Story Of Yulianika

Story Of Yulianika
BAB 23


__ADS_3

akhirnya setelah berbincang-bincang dengan Afifah, Ika mengantarkan sahabatnya sampai ke depan pintu.


"dah beb nanti kalau acara tujuh bulanan kesini lagi ya " ucap Ika seraya melambaikan tangan.


"pasti itu beb yaudah ya gue pulang dulu bye " ucap Afifah seraya masuk kedalam mobilnya.


setelah Afifah pergi, Ika kembali menuju kamar karena sekarang sudah menunjukan waktu maghrib.


setelah melaksanakan sholat maghrib, Ika segera meraih ponsel diatas nakas dan mendail nomor sang suami.


lama menunggu tersambung, terdengar suara di sebrang sana.


"halo assalamu'alaikum ayah" ucap Ika mengawali obrolanya.


"wa'alaikum salam bunda lagi apa " ucap Fadly terdengar lembut.


"ini baru selesai sholat ayah jangan lupa makan lho ya dan jangan lupa sholat" ucap Ika mengingatkqn membuat Fadly tersenyum.


"iya bunda sayang nanti ayah makan" ucap Fadly.


"emm apa kita makan sama-sama saja ya yah aku nunggu ayah pulang? " ucap Ika bertanya.


"jangan. gak usah bun mending bunda makan dulu saja jangan nunggu ayah takut anak kita kelaparan " ucap Fadly


"iya ayah ya sudah aku mau makan dulu ya yah assalamu'alaikum" ucap Ika menutup telponya.


"wa'alaikum salam " ucap Fadly di sebrang sana.


setelah Ika menutup telponya, ia segera menuj lantai bawah untuk makan malam.


"bi masak apa? " tanya Ika saat telah sampai di dapur


"eh nyonya ini saya masak gulai lelesama sayur bayam" ucap Bi Sumi


"wah ini makanan kesukaan saya ini " ucap Ika berbinar seraya duduk untuk menyantap makanan.


"wah enak sekali bi " ucap Ika seraya mengunyah makanan.


"terimakasih nyonya besok mau di masakin apa? " tanya Bi Sumi.


"em enaknya tuna asam manis deh bi"ucap Ika seraya menyuapkan makanan ke mulutnya.


"wah baik nyonya nanti saya buatkan " ucap bi Sumi berlalu pergi.


setelah selesai makan, Ika menuju kamar untuk menenangkan fikiranya.


entah mengapa ia merasa gelisah sedari tadi dan setelah sampai di kamarnya Ika menuju balkon kamarnya dan membaca novel kesukaanya.

__ADS_1


setelah hampir dua jam Ija menghentikan aktivitasnya melirik jam dinding ywng menunjukan pukul setengah sembilan. segera Ika beranjak dari duduknya dan mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah sholat isya'.


setelah selesai sholat isya'Ika kembali menuju balkon kamarnya dan segera mengecek toko onlinenya dan mengontrol semuanya.


setelah selesai, Ika segera memulai pekerjaanya sebagai penulis novel online dan sudah mendapatkan banyak keuntungan dari aplikasi tersebut.


Ika merasa bersyukur karena dapat menggunakan keterampilanya menjadi pundi-pundi rupiah.


novel yang Ika buat itu berdasarkan kisah nyata dari pembacanya yang setiap hari mengirimkan cerita mereke lewat pesan singkat.


awalnya Ika merasa frustasi dengan pembaca yang sedikit dan pendapatan yang juga sedikit namun seiring berjalanya waktu, Ika semakin mendapatkan keuntungan dari profesi barunya itu dan itu membuat Ika cukup senang dan semangat.


walaupun pada awalnya, profesi tersebut srmpat di tentang oleh sang suami namun dengan bujuk rayu dari Ika dan sedikit ancaman, membuat Fadly mau tidak mau mengizinkanya.


Ika masih terus berfokus pada ponselnya dan sesekali tersenyum saat menemukan ide umtuk mengarang.


dan tanpa Oka sadari sang suami sudah berada di belakangnya, sedang memperhatikanya dengan seksama.


Fadly menggeleng saat sang isteri tidak terusik sedikitpun atas kehadiranya.


