung dudik di sebelah sang isteri.
mereka sempat menjadi pusat perhatian karena keluar dari mobil
"mau pesen apa,? " tanya seorang ibu paruh baya yang menghampiri pasangan muda itu.
"mau pesen mie ayam rawitnya satu sama es tehnya satu, "ucap Ika. lalu menoleh menatap sang suami." ayah pesen apa,?" tanyanya.
"samain aja sama kamu, "ucap Fadly seraya fokus kembali pada ponsel fi tanganya.
"oke pesen mie ayam rawit dua es tehnya dua, " ucap Ika pada si Ibu penjaga kedai.
si Ibu hanya mengangguk dan berlalu pergi untuk membuat pesanan.
ya, Ika dan Fadly adalah orang yang menyukai makanan pedas. dan mereka berdua bisa menghabiskan sambal satu cobek itu sendiri.
walaupun sang ibu, yaitu Mama Erika sangat menentang kesukaan sang anak. tapi Ika seakan tuli dan masih saja melanggar ucapan sang Mama.
dan selama ini, Ika tak menemukan kendala berarti dan pencernaan sang putri baik-baik saja. mungkin Nisa kelak juga akan menjadi raja pedas seperti dirinya.
tak lama, mie ayam pesananya sudah datang dan mereka langsung menyantap makanan pedas itu, tanpa ragu.
walaipun sekelilingnya menatap mereka dengan tatapan ngeri.
bagaimqna bisa seorang wanita cantik memiliki selera pedas level dewa seperti Ika.
"mbak, itu mbak serius makan mienya seperti itu,?" tanya seorang ibu-ibu salah satu pengunjung.
"iya bu, memang kenapa,?" tanya Ika heran.
"mbaknya kan sedang menyusui, apa tidak akan menjadi masalah,? " tanya si Ibu.
sungguh seorang ibu yang sangat kepo pada orang. bahkan, pada orang yang tidak kenal.
Ika yang malas berbicara pun, hanya bisa tersenyum dan melanjukan makanya.
__ADS_1
selesai makan, Ika dan Fadly menuju mobil dan langsung menjalankan mobilnya menuju kota K.
di sepanjang jalan, Ika tak berhenti menggerutu, " huh bisa-bisanya ada emak-emak sekepo itu, " ucapnya.
"sabar sayang, namanya juga ibu-ibu, kamu juga pasti akan berlaku sama nanti jika sudah agak tua, " ucap Fadly seraya terkekeh kecil.
"enak saja, aku nggak akan pernah seperti itu ya, walaupun sudah tua, " ucapnya seraya mengerucutkan bibirnya.
"hmm emang yakin bisa menebak kejadian yang akan datang,? " tanya Fadlu membuat Ika terdiam.
"insya'allah aku yakin tidak akan seperti itu, " ucapnya dengan yakin.
Fadly tak melanjutkan perdebatannya karena pasti akan kalah jika berhadapan dengan makluk bernama wanita.
tak lama, mereka berdua sampai di kediaman Mama Erika.
denganvperlahan, Ika turun dari mobil setelah Fadly memarkirkan mobilnya.
"assalamu'alaikum, " ucap Ika dan Fadly saat mereka berdua membuka pintu utama
"wa'alaikum salam, " ucap semua orang yang berada di ruang tamu.
Ika merasa senang, saat melihat pemandangan di depannya itu.
salah satu alasan, dirinya dulu menolak ikut bersama sang suami.
karena di kota K ini selain suasananya sangat sejuk, juga keluarganya sangay hangat karena semua keluarganya berkimpul menjadi satu.
"duh, cucu Oma baik-baik saja kan,? " tanya Mama Erika seraya mengulurkan tanganya menggrndong sang cucu.
"nggak mah, kata Dokter hanya sakit biasa dan ada luka di lambung Nisa tapi masih batas wajar, " ucap Ika menjelaskan semua pada keluarganya.
"hmm lebih baik kamu menghindari makanan yang pedas Ka, " ucap Bibi Niara menasehati.
Ika hanya meringis karena baru saja ia makan makanan super pedas. dan jika ketahuan pada keluarganya, dapat di pastikan akan mendapatkan ceramah panjang lebar.
Ika menoleh saat ada tepukan lembut dari samping yang reenyata adalah sang Suami.
"apa jadinya, jika semua keluarga tau, kalau kamu habis makan seblak, " ucap Fadly berbisik
membuat Ika melotot seketika. dan langsung menatap tajam suaminya itu yang sepertinya menahan tawanya.
"jangan coba-coba lakukan itu, atau ayah tak mendapat jatah, " balasnya.
__ADS_1
membuat senyum manis suaminya itu langsung luntur seketika. dan kini, giliran Ika yang tersenyum penuh kemenangan.
BERSAMBUNG....