Fadly segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan menunaokan sholat isya'.


setelah limq belas menit, Fadly keluar kamar mandi dan segera menunaikan sholat isya'


dan setelah selesai, Fadly segera menghampiri sang isteri yang masih sama dengqn posisi awalnya.


membuat Ika terlonjak kaget dan hampir saja berteriak.


"astaghfirullah ayah buat aku kaget saja" omel Ika seraya mengelus dada.


" lagian lagi ngapain sih sampai ayah buka pintu saja ga denger? " tanya Fadly yang menempelkan dagu dipundak Ika.


"hehehe lagi buat karya novel yah " ucap Ika seraya nyengir.


"hmm ayah kan sudah bilang jangan di terusin nulisnya" ucap Fadly sedikit marah.


"ayah marah? " tanya Ika membalikan badan sehingga mereka saling berhadapan.


Fadly menggeleng seraya tersenyum" ayah gak marah cuma sedikit sensi aja karena kamu kalau lagi nulis itu sering lupa segalanya" ucap Fadly memeluk pinggang sang isteri.


"hmm iya deh besok-besok gak lagi" ucap Ika membalas pelukan suaminya.


kemudian mereka saling menatap mencari ketulusan diantara keduanya dan akhirnya tersenyum bersama.


lalu mereka sama-sama menatap langit yang sedang cerah di taburi beribu bintang membuatnya semakin indah di pandang.


cukup lama mereka memandangi gemerlap bintang di langit hingga suara Fadly menyadarkan dirinya.

__ADS_1


"masuk yuk udah malem gak baik untuk kesehatan ibu hamil" ucap Fadly seraya menggendong sang isteri membuat wanita itu berteriak karena kaget.


"astaghfirullah ayah bikin jantung aku mau copot aja " omel Ika memukul dada sang suami pelan.


namun, bukanya sakit, Fadly malah justru mendekatkan wajahnya ke wajah sang isteri dan langsung melu***tnya dan membaringkan sang isteri drngan hati-hati.


Fadly mulai menyusuri seluruh inci tubuh isterinya dan mulai menghirup aroma tubuh sang isteri yang seperti candu baginya.


setelah puas, Fadly nenatap sang isteri meminta izin dan Ikapun mengangguk memberi izin.


🌸🌸🌸


"terimakasih" bisik Fadly di samping sang isteri saat sudah selesai dengan aktivitasnya.


Ika hanya mengangguk seraya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di dada sabg suami.


"aku masih tidak percaya bisa menemukan kebahagiaan denganmu" ucap Ika nendongak menatap mata Fadly.


Fadly tersenyum membalas tatapan hangat isterinya


"apakah kamu masih mengharapkan masa lalumu? " tanya Fadly menggoda sang isteri.


"apa sih aku tuh gak punya rasa apa-apa sama dia" ucap Ika mendegus kesal.


"iya-iya sayang aku hanya bercanda" ucap Fadly mengecup bibir mungil isterinya.


"ayah tau, aku itu dulu paling tidak suka dengan yang namanya perjodohan" ucap Ika seraya mengelus rahang kokoh suaminya.


"lalu kenapa menerimaku? " tanya Fadly menatap sang isteri dengan tatapan serius.


"ya aku gak tau aja sih yah mungkin karena firasat mungkin" ucap Ika tersenyum.


"firasat, kamu fikir kamu dukun? " tanya Fadly seraya mengacak-acak rambut sang isteri.


"ih serius tau yah" ucap Ika memberengut kesal


"iya-iya percaya yasudah ayo tidur besok mungkin akan lembur lagi" ucap Fadly mengelus perut buncit sang isteri.


"lembur lagi? " tanya Ika semakin cemberut.


"jangan cemberut begitu dong sayang ini kan juga demi kamu" ucap Fadly "nanti deh kalau udah ada waktu senggang ayah ajak bunda ke mall kita jalan jalan" ucap Fadly.


"janji ya ayah" ucap Ika dan Fadly hanya mengangguk seraya tersenyum.


mereka berdua akhirnya tertidur seraya berpelukan.


BERSAMBUNG................

__ADS_1


__ADS_2